Cak Win'


Lebih sepuluh tahun yang lalu, dengan penampakan beliau yang buat orang sekitar galau. Rambut gondrong, pakaian serba hitam lengkap dengan aksesories tulang belulang. Suaranya yang parau, kerut wajahnya kusam, jauh dari kesan menyenangkan. Belum lagiii, aroma minuman keras itu menyengat sangat. Kadang, masih terpikir kenapa Tuhan mempertemukan kita waktu itu, diusiamu yang menua, dan usiaku yang menginjak dewasa. Hmmm... tak peduli apa yang mereka kira, kita melenggang dengan gelak tawa, petikan gitarmu mempesonakan sisi pujanggaku. Dengan mahir kau mainkan melodi penyejuk jiwa. Ahh.. andai saja mereka tahu, dibalik ragamu yang semerawut tersimpan apik kehalusan dan kelembutan berpikir.

"Coba kamu buat puisi tentang 'biru'..." 
Pintamu ketika dalam hitungan waktu kita berbicara  tentang sastra...

"Ini kumpulan syair yang saya buat, kamu simpan dan baca. Nanti kita duet," 
 Maumu ketika sebuah massa melenakan kita dalam bait-bait penuh cinta untuk-Nya. 

"Jingga... jadikan ia penghuni rumahmu yang kedua." 
Pintamu saat terakhir kita bertemu. Bahkan dengan bangga kau tunjukkan syair lagu untuk 'jingga' kala itu.

Hari ini tiba-tiba mengingat sosoknya, sosok yang banyak memberikan pelajaran hidup untuk seorang sepertiku. Dia laki-laki berusia hampir lima puluh tahun, dalam hidupnya hanya mengenal persahabatan. Jalanan menjadikannya sosok terkenal diantara para pengamen Ibu kota, jelas mereka [pengamen] menghormatinya. Saya tahu, karena saya  terlibat ketika dia dengan rendah hati menjadikan saya bagian dari event yang diadakannya, "Lomba pengamen Jalanan seJabodetabek" acara yang diadakan dikab. Bogor itu menghadirkan ratusan pengamen dengan beragam penampilan. Huhhh! kangen suasana hangat yang mereka suguhkan... konyol, kasar, peduli, melindungi dan bertanggung jawab...  -_-

Mungkin untuk sebagian orang, berkumpul dengan mereka adalah hal yang menyesatkan, bahkan terlalu aneh. tidak sedikit yang protes, apalagi jilbab udah nempel dikepala. Ish... emang salah? emang dosa? Toh dari mereka, cerita hidup itu mengalir ringan. Kesulitan, kekecewaan bahkan keadaan terburukpun bisa mereka atasi dengan semua suka dukanya.

Enam Tahun berlalu...

"Nit... Cak' Win meninggal, dia sempat titip salam buat loe'..."  

Kabar itu datang dari 'Ambon' seorang sahabat pengamen yang tidak pernah absen bersamanya dalam keadaan apapun waktu itu..


Innalillahi Wainna Ilaihi Rojiun... Semoga Allah menjaga-Mu Cak Win'...


Komentar

  1. Innalillahi wa inna ilaihi rojiun... semoga Almarhum khusnul khotimah.. aamiin ya rabb

    BalasHapus
  2. Aamiin.. Om, makasih do'anya ^^

    BalasHapus

Posting Komentar

Makasih buat jejaknya... ^_^

Postingan populer dari blog ini

Manusia

Perkara Manusia...

“Hanya di Kota Tomohon, Manado, Anda Dapat Menyaksikan Hamparan Bunga dan Festival Bunga Seperti di Luar Negeri”