2 Sisi



Hi.. Apa kabar hati.. apa kabar semuanya?
Apa masih hobby menghela nafas panjang?? #gwbanget :D
Saat ini ... isyaratkan keluh yang tidak bisa bersahabat dengan perasaan apapun dan siapapun. Bahkan. ketika yang berjiwa dan bermuka tua itu meracau galau di sudut sana.. Hhhh.. maaf untuk kali ini.. dan entah kali ke berapa.. selalu ada setan kecil yang membuat auranya melangitkan fatwa-fatwa sesat. Tak setitikpun yang hadirkan putih disana. Silakan bertanya, menjawab dan berbuat seenaknya. Hal itu baik ketika baik menurutmu.. Dan akan menjadi buruk ketika buruk juga pengertianmu.

Akhirnya, Terimakasih untukmu, 'karenamu' abjad ini kembali menyentuh rumahnya. Hati ini kembali pada rasa-rasa yang sudah sering terlewati. BOSAN! ya.. BOSAN sedang menjadi ratu di kalbu. Betapa tidak, ketika mencoba pada halaman baru, ruang baru, sepertinya selalu ada debu! Debu yang menggumpal yang menjadikan hitam. 

Andai saja debu itu rela tersapu dan diam. Mungkin kekacauan tidak akan seperti sekarang! Saat ini 'aku' terdakwamu... yang akan dengan bebasnya menjadi objek ketidaksanggupanmu melalui auraku.. apalagi sekarang? Aku yang sombong, juga pongah dengan ketidakberdayaan dari sebuah rasa yang selalu dekat dengan siapapun disini. Ya! Aku yang terlalu memuja 'kepercayaan' dan memuja 'kesetiaan' ternyata masih bisa tertidur dalam galau dan keras kepalamu. Sedangkan 'kamu'?? kamu akan tetap pada perasaan-perasaan yang menjadikan wujudmu menghilang, dan tergantikan dengan wujud kepolosan tak berarah! 

Lihat sekarang! Kamu yang menjadi objek setan-setan itu bebas berkeliaran di jiwamu. Mengijinkan mereka tertawa lepas dan bebas. Kamu yang membuat lorong itu semakin sempit dan jauh. Adakalanya.. kamu harus lalui dengan 'kepercayaan'.. 'kesetiaan'.. pada apapun dan kapanpun! Aku masih bisa bersama dengan mereka yang tulus menghargaiku, menyayangiku bahkan mencintaiku. Aku masih punya seorang yang selalu siap menyiapkan bahunya ketika lelahku. Aku masih punya dua kekuatan yang dengan cinta mereka aku selalu merasa dibutuhkan... Aku punya semuanya. Dan Tuhan dengan kebesaran-Nya selalu menjagaku dalam sauna.

Tapi kamu.. kamu sendirian saat ini. Yaa.. sendiri dan selalu merasa sepi. Padahal ramai sekitarmu nyaris selalu tiap waktu. Anggap saja aku sedang sok tahu. Tapi beginilah caraku, dengan kesakitan yang sudah terbentuk menjadi suatu kesedihan... ya, sakit ketika goresan itu dengan sengaja kau buat seperti lingkaran besar tak berujung. Sedih.. ketika pada akhirnya kesimpulanku.. adalah 'kamu' dengan 'ketakutanmu'...

Maaf... ^_^

Komentar

Posting Komentar

Makasih buat jejaknya... ^_^

Postingan populer dari blog ini

Manusia

Perkara Manusia...

“Hanya di Kota Tomohon, Manado, Anda Dapat Menyaksikan Hamparan Bunga dan Festival Bunga Seperti di Luar Negeri”