Langsung ke konten utama

Motivasi


Hai, inimah serius postingan ini cuma biar blog ini update aja, yaaa... isinya uplotan saya di salah satu akun media sosial beberapa hari lalu. Kalau lihat hastagnya pasti udah familiar dong.. ^^

Postingan itu berawal dari saya yang lagi kebingungan mau ngapain di kantor, maklumlah habis edisi lebaran kemaren jobnya rada sepi nih. Jadi selama ini, saya start pagi pagi dari rumah yang pasti niatannya mau kerja. Walaupun jujur pas sampai kantor saya suka bingung mau ngapain, yang ada saya asyik bermesraan sama yang namanya internet, ataupun wara wiri ke workshop bergaya ala-ala mandor yang sok berwibawa gitu.. Hahaaa..

Tiba tiba entah kerasukan apa, saya seperti merasa jenuh dan galau. Argh! Pokoknya gue butuh motivasi biar nggak terjebak dalam situasi seperti ini. Laluu... musik selow dari jaman baheula pun saya putar, ceritanya biar rada adem terus kalau bisa ngarep banget ketemu sama namanya MOTIVASI. Selonjoran beberapa saat, sambil ngeramein group whastapp. Berlagak tengil disana, seolah tengah merasakan hidup dalam kemewahan. Hahhaa.. Dan sepertinya teman teman di group WA pun sudah mulai merasakan mual mual yang akut. Gkgkgkgk.. Mengertilah saya sedang butuh hiburan teman. :P

Balik lagi tentang motivasi, akhirnya saya menemukan sebuah kenyataan, bahwa ketika saya mulai terbangun dari tidur jam empat pagi, seperti biasa akan mulai dengan merubah diri menjadi upik abu, lalu melaksanakan kewajiban salat subuh, next.. siapin keperluan sekolah unyil juga keperluan kerja bapaknya unyil. Mandiin si kecil babyfay dll. Hingga finishnya saya berangkat ke kantor. Well, bukankah runtutan itu juga bisa dibilang motivasi??? Karena apa yang kita pikirkan lalu kita lakukan buat saya adalah hal yang sebenarnya sudah tertuang motivasi didalamnya.

Setuju atau tidak, tetap hari ini saya tulis apa yang ada dalam kepala saya. Bahwa ketika sudah terpikir melakukan sesuatu hari ini, itulah motivasi.. ^^ #gituaja

sekian dan terima kasih!

Komentar

  1. Mantaaap motivasinya. Sekian dan terima diisiin pulsa hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mantaaapp juga komennya Buuunddd... xixixiix..
      ^^

      Hapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  3. saya pernah ngalami seperti itu, ga tau mau ngapain padahal tugas numpuk. Entah ini namanya malas atau kurang MOTIVASI? akhirnya saya berusaha sibuk dengan hobi atau traveling

    BalasHapus
    Balasan
    1. sepertiny 22nya mas david :P
      btw, thx kunjungannya.. ^^

      Hapus
  4. susah kalo bermovitasi tanpa bantuan orang lain ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mmm.. tergantung hati mau terima atau nggak.. :)

      Hapus
  5. Selamat Siang Mbak Notz,

    Saya sedang blogwalking dan menemukan blog anda.
    Saya Soraya dari http://serumah.com.
    Saat ini trend berbagi ruangan/roomsharing sangat gencar. Kami berinisiatif untuk membuat situs pencari teman sekamar/roommate agar orang-orang yang ingin menyewa rumah dapat berbagi tempat tinggal dan mengurangi biaya pengeluaran untuk tempat tinggal. Berawal dari ide tersebut, website serumah.com diluncurkan pada awal tahun 2016.

    Saat ini saya membutuhkan bantuan anda untuk menuliskan artikel review mengenai serumah.com di situs blog anda. Kami sangat menghargai jika Anda bersedia untuk memberikan review terhadap website kami dan menerbitkannya di blog anda.

    Mohon hubungi saya jika ada pertanyaan lebih lanjut. Saya ucapkan terima kasih atas waktu dan kesempatannya.

    Soraya F.
    Cataga Ltd.
    soraya.serumah@gmail.com
    http://serumah.com/

    BalasHapus

Posting Komentar

Makasih buat jejaknya... ^_^

Postingan populer dari blog ini

LENTERA

Entah sudah berapa senja menemani pertemuan kita, dengan siluetnya yang terkadang manis dan miris. Sudah berapa kali gerimis memayungi kebersamaan kita, bahkan dalam ruang itu kita kerap merapal kata-kata yang mengusir kejenuhan... Pertemuan memang sebuah rahasia, begitu pun perpisahan... 
Kita bertemu lalu dipisahkan, itu adalah hal yang sudah ditawarkan hidup. Namun bukan berarti kita harus membenci keadaan. Bagaimanapun kita akan selalu dihadapkan pada persoalan-persoalan yang berbeda. Hari ini begini,esok begitu, lusa dan yang akan datang pun tidak sama. Tidak menjadi haram ketika soal hati harus terhenti, namun tidak juga halal ketika kita tahu perbedaan itu tidak bisa disatukan, namun kita menuntut demikian.
Rumitnya isi kepala sekarang seperti tengah berada dalam belukar yang dipenuhi alang-alang yang tinggi. mengajak jemari untuk beberapakali menggaruk yang sudah terkeruk. Ini apa??? Reaksi dari jawaban yang di inginkan pun menjadi suram. 
Tiba-tiba pengap, sesak...
Dan tengg…

Perkara Manusia...

Perkara Manusia...  Merasa BENAR adalah salah, tapi cobalah merasa SALAH agar tahu caranya untuk BENAR...
Nasehat itu tidak melulu dengan sebuah ayat atau hadist, tapi sikap dan sifat yang jadi kebiasaan juga dapat jadi NASEHAT bagi yang berpikir... Simplenya NGACA dulu sebelum kasih statement orang lain itu begini dan begitu, kurang ini kurang itu... 
Apalagi statement ditujukan kepada orang terdekat. Sadar diri itu penting, benahin diri sendiri lebih penting! Jangan khilaf, orang terdekat adalah yang tahu segalanya tentang kita. Nggak lucu tetiba kamu mau pasanganmu berubah, sedangkan kamunya masih SALAH! 
Baru separuh perjalanan lho.. Masih panjang dan rumit perjuangannya, jangan kufur nikmat yang efeknya bisa buat HATI nggak SEHAT! Hargai diri sendiri dulu, kalau belum bisa hargai orang lain. Nggak perlu umbar kita yang paling SABAR, karena tabir kehidupan tetap butuh keselarasan! .
Jauhkan kami dari kebiadaban, ketika dekat.. RAJAM!
#gituaja

LENTERA #2

11.30 Wib Waktu yang kamu tentukan hari ini untuk kita bertemu, harus selesai sekarang! Pintamu lewat whatsapp, dan akupun memberikan emoticon tanda setuju.
Gaduh dan rusuh perasaanku kini, sengaja kusibukkan diri dengan beberapa kegiatan. Hanya untuk coba melenyapkan perasaan yang entah disebut apa. Mengingatmu adalah cahaya, mengingatmu adalah rindu, mengingatmu adalah candu. Hhhhh.. haruskah berakhir sekarang? Fiuhh.. 
Jarum jam diangka 11.18 Wib 12 menit lagi wajahmu akan menari bebas dihatiku, bahkan mungkin liar mencakar-cakar direlung yang terdalam. Hukuman apa ini Tuhan? Lirih ku mengeluh. Detak jarum jam saat ini tak ingin kudengar, semakin gila rasanya harus menemuimu dan akhirnya meninggalkanmu. Hhhh.. lagi-lagi menghela nafas.

Ternyata kamu terlambat, cukup lama aku menunggu di depan minimart. Kesabaranku semakin diuji rasanya. Cuaca panas menambah kegelisahan yang tak sedetikpun mau hilang. Tapi aku menunggu, akan terus menunggu sampai akhirnya kita sepakat meninggalkan …