Langsung ke konten utama

::Teratai yang baru... ::

Salam 10 jari... 
Jelang siang, disela-sela kesibukan, iseng baca-baca message yang ada di inbox FB, hmmm... dari sekian banyak message yang pernah masuk, ada satu yang menjadi perhatian... wowww... dia seorang yang terdampar cintanya disebuah kota, entahlah... dia hanya saya kenal sekilas (maya), namun saat itu.. ceritanya mengalir tentang cintanya yang tak berbalas... ^_^

Sebuah puisi apik ia rangkai, untuk 'teratai' yang ia jadikan pujaan, 'teratai'.. sebuah sapaan untuk cintanya yang belum lepas dari hatinya saat itu, jadi berpikir.. masihkah ada 'teratai' dalam hatinya kini??? apapun, terimakasih untuk cerita yang mengais kisah manis... 

sekedar ingin menguapkan yang pernah kita tulis dalam berbalas rasamu saat itu, yang tersusun apik lewat bait-bait yang enerjik, kawan... saya share puisi saya untuk kamu saat itu yaa... ^_^


Teratai Yang Baru...



Berbesar hatilah... 
tak ada salah...
yang ada... adalah rasa apa adanya...
 

Berbesar hatilah...
DIA yang merangkai...
sejatinya.. 

kau ikrarkan dalam damai...
 

Berbesar hatilah...
celah itu sudah terisi...
jangan kausemai bibit yang menakutkan
beri untuknya, selaut do'a...
 

dan...
 IKHLAS itu penjagamu...!!!
 
Cintamu... 

jadikan kebanggaan untuknya...
cegah ketika itu menuai seribu kelu...
 

Besar mencintai tak ada arti, besar menghargai... itu adalah bukti...
 

Jangan paksa hatinya...
biarkan dia menoleh...!!!

sesukanya...!!!
dan... 

siapkan hatimu untuk teratai yang baru...


salam sahabat...

 07 Juni 2011

Komentar

  1. oh jadi cinta lewat maya. hehe ati2 bener emang nih teh...

    teratai yang baru, puisinya ngena bgd deh buat yg sednag demikian.
    siang teteh #fans berat juga nih dimariii...

    happy blogging walking teh.

    BalasHapus
  2. subhanalloh.... indah sekali.

    kontennya sangat menyentuh, hingga aku berhenti dibeberapa bait kalimat untuk mencoba memaknainya.
    dan berhenti lebih lama saat membaca kata-kata ini:

    _ikhlas itu penjagamu...
    _Besar mencintai tak ada arti, besar menghargai... itu adalah bukti..._

    sungguh membuat hati ini gerimis

    #siapapun dia yang memberimu inspirasi menuliskan puisi ini__ semoga mendapatkan teratai yang terbaik untuk hatinya, aamiin..

    BalasHapus
  3. aaa dalam dan mengingatkanku dengan sesuatu.. :')

    BalasHapus
  4. @Annur eL KarimahHiihiii.. met sore Nurr... happy today.. :P

    BalasHapus
  5. @Zeal*LiyanfurySyukran Lyan,.. semoga gerimisnya hadirkan pelangi,.. ^_^

    amiin untuk do'anya... :D

    BalasHapus
  6. @myra anastasiammmm... makasih kunjungannya mbak'.. :D

    BalasHapus
  7. @Annur eL Karimah

    Galau galau galau pokonya galau nih :p

    salam kenal dari surabaya

    BalasHapus
  8. @rivai
    Ha'haaa... what hepen??? :P

    Salam kenal jg dr Bogor ^_*

    BalasHapus
  9. bila cinta mengalir, tentu indah nian
    maka cinta tak bisa dipaksa
    bila salah satu tak mengalir ke muara yang sama
    maka mari menemukan yang alirnya seirama
    senada, begitu ya teh...

    BalasHapus
  10. @SantiSalam kenal juga mbaknyaa.. :D

    BalasHapus
  11. maksud nya teh bonit apa ya??
    jadi tersindir nich

    by sang pujangga

    BalasHapus

Posting Komentar

Makasih buat jejaknya... ^_^

Postingan populer dari blog ini

LENTERA

Entah sudah berapa senja menemani pertemuan kita, dengan siluetnya yang terkadang manis dan miris. Sudah berapa kali gerimis memayungi kebersamaan kita, bahkan dalam ruang itu kita kerap merapal kata-kata yang mengusir kejenuhan... Pertemuan memang sebuah rahasia, begitu pun perpisahan... 
Kita bertemu lalu dipisahkan, itu adalah hal yang sudah ditawarkan hidup. Namun bukan berarti kita harus membenci keadaan. Bagaimanapun kita akan selalu dihadapkan pada persoalan-persoalan yang berbeda. Hari ini begini,esok begitu, lusa dan yang akan datang pun tidak sama. Tidak menjadi haram ketika soal hati harus terhenti, namun tidak juga halal ketika kita tahu perbedaan itu tidak bisa disatukan, namun kita menuntut demikian.
Rumitnya isi kepala sekarang seperti tengah berada dalam belukar yang dipenuhi alang-alang yang tinggi. mengajak jemari untuk beberapakali menggaruk yang sudah terkeruk. Ini apa??? Reaksi dari jawaban yang di inginkan pun menjadi suram. 
Tiba-tiba pengap, sesak...
Dan tengg…

Perkara Manusia...

Perkara Manusia...  Merasa BENAR adalah salah, tapi cobalah merasa SALAH agar tahu caranya untuk BENAR...
Nasehat itu tidak melulu dengan sebuah ayat atau hadist, tapi sikap dan sifat yang jadi kebiasaan juga dapat jadi NASEHAT bagi yang berpikir... Simplenya NGACA dulu sebelum kasih statement orang lain itu begini dan begitu, kurang ini kurang itu... 
Apalagi statement ditujukan kepada orang terdekat. Sadar diri itu penting, benahin diri sendiri lebih penting! Jangan khilaf, orang terdekat adalah yang tahu segalanya tentang kita. Nggak lucu tetiba kamu mau pasanganmu berubah, sedangkan kamunya masih SALAH! 
Baru separuh perjalanan lho.. Masih panjang dan rumit perjuangannya, jangan kufur nikmat yang efeknya bisa buat HATI nggak SEHAT! Hargai diri sendiri dulu, kalau belum bisa hargai orang lain. Nggak perlu umbar kita yang paling SABAR, karena tabir kehidupan tetap butuh keselarasan! .
Jauhkan kami dari kebiadaban, ketika dekat.. RAJAM!
#gituaja

LENTERA #2

11.30 Wib Waktu yang kamu tentukan hari ini untuk kita bertemu, harus selesai sekarang! Pintamu lewat whatsapp, dan akupun memberikan emoticon tanda setuju.
Gaduh dan rusuh perasaanku kini, sengaja kusibukkan diri dengan beberapa kegiatan. Hanya untuk coba melenyapkan perasaan yang entah disebut apa. Mengingatmu adalah cahaya, mengingatmu adalah rindu, mengingatmu adalah candu. Hhhhh.. haruskah berakhir sekarang? Fiuhh.. 
Jarum jam diangka 11.18 Wib 12 menit lagi wajahmu akan menari bebas dihatiku, bahkan mungkin liar mencakar-cakar direlung yang terdalam. Hukuman apa ini Tuhan? Lirih ku mengeluh. Detak jarum jam saat ini tak ingin kudengar, semakin gila rasanya harus menemuimu dan akhirnya meninggalkanmu. Hhhh.. lagi-lagi menghela nafas.

Ternyata kamu terlambat, cukup lama aku menunggu di depan minimart. Kesabaranku semakin diuji rasanya. Cuaca panas menambah kegelisahan yang tak sedetikpun mau hilang. Tapi aku menunggu, akan terus menunggu sampai akhirnya kita sepakat meninggalkan …