Langsung ke konten utama

Percaya Pada Hati...

Hati...
Lagi-lagi tentang hati.

Yaaa.. saya suka menulis tentang hati. Kali ini, saya menulis untuk yang tengah gundah dalam urusan hati. Kamukah? Kalian? Bahkan saya.. ^^

Hmmm.. Langit itu akan tetap berada di atas dan bumi akan selalu setia di bawah. Bahkan, ketika bencana datang dalam berbagai rupa. Banjir, gempa, longsor, kebakaran dll. Langit dan bumi akan selalu berada di posisi yang sama. Lalu apa urusan bencana dan keberadaan langit juga bumi dan hati?

Buat yang sejenak menghilang dan sibuk dalam urusan hati. Awal tulisan ini adalah satu dari sekian banyak perasaan. Perasaan yang hanya di mengerti olehmu, olehnya, oleh kita. Oleh orang-orang yang selalu memberikan keputusan dalam hidupmu. Bukan, bukan karena mereka egois atau apalah namanya. Tapi mereka mengikuti isi hati mereka. Dengan harapan bisa mengisi hatimu yang saat ini terisi oleh sosok yang bukan berisi restu untuk lebih dalam, pada kehidupan mu... Dan kamu sangat mengerti itu.

Tapi...

Ketika ada separuh kerangka yang hadir dengan sisi yang mudah kamu pahami. Dengan mengabaikan status awal, ada bimbang sekarang! Sosoknya.. yang dengan telaten memberikan kenyamanan dalam keadaan tersulit saat itu. Sosoknya.. yang dengan apik memberikan hal-hal baik dengan cara yang tidak terduga. Hmm.. akuilah, saat ini kamu meletakan hatinya dalam hatimu.. 

Kembali pada langit dan bumi..
Terlalu arogan jika saat ini langit dan bumi menjadi perumpamaan. Tapi, coba sejenak kembali pada hakikat langit dan bumi. Yang tetap pada posisinya ketika bencana apapun datang dikirimkan Tuhan. Anggap saja langit dan bumi itu adalah kamu sekarang. Yang sedang di terpa ujian dan bencana pada hati saat ini. Tetaplah pada posisi mu, dengan hati yang selalu menjagamu dari keraguan, kekhawatiran bahkan kekecewan. Karena kisah hidup lagi-lagi bukan tentang kebahagiaan! 

"Percaya pada hati, dan Percayakan urusan hati kepada Allah"

"Berhati-hatilah dalam menjaga hati (qalbu). Karena ... itu adalah hati." (H.R. Bukhari)











Komentar

  1. Lama tak berkunjung, ternyata rumah ini sedikit direnovasi.. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. iyaa.. renovasi sendiri.. tukang insiyurnya sibuuukkk... :p

      Hapus
  2. After exploring a few of the articles on your web page, I really appreciate your way of
    writing a blog. I bookmarked it to my bookmark site list and
    will be checking back in the near future. Take a look at my web site too and let me know your opinion.



    Here is my page :: kiwibox.com - ,

    BalasHapus

Posting Komentar

Makasih buat jejaknya... ^_^

Postingan populer dari blog ini

LENTERA

Entah sudah berapa senja menemani pertemuan kita, dengan siluetnya yang terkadang manis dan miris. Sudah berapa kali gerimis memayungi kebersamaan kita, bahkan dalam ruang itu kita kerap merapal kata-kata yang mengusir kejenuhan... Pertemuan memang sebuah rahasia, begitu pun perpisahan... 
Kita bertemu lalu dipisahkan, itu adalah hal yang sudah ditawarkan hidup. Namun bukan berarti kita harus membenci keadaan. Bagaimanapun kita akan selalu dihadapkan pada persoalan-persoalan yang berbeda. Hari ini begini,esok begitu, lusa dan yang akan datang pun tidak sama. Tidak menjadi haram ketika soal hati harus terhenti, namun tidak juga halal ketika kita tahu perbedaan itu tidak bisa disatukan, namun kita menuntut demikian.
Rumitnya isi kepala sekarang seperti tengah berada dalam belukar yang dipenuhi alang-alang yang tinggi. mengajak jemari untuk beberapakali menggaruk yang sudah terkeruk. Ini apa??? Reaksi dari jawaban yang di inginkan pun menjadi suram. 
Tiba-tiba pengap, sesak...
Dan tengg…

Perkara Manusia...

Perkara Manusia...  Merasa BENAR adalah salah, tapi cobalah merasa SALAH agar tahu caranya untuk BENAR...
Nasehat itu tidak melulu dengan sebuah ayat atau hadist, tapi sikap dan sifat yang jadi kebiasaan juga dapat jadi NASEHAT bagi yang berpikir... Simplenya NGACA dulu sebelum kasih statement orang lain itu begini dan begitu, kurang ini kurang itu... 
Apalagi statement ditujukan kepada orang terdekat. Sadar diri itu penting, benahin diri sendiri lebih penting! Jangan khilaf, orang terdekat adalah yang tahu segalanya tentang kita. Nggak lucu tetiba kamu mau pasanganmu berubah, sedangkan kamunya masih SALAH! 
Baru separuh perjalanan lho.. Masih panjang dan rumit perjuangannya, jangan kufur nikmat yang efeknya bisa buat HATI nggak SEHAT! Hargai diri sendiri dulu, kalau belum bisa hargai orang lain. Nggak perlu umbar kita yang paling SABAR, karena tabir kehidupan tetap butuh keselarasan! .
Jauhkan kami dari kebiadaban, ketika dekat.. RAJAM!
#gituaja

LENTERA #2

11.30 Wib Waktu yang kamu tentukan hari ini untuk kita bertemu, harus selesai sekarang! Pintamu lewat whatsapp, dan akupun memberikan emoticon tanda setuju.
Gaduh dan rusuh perasaanku kini, sengaja kusibukkan diri dengan beberapa kegiatan. Hanya untuk coba melenyapkan perasaan yang entah disebut apa. Mengingatmu adalah cahaya, mengingatmu adalah rindu, mengingatmu adalah candu. Hhhhh.. haruskah berakhir sekarang? Fiuhh.. 
Jarum jam diangka 11.18 Wib 12 menit lagi wajahmu akan menari bebas dihatiku, bahkan mungkin liar mencakar-cakar direlung yang terdalam. Hukuman apa ini Tuhan? Lirih ku mengeluh. Detak jarum jam saat ini tak ingin kudengar, semakin gila rasanya harus menemuimu dan akhirnya meninggalkanmu. Hhhh.. lagi-lagi menghela nafas.

Ternyata kamu terlambat, cukup lama aku menunggu di depan minimart. Kesabaranku semakin diuji rasanya. Cuaca panas menambah kegelisahan yang tak sedetikpun mau hilang. Tapi aku menunggu, akan terus menunggu sampai akhirnya kita sepakat meninggalkan …