untuk sang penjejak..

Kepada sang penjejak
yang tak pernah beranjak...
dalam teriak yang selalu memekak...
ini ungkapan dan sebuah cubitan..
untukmu... dalam lelah yang membiru...
dalam kotor yang berdebu...
peluh yang mengeluh...
terbasuh dalam hitungan waktu...

aku tahu...
serakan bingungmu menggunung...
helaan nafasmu menjungjung...
hihiiii...
hanya ucap terima kasih...
hanya kiat tanpa karat...
aku sekarat... aku mengurat...
ketika ruang yang membawaku dalam khayal nyaris terbuang...

kepada sang penjejak yang bijak...
seruanku mungkin buatmu pengap...
kukuhku pasti inginmu sergap..
maaf... hanya sebuah senyum yang kubuat
bahkan tawa kian jumawa..
seleramu meriuhkan pojokku..
aiiihhh... indah dengan sedikit gundah...

Komentar

  1. Aiiiih... sang penjejakku, jejaklah terus ^^

    BalasHapus
  2. sudah tidak diragukan lagi kalau sobat-sobat di Makasar memang hebat dalam merangkai sebuah kalimat menjadi bait-bait yang bisa menyayat hati.

    salam persohiblogan ^_^

    BalasHapus
  3. hanya titip senyum buat teteh... ^_^

    BalasHapus
  4. akuu..

    selalu takjub sama orang yang
    bisa menyusun kata-kata
    menjadi sebuah bait..

    walaupun tak seluruhnya
    aku pahami..

    siapakah sang penjejak itu mbak?

    BalasHapus
  5. @Fahrie_hihiiii... ikutan menjejak juga... syukran.. :D

    BalasHapus
  6. @Aulia_hmm... begitulah kang... selalu dan selalu.. ^^

    BalasHapus
  7. @jjnisa_syukran kunjungan'a... sang penjejak itu ada diantara kita... :D

    BalasHapus

Posting Komentar

Makasih buat jejaknya... ^_^

Postingan populer dari blog ini

Manusia

Perkara Manusia...

“Hanya di Kota Tomohon, Manado, Anda Dapat Menyaksikan Hamparan Bunga dan Festival Bunga Seperti di Luar Negeri”