Sebuah Kealfaan



Hey... kamu yang sedang masuk kedalam kehidupan yang bukan seharusnya. Sebaiknya endapkan dan hilangkan setiap niat yang menyuburkan perasaan yang lain dan berlumur lumpur. Cobalah menyapu debu yang kini mendesak melekat dan menciptakan sebuah lukisan gaib yang penuh magis. Apapun dan siapapun, akan merasakan hal yang sama. Terbalut gerah yang mengarah pada amarah. Cukup! untuk kali ini suguhan itu hanya di miliki satu hati. Jangan terulang pada hati yang seharusnya kamu hargai. Karena siapapun manusianya, akan menjadi samar dan abu-abu ketika pesona dari kepemilikanmu sekarang dengan bebasnya kamu umbar. Mungkin, itu menjadi haq untukmu. Tapi ingat, ketika haq itu salah tempat. Ada sakit yang dirasakan, bukan secara fisik tapi bathin yang bergelut dalam aroma kealfaan. 

Saat ini sudah seharusnya melepas apa yang bukan menjadi haq mu. Biarkan yang sekarang menjadi resah, bebas bergerak tanpa harus lagi ada jejak yang sama ketika kesempatan itu ada. Seorang sahabat mengatakan, "waktu akan mendamaikan semuanya". Dan itu berlaku untuk mu, untuk seorang yang sedang menelungkup diatas beludru. 

Sakit yang kamu katakan, bukan menjadi tanggung jawabnya. Tapi isilah kesakitan itu dengan setiap kebaikan yang kamu miliki sekarang. Jauhi dan lepaskan! Seorang yang merasakan akibat keadaan itu pun sedang gerimis. Bahkan deras menguras pikirannya. Yah! ini memang sebuah kealfaan. Dari mu untuknya, dan darinya untuk mu. Ketika hati sudah meyakini terkadang pikiran tak lagi sejalan.. 

Seperti berjalan pada keadaan terang namun dipenuhi lubang. Itulah kondisinya, bukan kondisi mu. Kamu punya banyak hal yang dengan mudahnya apapun keinginan mu bisa kamu raih. Tapi seorang itu hanya punya satu hal. Yang menjadikannya seperti sekarang. Seorang itu lemah juga rapuh. Tapi ia masih miliki kekuatan yang  tidak kamu punya. Kekuatan untuk menghindari seluruh keindahan yang dengan nyata terlihat tanpa harus berusaha lebih keras. Hargai dan berdo'alah untuk kehidupan selanjutnya. Terjauh dari sebuah rasa yang salah... 

Komentar

  1. teteeeeehhh, kena ke sayaaa banget hahaha #cocologi xixixixi

    BalasHapus
  2. Wuiihh... hayyooo... :D
    Take care ya EL.. ^_~

    BalasHapus
  3. Niiiiiiitttt.... dilanjutin yaa semangatttnyaa.... kangen pengen nulis lagi... riweuh euyyy.... :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. he emm... ibu juga nulis yuuukkk...
      Bonit blom sempet nengok baby nya.. nanti yaa.. :*

      Hapus

Posting Komentar

Makasih buat jejaknya... ^_^

Postingan populer dari blog ini

Manusia

Perkara Manusia...

“Hanya di Kota Tomohon, Manado, Anda Dapat Menyaksikan Hamparan Bunga dan Festival Bunga Seperti di Luar Negeri”