:: " Poetry Hujan : Hujan dan Diam... " ::

gambar nyolong from google


Wajahku mendongkak...
tepat ketika awan hitam mulai nampak
harapku sambil teriak...
" Hujaaannnnn... jangan ragu untuk bersamaku... !!!,
teduhkan aku dalam diamku... "

Gemuruh  jadi jawaban...
seolah panglima guntur mulai berperan
dan... barisan tetesan deras itu menghujam...
oOooo.. haruskah kuumbar bahagiaku???
atau nelangsaku karena rindukan cerita itu???
Hujan... dan diam...
jadikan satu dalam pilu dan kelu...
kali ini,.. menuai kisahku...

Hujan... dan diam....
perlakukan aku layaknya seorang peri
yang lunglai akan sebuah cercaan
yang terbuang dalam bingkai usang...
yang beku dan kaku...
yang merindu dan sendu...

Kutahu...
airmu menyapa dan bercerita
tapi kemana kukiblatkan nuansa damaiku???

tahukah???
ketika umpatan itu mulai mencabik???
aku terjerat pesonanya yang apik...
ketika rengkuhan itu angkuh
aku terpikat desah nafasnya yang kukuh
Hhhhhh...

Angin ikut menyibak yang terserak
Debu mulai telungkup tak bergerak

Hujan... dan diam...
jadikan mahar ini menyepi
dalam ruang yang penuh mimpi
sedari tadi...

Yaa Illahi...
Hujan... dan diam...
torehkan guratan penuh kesan
dan teguhkan dalam harapan...
Syukurku dalam penciptaan-MU...

Kuis Poetry Hujan
Puisi ini diikutsertakan dalam kuis " Putri Hujan " yang diselenggarakan oleh

Komentar

  1. niceeeeee...I love walking in the rain...coz no one knows..I'm crying....huhuhuhuu

    BalasHapus
  2. hujaaaaan... jangan kau turun dulu sebentar karena daku takut kebasahan sampai di rumah ^_^

    semoga menang sob....

    BalasHapus

Posting Komentar

Makasih buat jejaknya... ^_^

Postingan populer dari blog ini

Nyaman Terbang dengan Maskapai Terbaik, Bye Bye Aerofobia!

“Hanya di Kota Tomohon, Manado, Anda Dapat Menyaksikan Hamparan Bunga dan Festival Bunga Seperti di Luar Negeri”

Pecahan Pagi...