Aksara Hujan...

Ilustrasi from http://niesa90.files.wordpress.com/2012/01/dibawah-hujan3.jpg

Hampir dua pekan Blog ini terabaikan, padahal ada banyak hal yang bekeliaran dikepala, tentang cerita kemarin, hari ini, bahkan rencana untuk hari esok. Abaikan! itu sekedar kalimat pembukaan...  ^_^ setidaknya ada hal yang cukup menarik untuk kembali dari rehat yang cukup bersahabat. 

Welcome May... !!! terimakasih masih memberikan kesempatan untuk berpetualang dialam yang samar. Akhirnya berteduh hangat pada sebuah cerita dari sekian banyak cerita yang terbingkai apik di  Jurnal Evi Indrawanto. Baru ngeh' kalau beliau adain Give Away, dari sekian banyak Give Away dibulan ini, jujur saya tertarik untuk ikut meramaikan Give Away Mbak Evi, pertemuan singkat dengan beliau cukup buat saya terkesan, hmmm... sosok seorang ibu yang kreatif dan aktif.  :D


Dan cerita beliau tentang Torehan Rindu di Bawah Hujan memikat saya larut dalam setiap cerita  sederhana beliau, pada kalimat ini saya jatuh hati... ^_^

 "Hujan selalu mendatangkan rindu. Menarik berbagai kenangan yang pernah dilalui bersamanya. Mungkin ada hubungan antara hujan dan depresi, atmosfirnya yang dingin membuat orang lebih suka menarik diri"

Jleb !... 
Sepakat! hujan memang selalu mendatangkan rindu, mengais kenangan, membentuk kisah, dan jadi pengobat resah... Atmosfirnya yang dingin, melegalkan kegalauan untuk diam sejenak, bersama crystal-crystal beningnya yang terjun dari langit. Menghalalkan sepi untuk bermetamorfosis menjadi sesuatu yang penuh imajinasi, bahkan dengan gelegar halilintar, hujan tetap menjadikan basah ketika hati diliputi gelisah... 

Hujan adalah satu dari keajaiban Tuhan, menemani para pecintanya yang setia menunggu basahnya tiba, apapun, hujan menjadi bagian terindah buat saya. Hujan mendatangkan inspirasi, ciptakan sensasi pada suatu kondisi. Bahkan hujan melahirkan motivasi, ketika crystal-crystal beningnya terjun dari langit, aura semangat itu membukit... 

Hujan... melepas pesona ego yang asyik berjingkrak dengan congkak. Auranya menjadikan sisi apatis menjadi melankolis, dan hujan... membumikan hikmah ketika luapannya membenamkan sebagian pemukiman. 


Aksara Hujan....

Masa kecil :

Bola mata mereka riang, 
persis... dengan bola yang asyik hilir mudik dikaki mereka
celoteh-celoteh renyah, meluapkan kepenatan yang menguras waktu dimasa batu
lusuh dari basah itu berkisah...
gurat yang mengerat buyar, membias dan membius tak putus
teriakan-teriakan kebebasan kian menyemarakkan...

Masa Remaja :

Berjalan lamban... 
berteman kerikil-kerikil yang berpapasan
bergumam dalam rinai yang damai
menguak galau yang bersorak
bersiul-siul, seolah hanya ada aku, kamu, dia dan dirinya...
tanpa bertanya, 'mereka dimana?' 

Masa Tua :

Duduk termenung,..
bermain-main dibalik gulir yang menimpa jendela
menyeruput si hitam beraneka rasa, dengan aroma kian dewasa
membolak-balik barisan kata, dalam lisan yang full halaman
hmmm... bijak dalam riak yang teriak
tatapnya mesra, seolah hanya ada kita... ^_^

Allahumma Shayyiban Naafi'an
"Ya Allah, (jadikan hujan ini) hujan yang membawa  (kebaikan)"
[HR. Al-Bukhari]


Salam hangat, semoga bermanfaat, tulisan ini diikutsertakan pada 'First Give Away Jurnal Evi Indrawanto'

Komentar

  1. Saat ini sedang menanti turunnya hujan di Medan (juang) ku bersama secangkir teh hangat. Dan aku menemukan inspirasi hangat dari tulisan ini teh ^^

    Semoga menang ya teh :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. mauuu teh hangatnya... :D
      Syukurlah, jadi beramal tanpa sengaja, hihiii..
      syukran yaa.. Aamiinn do'anya.. ^_^

      Hapus
  2. Mbak Bonit bercerita tentang hujan baik sekali..Yah hujan membuat kita adem dari luar sampai dalam :)

    Makasih ya Mbak. Perkenalan singkat kita semoga berlanjut di pertemuan2 berikutnya ya. Amin :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihiuuu... makasih mbak Evi, aamiinn.. semoga bisa bertemu pada kesempatan yang lebih baik lagi.. ^_^

      Hapus
  3. Bagus bgt mbak..bagiku hujan lebih sering membawa rasaku masuk ke dimensi lain. Bukan dimensi dengan banyak kata, tapi dimensi sunyi, yang membawaku pada kenangan keindahan, bersama sosok lelaki yang menjadikanku seperti skrng. Ya, sosok itu adlh alm. bpkku... Semoga sukses GA-nya. salam kenal...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih Mas Anton... semoga Alm. Bapak bahagia di surga-Nya, salam kenal kembali.. sukses juga bt Mas Anton.. :D

      Hapus
  4. Rindu saya sudah terobati pada hujan mas, barusan saja dia lewat

    terima kasih sudah menyemarakkan GA mbak Evi.. sudah tercatat sebagai peserta ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. hihihi, mas Lozz kok manggil mas sih. Teh Bonit kan cantik manis ayu dan gemulai...

      Hapus
    2. Ha'haaaa... saya jadi ngakak, diatas semua komennya serius.. Mas Loz dateng jadi segerrr... but' thx before masnyaaa.. :D

      Hapus
  5. Allhamdulillah kemarin hujan turun deras dan lama, daaaaan banjir :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Berenang dong Teh? hihiii... :D

      Hapus
  6. Aku juga punya beberapa kisah tentang hujan.
    Tuuh kan jadi rindu deeh, mas...#eh..teh.. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. wkwkwkwkk... no comment dah, pengen minta mendoan z'.. :P

      Hapus

Posting Komentar

Makasih buat jejaknya... ^_^

Postingan populer dari blog ini

Manusia

Perkara Manusia...

“Hanya di Kota Tomohon, Manado, Anda Dapat Menyaksikan Hamparan Bunga dan Festival Bunga Seperti di Luar Negeri”