Langsung ke konten utama

Heiiiiii........

Heiiiiiiiiii........
ada yang menggila di otakku...
suasana sekarang buat aku deg deg'an...
bukan karena aku bersua dengan seseorang yg kucinta
melainkan aku bersua dengan setumpuk lara yang menyapa

Heiiiiiiiii.......
ada g' c obat yang mujarab!!! hilangkan rasa ini yang menganga
hmmm,.. darahku berdesir hebat !!!
seolah ada senyum yang pesonanya buat aku terlena

woowwww... sekarang ada yang usil di keningku...
uuurrrrghhhhh,... ayoooo,... pergiiiiiiiiiii......

1.... 2.... 3.... 4.... 5.....


masih ada ternyata....


hhhhhh......
diamkan saja,.. biarkan arus itu terbawa angin
santai saja,.. jangan larut oleh irama yang mengusir
coba hirup nafas dalam dalam... dan hembuskan perlahan.....


Subhanallah....
hanya kuasa-MU ya Rabb...
semua luluh lantah tak bersisa...
malaikat" penjaga-MU yang setia itu menjagaku..


dan kini aku tersenyum...
karena-Mu... aku biaskan lara ini tanpa emosi jiwa,...
Subhanallah...

Amiiin Yaa Rabbal'aalamiin...

diambil dari Blog Bonit at Kick Andy ^_*

Komentar

  1. lucu...

    semoga gamangmu berakhir tenang bon, :)

    BalasHapus
  2. thx 4 comment...

    amiiiin... i hope . . .
    ^_*

    BalasHapus
  3. hhmm,,,
    what 're u feel K2,,,
    tetaplah menjadi K2 bon2 that's always smile n smile again...
    :-)

    BalasHapus
  4. @Amhiealit_teteh kangennnnnnnnnnnnn......... :'(

    @setyo_thx 4 spiriiiiiiiiittt... ^_*

    BalasHapus

Posting Komentar

Makasih buat jejaknya... ^_^

Postingan populer dari blog ini

LENTERA

Entah sudah berapa senja menemani pertemuan kita, dengan siluetnya yang terkadang manis dan miris. Sudah berapa kali gerimis memayungi kebersamaan kita, bahkan dalam ruang itu kita kerap merapal kata-kata yang mengusir kejenuhan... Pertemuan memang sebuah rahasia, begitu pun perpisahan... 
Kita bertemu lalu dipisahkan, itu adalah hal yang sudah ditawarkan hidup. Namun bukan berarti kita harus membenci keadaan. Bagaimanapun kita akan selalu dihadapkan pada persoalan-persoalan yang berbeda. Hari ini begini,esok begitu, lusa dan yang akan datang pun tidak sama. Tidak menjadi haram ketika soal hati harus terhenti, namun tidak juga halal ketika kita tahu perbedaan itu tidak bisa disatukan, namun kita menuntut demikian.
Rumitnya isi kepala sekarang seperti tengah berada dalam belukar yang dipenuhi alang-alang yang tinggi. mengajak jemari untuk beberapakali menggaruk yang sudah terkeruk. Ini apa??? Reaksi dari jawaban yang di inginkan pun menjadi suram. 
Tiba-tiba pengap, sesak...
Dan tengg…

Perkara Manusia...

Perkara Manusia...  Merasa BENAR adalah salah, tapi cobalah merasa SALAH agar tahu caranya untuk BENAR...
Nasehat itu tidak melulu dengan sebuah ayat atau hadist, tapi sikap dan sifat yang jadi kebiasaan juga dapat jadi NASEHAT bagi yang berpikir... Simplenya NGACA dulu sebelum kasih statement orang lain itu begini dan begitu, kurang ini kurang itu... 
Apalagi statement ditujukan kepada orang terdekat. Sadar diri itu penting, benahin diri sendiri lebih penting! Jangan khilaf, orang terdekat adalah yang tahu segalanya tentang kita. Nggak lucu tetiba kamu mau pasanganmu berubah, sedangkan kamunya masih SALAH! 
Baru separuh perjalanan lho.. Masih panjang dan rumit perjuangannya, jangan kufur nikmat yang efeknya bisa buat HATI nggak SEHAT! Hargai diri sendiri dulu, kalau belum bisa hargai orang lain. Nggak perlu umbar kita yang paling SABAR, karena tabir kehidupan tetap butuh keselarasan! .
Jauhkan kami dari kebiadaban, ketika dekat.. RAJAM!
#gituaja

LENTERA #2

11.30 Wib Waktu yang kamu tentukan hari ini untuk kita bertemu, harus selesai sekarang! Pintamu lewat whatsapp, dan akupun memberikan emoticon tanda setuju.
Gaduh dan rusuh perasaanku kini, sengaja kusibukkan diri dengan beberapa kegiatan. Hanya untuk coba melenyapkan perasaan yang entah disebut apa. Mengingatmu adalah cahaya, mengingatmu adalah rindu, mengingatmu adalah candu. Hhhhh.. haruskah berakhir sekarang? Fiuhh.. 
Jarum jam diangka 11.18 Wib 12 menit lagi wajahmu akan menari bebas dihatiku, bahkan mungkin liar mencakar-cakar direlung yang terdalam. Hukuman apa ini Tuhan? Lirih ku mengeluh. Detak jarum jam saat ini tak ingin kudengar, semakin gila rasanya harus menemuimu dan akhirnya meninggalkanmu. Hhhh.. lagi-lagi menghela nafas.

Ternyata kamu terlambat, cukup lama aku menunggu di depan minimart. Kesabaranku semakin diuji rasanya. Cuaca panas menambah kegelisahan yang tak sedetikpun mau hilang. Tapi aku menunggu, akan terus menunggu sampai akhirnya kita sepakat meninggalkan …