Langsung ke konten utama

:: Sekarang... ::


 
Sekarang,.. mengamati liuk hidup yang kian menelungkup. Jangan katakan 'lelah', apalagi 'jenuh'... karena semuanya, hanya akan membawamu pada kisruh hati yang tak lagi rendah... dulu.. senyum dan tawamu selalu asyik membahana... bahkan ketika mata kita hanya mampu menatap layar segi empat...

Aku inginkan dulu,.. bukan tidak setia akan kini... serpihan-serpihan kekuatanmu adalah teguhku waktu itu... 
Sekarang,.. mungkin rambutmu itu yang menjadi saksi perjalanan ajaibmu, jejak-jejak yang kau torehkan dalam berbagai aspal, adalah suaka yang enggan berlabuh pada lain bahtera,.. masih kuingat pasti... matamu selalu tajam, isyaratkan pikiranmu yang tak pernah berhenti, apalagi menjadi tumpul. Masih... aku setia akan dulu, dengan petikan gitar dan suara beratmu...


Sekarang,.. kembali pada bentangan tangan yang siap memelukmu, jangan ragu menoleh pada masa itu... Apapun,.. adalah Yang Maha Sempurna yang menjadi sutradara dalam kehidupan ini... kita yakini itu... bahkan, ketika aku pernah terjatuh, dan terseok nyaris tak mampu bediri... adalah pujanggamu yang meroket kala itu, salah!!! akan menjadi salah, jika keenggananmu saat ini, menguasai sisi benar dalam hidupmu... 

Sekarang,.. saatnya aku menjadi dirimu, dirimu yang dulu dengan penuh kesabaran menasehatiku, dirimu yang dulu.. dengan penuh kasih sayang menghapus setiap tetes yang asyik menguasaiku, hmmm... indah yaa??? ketika kesamaan itu ada pada diri kita. Aku yang membenci dan mencintai, dan kamu yang mencintai dan membenci,.. hampir saja kita masuk dalam satu sel yang sebarkan kalam-kalam disaat malam...  

Sekarang,.. aku bisa melihat dan lebih mengenal siapa kamu, yang dalam hitungan abad kau sembuyikan rapuhmu... aku tertawa, bahkan jujur mengejekmu dalam lipatan wajah kusam itu, tapi jujur... aku semakin menyayangimu, lebih dari dulu... ^_^



Komentar

  1. Sweet..

    Mungkin karena itulah, perbedaan dipasangkan lewat ikatan suci. Karena yakin, pada saat tertentu, akan ada kebersamaan. Akan ada kesatuan yang hangat.. Namun, kembali kepada yang menjalani cerita, mau memilih tuk bersikap bagaimana... :)

    BalasHapus
  2. @Bonit Notz Jangan-jangan, saya salah mengartikan ya.. Waaaah.. ><

    BalasHapus
  3. serpihan-serpihan kekuatanmu adalah teguhku waktu itu...

    Suka tuh sama kalimat itu.
    Kalimatnya mengalir indah.... Mengesankan ketegaran dalam hidup.

    Keren teh Bonit...

    BalasHapus
  4. tulisannya bagus teh saking bagusnya aku gak ngerti artinya hehehe, kesalahan pada pembaca nih

    BalasHapus
  5. "salah!!! akan menjadi salah, jika keenggananmu saat ini, menguasai sisi benar dalam hidupmu... "

    kusuka tulisan itu.
    great post. :)

    BalasHapus
  6. Masya
    Allah teteh, aku yg sekrang, kamu yg skrnag :D

    BalasHapus
  7. Saling mengisi, saling mengingatkan, saling menasehati, bahkan tidak jarang saling menertawai, tapi tetap saling menyayangi...

    Indahnya... ^^




    BalasHapus
  8. makna yang trkandung apa ya kaka ??? aku ga ngerti :(

    BalasHapus
  9. jadi, intinya semakin sayang ya...
    semoga senantiasa bahagia ya, teh

    BalasHapus
  10. @Arya PoetrainsyAllah gak Aryaa... tapi tapi tapiiii... :P

    BalasHapus
  11. @Niken KusumowardhaniEfek banyak belajar dari Bunda Niken neh,.. hihiiii.. syukran yaa bund'.. :D

    BalasHapus
  12. @Lidya - Mama Cal-Vinha'haa.. itu memuji apa mengkaji?? but' like pisan comment'a teh Lidya..

    Hhe... kesalahan ada pada penulis.. ;)

    BalasHapus
  13. Teteh komenku manaaaaa???? Tadi udah komen koq ilang?
    T_T

    BalasHapus
  14. @Irly gak adaaa... irly gak komen disini.. >_<

    BalasHapus
  15. Allaaamaaak mbak Niken koq kita punya feeling yang sama ya? Aku juga suka tuh yang ini:


    Aku inginkan dulu,.. bukan tidak setia akan kini... serpihan-serpihan kekuatanmu adalah teguhku waktu itu...

    Bonit Notz........seakan tercekik leherku, seakan tak terbendung lagi air danau ini ingin menjebol tanggul, hehehehehe..........apa coba? Dasar si bunda gak bisa berpuisi indah kayak Bonit Notz ajaa....

    Bonit, keren banget.....I like it.

    BalasHapus
  16. @yati rachmatWuidiiihh.. Bunda2 ini sehati ternyata,.. ^_^

    kenapa kecekik Bund'?? #eaaaaa...

    Makasih udah bilang Bonit keren.. ha'haa.. B) #salahfocus

    BalasHapus
  17. _selalu setia akan dulu..___ lukisan kenangannya sangat mendalam yaa.. ^^
    kenangan akan diri. monolog diri.. pujangga itu adalah seseorang yg kini_ melukis kenangan itu menjadi lebih *tegar dengan bersanding masa _dulu_
    ialah dirimu...

    *mencoba memahami.. semoga sehati ^_^

    BalasHapus
  18. @Zeal*Liyanfuryhihiii... setiap kenangan akan mendalam.. ^^

    kita sudah sehati, semoga berarti.. ^_*

    BalasHapus

Posting Komentar

Makasih buat jejaknya... ^_^

Postingan populer dari blog ini

LENTERA

Entah sudah berapa senja menemani pertemuan kita, dengan siluetnya yang terkadang manis dan miris. Sudah berapa kali gerimis memayungi kebersamaan kita, bahkan dalam ruang itu kita kerap merapal kata-kata yang mengusir kejenuhan... Pertemuan memang sebuah rahasia, begitu pun perpisahan... 
Kita bertemu lalu dipisahkan, itu adalah hal yang sudah ditawarkan hidup. Namun bukan berarti kita harus membenci keadaan. Bagaimanapun kita akan selalu dihadapkan pada persoalan-persoalan yang berbeda. Hari ini begini,esok begitu, lusa dan yang akan datang pun tidak sama. Tidak menjadi haram ketika soal hati harus terhenti, namun tidak juga halal ketika kita tahu perbedaan itu tidak bisa disatukan, namun kita menuntut demikian.
Rumitnya isi kepala sekarang seperti tengah berada dalam belukar yang dipenuhi alang-alang yang tinggi. mengajak jemari untuk beberapakali menggaruk yang sudah terkeruk. Ini apa??? Reaksi dari jawaban yang di inginkan pun menjadi suram. 
Tiba-tiba pengap, sesak...
Dan tengg…

Perkara Manusia...

Perkara Manusia...  Merasa BENAR adalah salah, tapi cobalah merasa SALAH agar tahu caranya untuk BENAR...
Nasehat itu tidak melulu dengan sebuah ayat atau hadist, tapi sikap dan sifat yang jadi kebiasaan juga dapat jadi NASEHAT bagi yang berpikir... Simplenya NGACA dulu sebelum kasih statement orang lain itu begini dan begitu, kurang ini kurang itu... 
Apalagi statement ditujukan kepada orang terdekat. Sadar diri itu penting, benahin diri sendiri lebih penting! Jangan khilaf, orang terdekat adalah yang tahu segalanya tentang kita. Nggak lucu tetiba kamu mau pasanganmu berubah, sedangkan kamunya masih SALAH! 
Baru separuh perjalanan lho.. Masih panjang dan rumit perjuangannya, jangan kufur nikmat yang efeknya bisa buat HATI nggak SEHAT! Hargai diri sendiri dulu, kalau belum bisa hargai orang lain. Nggak perlu umbar kita yang paling SABAR, karena tabir kehidupan tetap butuh keselarasan! .
Jauhkan kami dari kebiadaban, ketika dekat.. RAJAM!
#gituaja

LENTERA #2

11.30 Wib Waktu yang kamu tentukan hari ini untuk kita bertemu, harus selesai sekarang! Pintamu lewat whatsapp, dan akupun memberikan emoticon tanda setuju.
Gaduh dan rusuh perasaanku kini, sengaja kusibukkan diri dengan beberapa kegiatan. Hanya untuk coba melenyapkan perasaan yang entah disebut apa. Mengingatmu adalah cahaya, mengingatmu adalah rindu, mengingatmu adalah candu. Hhhhh.. haruskah berakhir sekarang? Fiuhh.. 
Jarum jam diangka 11.18 Wib 12 menit lagi wajahmu akan menari bebas dihatiku, bahkan mungkin liar mencakar-cakar direlung yang terdalam. Hukuman apa ini Tuhan? Lirih ku mengeluh. Detak jarum jam saat ini tak ingin kudengar, semakin gila rasanya harus menemuimu dan akhirnya meninggalkanmu. Hhhh.. lagi-lagi menghela nafas.

Ternyata kamu terlambat, cukup lama aku menunggu di depan minimart. Kesabaranku semakin diuji rasanya. Cuaca panas menambah kegelisahan yang tak sedetikpun mau hilang. Tapi aku menunggu, akan terus menunggu sampai akhirnya kita sepakat meninggalkan …