Langsung ke konten utama

::prayers in the twilight... ::



Diantara debu dan letupan knalpot jalanan...
diantara barisan tukang becak yang menunggu penumpang
diantara roda roda yang berputar tanpa jeda
kaki ini melangkah, coba menyatukan asa yang terpatri dalam kekuatan yang menopang
dahaga menajam... mencuri mata untuk menatap barisan yang berleher jenjang
bening'a mengugah untuk mehapus haus....
..................................................
kelopak ini terbakar
dan gumpalan ini terperosok
hanya kanan kiri yang mejadi pelarian
dan haluan'a berputar menambah kegersangan
ada yang berontak dan teriak
hanya anggukan dan gelengan kepala bercagak
senyum itu terbawa ribuan tawon yang riang
........................
melenakan kerapuhan dalam senja yang temaram...
Yaa... Rahman... Yang Maha Pemurah...
adakah bulan yang mengajak ceria dlm cahaya???

pergeseran mulai terasa, pelan...
bahkan makin melamban... diam... dan menenggelamkan dalam dalam...
kaku dan membentuk barisan yang pilu....
terjatuh... rapuh... dan menyentuh....
terbangun... sontak menyisihkan pandangan terbelalak...
dan sungguh... aku mengutuk bentuk...
ini bukan aku......
ini bukan aku......
ini bukan aku.......
Yaa... Rahiiimmm .... Yang Maha Mengasihi...
adakah bintang yang merayu dalam terang???

kembali merayu alam...
mengemis kejayaan,.. rindukan tawa nyata...
rindukan senyum yang menyejukan cerca..
coba bicara... biar tercekat duri'a...
hmmmmm.... gumam dan bergumam...
berdecak seperti cicak...
peduli itu menjauh dan selorohkan jiwa yang nelangsa
ambil saja...........
sebisanya...........
dan melompatlah ketika jengah....
Yaa... Malik... Maharaja Teragung... 
gemakan keagungan-MU...
raih aku dalam sehat itu.......


Menghela nafas panjang....
menghempaskannya perlahan....
mencari dalam remang........
dengan asa yang digenggam....
kuterdiam... dan berkhayal.... ^^
mencoba memanipulasi akal
melautkan sejuta yang merona.....
mengibas segala kelam yang jumawa
menghempas segala tawa percuma...
memaknai segala yang menjelma...
Melarikan asa yang menganga......
Yaa.. Qudus... Yang Maha Suci....
kaburkan dari segala nista...
semoga berakhir dengan canda yang penuh cinta... 


amiiiiiinnnn... yaa Rabball aalamiiiiin....

Komentar

  1. Bonit sayang...
    Diantara debu dan letupan knalpot jalanan...
    diantara barisan tukang becak yang menunggu penumpang
    diantara roda roda yang berputar tanpa jeda
    AKU HAMPIR TAK MENGENALIMU.. :D


    >>ah, indah itu disana kawan..
    menunggumu menghampirinya..

    BalasHapus
  2. Achiiiiiiiiiiiii........... kangeeeeeennnnnnnn........ tunggu akuuuuu... ku akan daaataaaaaaang... ha'haaaaayyyy...

    beneran mizz u neh... call me'.. :)

    BalasHapus
  3. Aku yakin suatu hari nnti bulan itu akan mengajak ceria dalam cahayanya dan bintangpun turut merayu dalam kerlipnya, Hanya yang Maha Pemurah.Maha Pengasih,Maha Agung dan Maha Suci Yang tau kapan hari itu menyapaku dan aku akan sllu menunggunya dalam Ridho-Mu ya ..Robb...

    BalasHapus
  4. amiiiiiiiin..hehe

    walking2 dong mbak ke blog akyu..hehe
    ^^

    BalasHapus
  5. @dha_amiiinnn... i hope... ^_^

    BalasHapus
  6. @Adie_siaaaappppp.. meluncuuurrrrrr.... <('',)

    BalasHapus
  7. Amin Ya Rabbal'Alamin....
    Wah telat bacanya...dah banyak yang koment....^_^
    Nice post Teh Bonit, blognya Teh Bonit salah satu blog favorit cha sekarang....
    Maaf baru bertamu lagi... ^_^

    BalasHapus
  8. syukron ya cha'...
    punten ga disuguhin apa"... ^_^
    keep smile in life.. ^_*

    BalasHapus
  9. Dimanakah bunga viola itu?
    Aku merindukannya...

    BalasHapus
  10. hihiiii... kang afif mampir juga...
    thx 4 visit... ^_^

    viola itu sedang bergelut dengan nuansa'a...
    ayooo.. jemput dia... :D

    BalasHapus
  11. Amiin ya Robbal Alamin,... hehehe,. lama tak BW ksini ni mbak, semoga selalu diberi kesehatan.

    BalasHapus
  12. amiiiinnn,.... syukron kang aul.. ^_^
    udh sehat ya kang... afwan jarang mampir jg ke blog'a.. ^_^

    BalasHapus
  13. ahhh,,teh nit,,,,kilasan kata2 teteh slalu mampu bikin aku tersihir....sukaaa tehh...^^

    BalasHapus
  14. ahhh... nick nick.. akhir'a senyummu mampir digubukku... like u.. ha'haa.. ^_^

    BalasHapus

Posting Komentar

Makasih buat jejaknya... ^_^

Postingan populer dari blog ini

LENTERA

Entah sudah berapa senja menemani pertemuan kita, dengan siluetnya yang terkadang manis dan miris. Sudah berapa kali gerimis memayungi kebersamaan kita, bahkan dalam ruang itu kita kerap merapal kata-kata yang mengusir kejenuhan... Pertemuan memang sebuah rahasia, begitu pun perpisahan... 
Kita bertemu lalu dipisahkan, itu adalah hal yang sudah ditawarkan hidup. Namun bukan berarti kita harus membenci keadaan. Bagaimanapun kita akan selalu dihadapkan pada persoalan-persoalan yang berbeda. Hari ini begini,esok begitu, lusa dan yang akan datang pun tidak sama. Tidak menjadi haram ketika soal hati harus terhenti, namun tidak juga halal ketika kita tahu perbedaan itu tidak bisa disatukan, namun kita menuntut demikian.
Rumitnya isi kepala sekarang seperti tengah berada dalam belukar yang dipenuhi alang-alang yang tinggi. mengajak jemari untuk beberapakali menggaruk yang sudah terkeruk. Ini apa??? Reaksi dari jawaban yang di inginkan pun menjadi suram. 
Tiba-tiba pengap, sesak...
Dan tengg…

Perkara Manusia...

Perkara Manusia...  Merasa BENAR adalah salah, tapi cobalah merasa SALAH agar tahu caranya untuk BENAR...
Nasehat itu tidak melulu dengan sebuah ayat atau hadist, tapi sikap dan sifat yang jadi kebiasaan juga dapat jadi NASEHAT bagi yang berpikir... Simplenya NGACA dulu sebelum kasih statement orang lain itu begini dan begitu, kurang ini kurang itu... 
Apalagi statement ditujukan kepada orang terdekat. Sadar diri itu penting, benahin diri sendiri lebih penting! Jangan khilaf, orang terdekat adalah yang tahu segalanya tentang kita. Nggak lucu tetiba kamu mau pasanganmu berubah, sedangkan kamunya masih SALAH! 
Baru separuh perjalanan lho.. Masih panjang dan rumit perjuangannya, jangan kufur nikmat yang efeknya bisa buat HATI nggak SEHAT! Hargai diri sendiri dulu, kalau belum bisa hargai orang lain. Nggak perlu umbar kita yang paling SABAR, karena tabir kehidupan tetap butuh keselarasan! .
Jauhkan kami dari kebiadaban, ketika dekat.. RAJAM!
#gituaja

LENTERA #2

11.30 Wib Waktu yang kamu tentukan hari ini untuk kita bertemu, harus selesai sekarang! Pintamu lewat whatsapp, dan akupun memberikan emoticon tanda setuju.
Gaduh dan rusuh perasaanku kini, sengaja kusibukkan diri dengan beberapa kegiatan. Hanya untuk coba melenyapkan perasaan yang entah disebut apa. Mengingatmu adalah cahaya, mengingatmu adalah rindu, mengingatmu adalah candu. Hhhhh.. haruskah berakhir sekarang? Fiuhh.. 
Jarum jam diangka 11.18 Wib 12 menit lagi wajahmu akan menari bebas dihatiku, bahkan mungkin liar mencakar-cakar direlung yang terdalam. Hukuman apa ini Tuhan? Lirih ku mengeluh. Detak jarum jam saat ini tak ingin kudengar, semakin gila rasanya harus menemuimu dan akhirnya meninggalkanmu. Hhhh.. lagi-lagi menghela nafas.

Ternyata kamu terlambat, cukup lama aku menunggu di depan minimart. Kesabaranku semakin diuji rasanya. Cuaca panas menambah kegelisahan yang tak sedetikpun mau hilang. Tapi aku menunggu, akan terus menunggu sampai akhirnya kita sepakat meninggalkan …