Pos

Menampilkan postingan dari Oktober, 2016

Pecahan Pagi...

Gambar
Mulut manisnya mengoyak habis,.. 1.. 2... 3 ... perkara di umpat meloncat - loncat Redam..  ingin meredam..  tapi setan kian belingsatan kejam.. jadilah kejam! buru dengan deru nafasmu yang ingin menikam pagimu buta, butakanlah paginya... bisiknya,... seolah dia menjadi ratu yang bebas menyeru
......................................... .................................................
Separuh perjalanan,. terukir tautan yang kian menyingkap tabir kebiadaban rajam! rajam dia dengan sayatan-sayatan kecil yang akan menghabiskan darahnya didihkan tanpa harus mengelus krak.. krak...  mungkin belulang di rahangnya mengencang biarkan... sampai amarah itu melenggang...
1 jam dalam peristirahatan... hidangan terserak menghilangkan kerak  airr... sirami dengan air yang akan mengusir desir pagi yang rusuh...  dengan mulut manis yang mengoyak habis... dengan ukiran yang sematkan keresahan... adalah manuu.... sia yang sia sia

Sendal Jepit

Gambar
Lusuh dan kotor...
terinjak sepasang kaki yang letih terseok seok..
mengikuti irama yang menguras keras tipiss..  kian tipisss, tersengat aspal yang tersumpal Aiiihh.. inginnya tersiram hujan.. tapi gerak dan gerik yang gemericik hanya sepintas saja untuk asyik
laju... lajulah kedua penopang tubuhmu! injak aku! hujani aku dengan beban berat tubuhmu... aaahh.. masih saja kau butuhkan aku. mana kebagusan untukku? mana keterangan yang nampak bagiku?
Lusuuhh... Kotoorrr... dan... menipiiisss
sungguh! Dunia yang bengis... Akupun terputus, dan diutus pada jejalan kaktus!