Langsung ke konten utama

:: O'ooww... ::

O'ooww......
kali ini ada yang buntu dikepalaku
sulit menerjemahkan semua yang berjalan ditengah jembatan
satu pertayaan yang asyik mengusik...
masih mampukah???
masih kuatkah???
masih bisakah???
diam... mengapa harus selama itu???
apa sulit tuk' bicara walau hanya sebuah koma???
mengupas sebuah kulit yang tebal...
sungguh muak dan membosankan!!!

O'ooww......
kini dia mengelus hatiku ...
sedikit,.. tapi  banyak mengumbar kesenangan...
Hhhhhhhhh... helaan nafas tak bisa lagi kuhentikan....
kelopak mataku menyipit...
dahiku mengernyit....
telingaku banyak yang berbisik....
inikah rasamu...???
dalam sebuah permainan... yang lugu untuk dipertontonkan...
mereka menyapa, dan aku... kehilangan nafsu  tersenyum...
dahsyat...!!! itu yang kini melaut dan biaskan kesumat sendu...

O'ooww......
detak'a berhenti...
dan denyut nadipun hilang...
hmmm.... asyikkah bermain dalam sebuah angan???
sepertinya.... semakin menikmati keadaan...
aku bisa pergi keawan sekarang...
menatap lautan, dan hamparan hijau yang terbentang...
tak peduli ketika pesawat itu menyenggolku...
karena kutau pilot'a merona dan tersenyum...
dan tawarkan simpulan tali yang memanjang...
bahkan mengajak terbang...

O'ooww......
kenapa seperti ada loncati hatiku sekarang???
jeritan'a menghempas segala gundah...
ha'haaa... tawa'a merapikan susunan syaraf ditubuhku...
apa ia kecewa itu tertutup melodi'a???
seperti rentetan lagu yang bergulir mesra disekatku...
Allahu Yaa Kariiim...
aku menunggu mukjizat-MU
rengkuh aku dalam damai suasana belanga
dan ajari aku maknai hidup dengan cinta...
hingga durja'a tertutup aura cahaya-MU

O'ooww......
kesakitanku menghentikan jariku...
keram dipundak mengejekku...
dan kiniiiii....
imajiku terhenti....
ada satu yang kupuja sekarang...
ternyata.... hanya DIA yang mengolahku menjadi serpihan....
yang tenang dan nyaman...
semoga.... harapku dalam buntu dikepalaku....

Komentar

  1. wah pertama ni hehe,..AJARI AKU CARA MEMAKNAI HIDUP,. yang ini kenak banget mbak, saya sedang mempelajari arti dari bersyukur dan ikhlas.. nice post mbak..

    BalasHapus
  2. owwwww.....begitu toh....semoga yg meloncati hati teteh itu seorang yg hebat.
    Ketenangan, adem bener tulisan ini.....salut, ngefans selalu sama teteh

    BalasHapus
  3. @Auraman_O'oowww...
    kang aul mampir lagi euy,.. jadi terharu... hiks hiks... ^_^
    Allhamdulillah...
    Maksih kang masih banyak yg perlu dibenahi... salam bloofers... \('',)/

    BalasHapus
  4. @Fahdil_iiiiiiiihhhhhh... selalu deh bilang ngefanz... tulisan fadhil lebih baik n bermutu qo dari teteh... sumpah... selalu ada sesuatu yang ramah... ^_^
    thx do'anya... ^_*

    BalasHapus
  5. ooowww!!! juga sis!! hahahahaha

    komenku ya Back to Allah saja deh,, hohohoho.. kaburrrr

    BalasHapus
  6. Ha'hahaaaa...........

    ziiiiiiiiippppppppp... ^_^
    pintu kabur'a sebelah kiri sist'........ :P

    BalasHapus
  7. mudah-mudahan ga gundah lagi + dikasi jawaban atas segala doa'nya..

    jalan-jalan sore sambil berkunjung..nice post^^

    BalasHapus
  8. Teteh kereeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeennnnn postingannya selalu inspiratif, menyegarkan mencerahkan plus tampilanna keren sederhana dan elegan :D ajarin dunk ;;) yaya?? da bageur da geulis tur shalelah...xixixix rayu mode on :p

    BalasHapus
  9. @Has_Amiiiinnnnn....
    gundah'a berpindah kelain hati,.. xixixiiii...

    thx 4 comment... ^_*

    BalasHapus
  10. @T'Chaca_hmmmm..... berisik iiih... heheuu... :P
    itu pujian'a dialamtkan ke yang laen z'... masih belajar euy... :D but' thx 4 comment selalu ada senyum warnai kunjunganmu.. ^_*
    ya udah ke bogor tar diajarin sama nu geulis sareng bageur,.. ha'haaa... :P
    muuaach.. :-*

    BalasHapus

Posting Komentar

Makasih buat jejaknya... ^_^

Postingan populer dari blog ini

LENTERA

Entah sudah berapa senja menemani pertemuan kita, dengan siluetnya yang terkadang manis dan miris. Sudah berapa kali gerimis memayungi kebersamaan kita, bahkan dalam ruang itu kita kerap merapal kata-kata yang mengusir kejenuhan... Pertemuan memang sebuah rahasia, begitu pun perpisahan... 
Kita bertemu lalu dipisahkan, itu adalah hal yang sudah ditawarkan hidup. Namun bukan berarti kita harus membenci keadaan. Bagaimanapun kita akan selalu dihadapkan pada persoalan-persoalan yang berbeda. Hari ini begini,esok begitu, lusa dan yang akan datang pun tidak sama. Tidak menjadi haram ketika soal hati harus terhenti, namun tidak juga halal ketika kita tahu perbedaan itu tidak bisa disatukan, namun kita menuntut demikian.
Rumitnya isi kepala sekarang seperti tengah berada dalam belukar yang dipenuhi alang-alang yang tinggi. mengajak jemari untuk beberapakali menggaruk yang sudah terkeruk. Ini apa??? Reaksi dari jawaban yang di inginkan pun menjadi suram. 
Tiba-tiba pengap, sesak...
Dan tengg…

Perkara Manusia...

Perkara Manusia...  Merasa BENAR adalah salah, tapi cobalah merasa SALAH agar tahu caranya untuk BENAR...
Nasehat itu tidak melulu dengan sebuah ayat atau hadist, tapi sikap dan sifat yang jadi kebiasaan juga dapat jadi NASEHAT bagi yang berpikir... Simplenya NGACA dulu sebelum kasih statement orang lain itu begini dan begitu, kurang ini kurang itu... 
Apalagi statement ditujukan kepada orang terdekat. Sadar diri itu penting, benahin diri sendiri lebih penting! Jangan khilaf, orang terdekat adalah yang tahu segalanya tentang kita. Nggak lucu tetiba kamu mau pasanganmu berubah, sedangkan kamunya masih SALAH! 
Baru separuh perjalanan lho.. Masih panjang dan rumit perjuangannya, jangan kufur nikmat yang efeknya bisa buat HATI nggak SEHAT! Hargai diri sendiri dulu, kalau belum bisa hargai orang lain. Nggak perlu umbar kita yang paling SABAR, karena tabir kehidupan tetap butuh keselarasan! .
Jauhkan kami dari kebiadaban, ketika dekat.. RAJAM!
#gituaja

LENTERA #2

11.30 Wib Waktu yang kamu tentukan hari ini untuk kita bertemu, harus selesai sekarang! Pintamu lewat whatsapp, dan akupun memberikan emoticon tanda setuju.
Gaduh dan rusuh perasaanku kini, sengaja kusibukkan diri dengan beberapa kegiatan. Hanya untuk coba melenyapkan perasaan yang entah disebut apa. Mengingatmu adalah cahaya, mengingatmu adalah rindu, mengingatmu adalah candu. Hhhhh.. haruskah berakhir sekarang? Fiuhh.. 
Jarum jam diangka 11.18 Wib 12 menit lagi wajahmu akan menari bebas dihatiku, bahkan mungkin liar mencakar-cakar direlung yang terdalam. Hukuman apa ini Tuhan? Lirih ku mengeluh. Detak jarum jam saat ini tak ingin kudengar, semakin gila rasanya harus menemuimu dan akhirnya meninggalkanmu. Hhhh.. lagi-lagi menghela nafas.

Ternyata kamu terlambat, cukup lama aku menunggu di depan minimart. Kesabaranku semakin diuji rasanya. Cuaca panas menambah kegelisahan yang tak sedetikpun mau hilang. Tapi aku menunggu, akan terus menunggu sampai akhirnya kita sepakat meninggalkan …