Menepi



Mulai menghitung mundur, antara terus bertahan atau harus berani melangkah untuk keluar dari lingkaran ini. Lingkaran yang sudah mengindikasikan tidak sehat lagi, penuh dengan kecurigaan hati yang selalu bertepi pada sepi. Apa mau di kata? Dia selalu merindukan kering di musim hujan ini. Bukan sejuk yang di mau. Tapi panas yang di cumbu. Apalah artinya ketika sebuah luka sudah terbuka, buatnya, menutupnya pun menjadi sebuah keengganan.

Ini bukan soal persepsi tapi satu hal yang sudah menyangkut hati. Apa iya sabar itu sudah habis? Atau ikhlas yang kini kian mengelupas! Aahh.. manusia memang selalu begini kan? disudutkan pada pilihan yang membuatnya berguling guling mencari pembenaran.




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Manusia

Perkara Manusia...

“Hanya di Kota Tomohon, Manado, Anda Dapat Menyaksikan Hamparan Bunga dan Festival Bunga Seperti di Luar Negeri”