Langsung ke konten utama

::Masih ada Tetapi... ::

Tiba-tiba aku merebut semua isi kepala mereka, isi hati mereka dan isi perut mereka, apa yang layak untuk kali ini??? merasa merindui yang jauh dari pandangan mata berbulu lentik.. hmmm... masih dalam peti.. bahkan terkubur dalam gundukkan tanah merah dengan warna warni bunga dipusarannya... suatu ketika .. raga ini meminta, dan jerit hati ini menganga dengan jumawa.. helaan nafas yang kian menjadi, karyakan lukisan haus seni ... indah dan layak bernilai tinggi.. namun.. masih ada tetapi...... 

cerca kian asyik dalam gagu,  tajam dan sinis dari tatap bengis... mengupas habis yang teriris dan ruh meronta dalam buta... kenapa dan apa??? merantau dari Negeri sebelah.. bertandang dengan niat ingin terpandang.. hhhhh... pantaskah??? bahkan rintih dari dhuafa itu tak lagi  digubrisnya... selalu.. masih ada tetapi.... 


Melenggak dan melenggok berupaya bak Raja yang dipuja,.. busungkan tahta tanpa menatap, diatas langit sana masih ada kehidupan.. tanpa merasa di pijak Bumi ini masih banyak luruh hati yang berpeluh... dan seperti biasa mereka berkilah... masih ada tetapi.... 

# dari mereka... ?????

Komentar

  1. masih ada tetapi............. *selalu ckckck

    BalasHapus
  2. Bonit sama Fadhli memang jagonya mempermainkan kalimnat-kalimat yang tidak sanggup saya jamah artinya :D, biasanya sih setiap persetujuan ada "tapi..." nya hehe

    BalasHapus
  3. Mencoba menangkap makna untaian kalimat diatas... Agaknya ungkapan rasa keprihatinan akan keadaan yang sedang berkembang di masyarakat kita belakangan ini. Dimana egoisme menguasai.

    BalasHapus
  4. Ya, itulah sebagian dari kita di negeri tercinta ini kak. Selalu beralasan.. Selalu masih ada "tetapi" itu... Sikap yang menunjukkan keragu-raguan. Lalu, jika masih ada tetapi, kapan majunya? Jika masih ada tetapi, kapan dong lebih baiknya? Jika masih ada tetapi,rela kah mengubur empati? Ckckckck...

    BalasHapus
  5. @auramanhmmm... tersanjung... :D

    selalu ada tetapi... ^^
    makasih kunjungannya... :)

    BalasHapus
  6. @nikenWoowww... Mb' Niken Keren... :D

    sangat mengerti... ^_*
    makasih mbak... :D

    BalasHapus
  7. @Arya PoetraAnalisa yang harus dihadiahi 20 jempol.. heheee...

    nice arya.. thx b4.. ^^

    BalasHapus
  8. salam sukses gan, bagi2 motivasi .,
    nikmatilah hidupmu agar kamu tidak merasa bosan dalam setiap keadaan.,.
    ditunggu kunjungan baliknya gan .,.

    BalasHapus

Posting Komentar

Makasih buat jejaknya... ^_^

Postingan populer dari blog ini

LENTERA

Entah sudah berapa senja menemani pertemuan kita, dengan siluetnya yang terkadang manis dan miris. Sudah berapa kali gerimis memayungi kebersamaan kita, bahkan dalam ruang itu kita kerap merapal kata-kata yang mengusir kejenuhan... Pertemuan memang sebuah rahasia, begitu pun perpisahan... 
Kita bertemu lalu dipisahkan, itu adalah hal yang sudah ditawarkan hidup. Namun bukan berarti kita harus membenci keadaan. Bagaimanapun kita akan selalu dihadapkan pada persoalan-persoalan yang berbeda. Hari ini begini,esok begitu, lusa dan yang akan datang pun tidak sama. Tidak menjadi haram ketika soal hati harus terhenti, namun tidak juga halal ketika kita tahu perbedaan itu tidak bisa disatukan, namun kita menuntut demikian.
Rumitnya isi kepala sekarang seperti tengah berada dalam belukar yang dipenuhi alang-alang yang tinggi. mengajak jemari untuk beberapakali menggaruk yang sudah terkeruk. Ini apa??? Reaksi dari jawaban yang di inginkan pun menjadi suram. 
Tiba-tiba pengap, sesak...
Dan tengg…

Perkara Manusia...

Perkara Manusia...  Merasa BENAR adalah salah, tapi cobalah merasa SALAH agar tahu caranya untuk BENAR...
Nasehat itu tidak melulu dengan sebuah ayat atau hadist, tapi sikap dan sifat yang jadi kebiasaan juga dapat jadi NASEHAT bagi yang berpikir... Simplenya NGACA dulu sebelum kasih statement orang lain itu begini dan begitu, kurang ini kurang itu... 
Apalagi statement ditujukan kepada orang terdekat. Sadar diri itu penting, benahin diri sendiri lebih penting! Jangan khilaf, orang terdekat adalah yang tahu segalanya tentang kita. Nggak lucu tetiba kamu mau pasanganmu berubah, sedangkan kamunya masih SALAH! 
Baru separuh perjalanan lho.. Masih panjang dan rumit perjuangannya, jangan kufur nikmat yang efeknya bisa buat HATI nggak SEHAT! Hargai diri sendiri dulu, kalau belum bisa hargai orang lain. Nggak perlu umbar kita yang paling SABAR, karena tabir kehidupan tetap butuh keselarasan! .
Jauhkan kami dari kebiadaban, ketika dekat.. RAJAM!
#gituaja

LENTERA #2

11.30 Wib Waktu yang kamu tentukan hari ini untuk kita bertemu, harus selesai sekarang! Pintamu lewat whatsapp, dan akupun memberikan emoticon tanda setuju.
Gaduh dan rusuh perasaanku kini, sengaja kusibukkan diri dengan beberapa kegiatan. Hanya untuk coba melenyapkan perasaan yang entah disebut apa. Mengingatmu adalah cahaya, mengingatmu adalah rindu, mengingatmu adalah candu. Hhhhh.. haruskah berakhir sekarang? Fiuhh.. 
Jarum jam diangka 11.18 Wib 12 menit lagi wajahmu akan menari bebas dihatiku, bahkan mungkin liar mencakar-cakar direlung yang terdalam. Hukuman apa ini Tuhan? Lirih ku mengeluh. Detak jarum jam saat ini tak ingin kudengar, semakin gila rasanya harus menemuimu dan akhirnya meninggalkanmu. Hhhh.. lagi-lagi menghela nafas.

Ternyata kamu terlambat, cukup lama aku menunggu di depan minimart. Kesabaranku semakin diuji rasanya. Cuaca panas menambah kegelisahan yang tak sedetikpun mau hilang. Tapi aku menunggu, akan terus menunggu sampai akhirnya kita sepakat meninggalkan …