Langsung ke konten utama

:: Berakhir lewat Senja.. ::

Assallamu'alaikum.wr.wb..........

Just share..


Alunan instrument dari kang Haddad Alwi temani jemari ini melukisan satu hal yang masih asyik menuai rasa yang luar biasa, hmmm... andai saja... andai saja... dan .... andai saja.... ada banyak barisan senyum yang pamerkan kebahagiaan saat itu... kali ini masih dalam episode berandai andai... andaikan... Sang Permaisuri itu tiba dan bertahan lama (T' Ine) T-T, andaikan.. Sang Peneduh itu hadir dan bisa meramaikan suasana (Bu Alexyusandria M. ), andaikan... Sang Kelakar itupun menghampiri (Kang Rafli)... Hmmmm.... Sang Paman datang (kang Arya M.) Sang Penyair bertandang (Kang Badi), Sang Munsyid (Kang Abi) melantunkan bait-bait Illahi... Hhhhhh... andai saja Sang Kodok itu berbicara (kang IQbal) hehe... bala-balaaaaaaaaa.... :P , Dhenok... teteh kangennnn... T-T, Naiii... semoga bs ketemu dilain kesempatan :),... Ikaaaaa... sakit yaaa??? syafakillah.. wid wiiiiiiiiiiidddddddd... cepet pulang... (charon calisto) kita adain KOPDAR lagiii, La'laaaaaaaa.. :-P huaaaaa... makin nyeredet kana hate... cha'.. (Elsa) coba z' wktu'a g bentrok.. :( oia kang Opick... damang??? semangat kang... \('',)/ , kang 7, Anach d' angels... apa kabar??? semoga semuanya sedang tersenyum.. ^_^

Hmmm.... andai semuanya bisa hadir... mungkin lebih banyak cerita, tangis bahagia dan tatap penuh makna. Yaa Rabb... dari sekian waktu yang terlewati dalam dunia yang samar... 17 Juli 2011 adalah keajaiban... yang KAU buat dengan penuh keRidhoan-MU... ampuni jika kekecewaan masih asyik dalam nurani, karena ketidakhadiran mereka yang penuh jumawa...

Buat Akang, Teteh, Ade-ade...
Just a' Note... ^_*


Pagi adalah waktu mengawali semuanya...
bersama embun dan mentari yang menghangatkan suasana...
ditemani barisan penumpang bis kota, tatap aneh dari mereka yang tak biasa
dan gadis berkacamata yang bersahaja... ^_^
debupun tak mau kehilangan pesonanya...
hmmm... ada yang menggoda ketika sapa via sms terbaca
Yaa Rabb... dawai dawai indah makin menggetarkan bagian yang terdalam
degup jantung tak beraturan,..
persis rasanya ketika Sang Pangeran itu mau datang mengkhitbah.. ^_*
hanya tarikan nafas jadi penenang dikala gundah menyerang...

Subhanallah...
dalam rentang waktu, Alam tebarkan auranya
anginnnn... menambah teduh suasana...
Hmmm... Rehat sejenak dalam Ruang Illahi yang Agung (Mesjid Raya)
menunggu kabar Sang provokator acara (Kang Adit)
dan kini berbaur dalam warna yang ramah namun jengah.. ^_*
merah dan hijau menjadi pertemuan awal...
bersama lantunan lagu Maher Zein yang menyejukan
sepiiiii.... seperti dalam peti
ramai... seperti dikereta api,
clingak clinguk kayak nyamuk...
Allhamdulillah... sosok sahaja itupun tiba
kejutan yang manis setelah beberapakali menahan tangis...
dalam ceritanya dia berkata.. "Tunggu aku dibatas kota"
(Teteh jail.. sukses teh... ) >,<


Waktu kian asyik memainkan isi hati...
ketika hijau kembali jadi penyejuk mata...
pelukanpun terasa beda hmmm... andai saja...
dia datang dengan sekantung moci aneka rasa
xixixiii... afwan neng.. tink tonk.. ^_*
next...
ungu jadi penyegar suasana,..
wowww... ada kesal yang menumpuk
tapi tergantikan dengan senyum ramahnya
dalam hati masih bicara.. " Awas azah... ga mau sms/tlp lagi ahhh... "
tunggu bales dendam saya... :P

Anda bosan membacanya???
hihiiii... sayapun pusing mikir kata-kata lainnya...
anak gaul bilang.. " so what gtu loch.. " :P


..............................
.........................................


Ya Illahi,...
Yang Maha Bijaksana...
Engkau hadirkan kami yang terpisah dlm rentang geografis yang manis
Engkau berikan ketulusan, keihklasan dan kesabaran...
kala kaki ini berpijak tak peduli tentang batas jarak...
tak peduli kelelahan, kesakitan yang tengah datang...
karena-MU hari itu indah..karena-MU hari itu penuh makna...
syarat akan manfaat,.. jauh dari mudharat...
tengadahku...


" JADIKAN UHKUWAH INI UTUH SELAMANYA..... "


Yaa Rabbi...
karya-MU... tentang rasa sungguh bijaksana..
dalam tangis KAU ciptakan tawa
dalam sakit KAU ciptakan kekuatan
Nikmat dan Anugerah-Mu masih terpatri hingga kini...
Bingkisan sederhana terbungkus koran
adalah bukti kalau kita pernah bersua...
simpan... jadikanlah kenangan hingga menutup mata...
ingatkah???
ketika RINAI HUJAN datang dan menyejukkan qalbu
ketika SENJA tiba.. jadi pelengkap yang mengharu biru...
harap dan do'a .. " Semoga masih bisa bertemu,.. "
teringat ketika Tukang cuci itu bilang...


" Kalaupun kami tidak pertemukan lagi didunia ini,.. pertemukanlah kami di Syurga-Mu Yaa Rabbiii... " :')


Syukron All...


Dapat salam dari si UNYIL yang sempat HILANG... ^_*
W'alaikumsallam.wr.wb



Komentar

  1. t. bonit >> semoga bs ketemu dilain kesempatan :)
    me >>> aamiin ya Rabb,,

    t. bonit >> semoga semuanya sedang tersenyum.. ^_^
    me >> ^__________^

    hanya bisa merasa iri ketika melewati moment yang indah kemarin, berharap bisa berada disana juga kemarin,,
    huhuhuhuhu

    BalasHapus
  2. Assalamu'alaikum..
    Teteh..saya datang..hihihi..gak banget yak komen ini..

    Enaknya bisa kumpul-kumpul..
    Bantu aminin doa2 yg terselip..

    Amiiin..

    BalasHapus

Posting Komentar

Makasih buat jejaknya... ^_^

Postingan populer dari blog ini

LENTERA

Entah sudah berapa senja menemani pertemuan kita, dengan siluetnya yang terkadang manis dan miris. Sudah berapa kali gerimis memayungi kebersamaan kita, bahkan dalam ruang itu kita kerap merapal kata-kata yang mengusir kejenuhan... Pertemuan memang sebuah rahasia, begitu pun perpisahan... 
Kita bertemu lalu dipisahkan, itu adalah hal yang sudah ditawarkan hidup. Namun bukan berarti kita harus membenci keadaan. Bagaimanapun kita akan selalu dihadapkan pada persoalan-persoalan yang berbeda. Hari ini begini,esok begitu, lusa dan yang akan datang pun tidak sama. Tidak menjadi haram ketika soal hati harus terhenti, namun tidak juga halal ketika kita tahu perbedaan itu tidak bisa disatukan, namun kita menuntut demikian.
Rumitnya isi kepala sekarang seperti tengah berada dalam belukar yang dipenuhi alang-alang yang tinggi. mengajak jemari untuk beberapakali menggaruk yang sudah terkeruk. Ini apa??? Reaksi dari jawaban yang di inginkan pun menjadi suram. 
Tiba-tiba pengap, sesak...
Dan tengg…

Perkara Manusia...

Perkara Manusia...  Merasa BENAR adalah salah, tapi cobalah merasa SALAH agar tahu caranya untuk BENAR...
Nasehat itu tidak melulu dengan sebuah ayat atau hadist, tapi sikap dan sifat yang jadi kebiasaan juga dapat jadi NASEHAT bagi yang berpikir... Simplenya NGACA dulu sebelum kasih statement orang lain itu begini dan begitu, kurang ini kurang itu... 
Apalagi statement ditujukan kepada orang terdekat. Sadar diri itu penting, benahin diri sendiri lebih penting! Jangan khilaf, orang terdekat adalah yang tahu segalanya tentang kita. Nggak lucu tetiba kamu mau pasanganmu berubah, sedangkan kamunya masih SALAH! 
Baru separuh perjalanan lho.. Masih panjang dan rumit perjuangannya, jangan kufur nikmat yang efeknya bisa buat HATI nggak SEHAT! Hargai diri sendiri dulu, kalau belum bisa hargai orang lain. Nggak perlu umbar kita yang paling SABAR, karena tabir kehidupan tetap butuh keselarasan! .
Jauhkan kami dari kebiadaban, ketika dekat.. RAJAM!
#gituaja

LENTERA #2

11.30 Wib Waktu yang kamu tentukan hari ini untuk kita bertemu, harus selesai sekarang! Pintamu lewat whatsapp, dan akupun memberikan emoticon tanda setuju.
Gaduh dan rusuh perasaanku kini, sengaja kusibukkan diri dengan beberapa kegiatan. Hanya untuk coba melenyapkan perasaan yang entah disebut apa. Mengingatmu adalah cahaya, mengingatmu adalah rindu, mengingatmu adalah candu. Hhhhh.. haruskah berakhir sekarang? Fiuhh.. 
Jarum jam diangka 11.18 Wib 12 menit lagi wajahmu akan menari bebas dihatiku, bahkan mungkin liar mencakar-cakar direlung yang terdalam. Hukuman apa ini Tuhan? Lirih ku mengeluh. Detak jarum jam saat ini tak ingin kudengar, semakin gila rasanya harus menemuimu dan akhirnya meninggalkanmu. Hhhh.. lagi-lagi menghela nafas.

Ternyata kamu terlambat, cukup lama aku menunggu di depan minimart. Kesabaranku semakin diuji rasanya. Cuaca panas menambah kegelisahan yang tak sedetikpun mau hilang. Tapi aku menunggu, akan terus menunggu sampai akhirnya kita sepakat meninggalkan …