Langsung ke konten utama

Manusia

Ini soal manusia, manusia yang memang diciptakan oleh Sang Maha Pencipta Allah SWT. Manusia yang karenanya diciptakan oleh-Nya, maka hanya DIA lah yang tahu segala isi hati ciptaan-Nya. Yaa.. tulisan ini hanya sekedar melepas penat ketika lingkaran-lingkaran itu sukses membuat tegang urat leher. Ah, seandainya saat ini menikmati pijatan hangat Kak Ria pemilik salon kecil di gang menuju rumah. Kak Ria yang dengan celotehnya bikin saya betah creambath disana. Tetiba inget Kak Ria yang sebenarnya lebih pantas dipanggil Ibu atau Tante, usianya sudah diangka 50thn. Tapi begitulah doi, dengan sosoknya yang sok gaul, supel dan ramah hampir 99 % pelanggan sapa dia dengan sebutan kakak. 

image: mbah google

Kak Ria hanya salah satu manusia dengan sifat yang terlihat sangat menyenangkan, sabar juga telaten. Itu pendapat saya, tapi.. Kak Ria juga manusia biasa yang dalam keceriaanya adalah seorang ibu dan seorang istri dengan segudang kisah yang menarik seiring perjalanan hidupnya. 

Lalu bagaimana dengan saya, kamu, kita juga kalian? Sehebat-hebatnya saya, kamu, kita juga kalian, kembali ke kodratnya bahwa manusia hanyalah susunan dari organ-organ tubuh sempurna yang Allah SWT ciptakan dengan penuh kasih sayang. Manusia dengan ragam sifat dan sikap yang hanya Allah saja yang tahu isi hati sebenarnya. Lebih umumnya manusia itu sangat variatif dan ekspresif, special karena mempunyai banyak hal dalam hidupnya yang bisa dia tutupi kekurangannya dan sangat bangga dengan kelebihannya.

Duh, kalau sudah menyangkut kekurangan dan kelebihan dari manusia bejibun kali ya kalau dijabarkan, tapi pada intinya siapapun manusianya, kita sebagai manusia juga wajib hati-hati atau waspada sama manusia itu sendiri. Nah loh? Rumit?? Nggak juga.. ^^

Poinnya yaa waspada itu wajib pemirsa, apalagi hari gini Indonesia lagi marak-maraknya dengan warna-warni politik, isu sara, agama dan sebagainya. Banyak diantara kita terkecoh bahkan terjerumus dengan menjadi followers manusia si A atau si B, mengidolakan si C bahkan si D. Terlupa bahwa kelebihannya yang kita perhatikan.. tutup mata dan telinga kalau kekurangannya memang minim info di media.

Ops.. skip untuk hal diatas, umumnya yang ringan-ringan dulu saja yaa.. Di lingkungan kita sendiri sebenarnya banyak yang menarik dari sifat manusia. Seperti sahabat saya yang terlihat urakan, kasar dan jauh dari kesan sopan diluar, di dalamnya ada sifat yang peduli terhadap sesama. Sangat menjaga kebersihan dimanapun dia berada. Kalau habis minum atau makan yang ada kemasannya, selagi belum ketemu tempat sampah dia akan simpan baik-baik di tas selempangnya. Hihii.. manis yaa.. sampah aja dia jaga lho, apalagi nanti calon istrinya? Eh.. ^^

Ada juga sosok teman yang terlihat baik, resik dan apik. Tapi nggak perhatian sama sekitar, nggak jarang juga bertingkah sok keren, higenis dan manis. Padahal seriuss saya empet lihat pecitraannya, Hahah.. da sayamah apa atuh cuma manusia biasa yang kalau sebel buang muka.. ^^

Eeehh.. udah jam lima ternyata, disudahi saja ya. Akhir kata jadilah manusia yang sebaik dan sebenar-benarnya manusia, nggak pakai pencitraan sok manis dan agamis, sok mapan dan tampan, sok imut dan lembut atau apapun namanya. 

Apapun tulisan diatas adalah anjuran buat saya pribadi, yang masih suka malas, suka keki dan hal-hal negatif lainnya. Belajar lagi, lagi belajar.. karena kita manusia... ^^ 
#gituaja


Komentar

  1. Ada juga loh kak tipe Manusia "Erotomania" (Salah satu judul tulisanku) #PromosiBerharapBlognyaDiKunjungi

    BalasHapus
    Balasan
    1. udh berkunjung, dan terima kasih sudah mengajarkan sesuatu.. ^^

      Hapus

Posting Komentar

Makasih buat jejaknya... ^_^

Postingan populer dari blog ini

LENTERA

Entah sudah berapa senja menemani pertemuan kita, dengan siluetnya yang terkadang manis dan miris. Sudah berapa kali gerimis memayungi kebersamaan kita, bahkan dalam ruang itu kita kerap merapal kata-kata yang mengusir kejenuhan... Pertemuan memang sebuah rahasia, begitu pun perpisahan... 
Kita bertemu lalu dipisahkan, itu adalah hal yang sudah ditawarkan hidup. Namun bukan berarti kita harus membenci keadaan. Bagaimanapun kita akan selalu dihadapkan pada persoalan-persoalan yang berbeda. Hari ini begini,esok begitu, lusa dan yang akan datang pun tidak sama. Tidak menjadi haram ketika soal hati harus terhenti, namun tidak juga halal ketika kita tahu perbedaan itu tidak bisa disatukan, namun kita menuntut demikian.
Rumitnya isi kepala sekarang seperti tengah berada dalam belukar yang dipenuhi alang-alang yang tinggi. mengajak jemari untuk beberapakali menggaruk yang sudah terkeruk. Ini apa??? Reaksi dari jawaban yang di inginkan pun menjadi suram. 
Tiba-tiba pengap, sesak...
Dan tengg…

Perkara Manusia...

Perkara Manusia...  Merasa BENAR adalah salah, tapi cobalah merasa SALAH agar tahu caranya untuk BENAR...
Nasehat itu tidak melulu dengan sebuah ayat atau hadist, tapi sikap dan sifat yang jadi kebiasaan juga dapat jadi NASEHAT bagi yang berpikir... Simplenya NGACA dulu sebelum kasih statement orang lain itu begini dan begitu, kurang ini kurang itu... 
Apalagi statement ditujukan kepada orang terdekat. Sadar diri itu penting, benahin diri sendiri lebih penting! Jangan khilaf, orang terdekat adalah yang tahu segalanya tentang kita. Nggak lucu tetiba kamu mau pasanganmu berubah, sedangkan kamunya masih SALAH! 
Baru separuh perjalanan lho.. Masih panjang dan rumit perjuangannya, jangan kufur nikmat yang efeknya bisa buat HATI nggak SEHAT! Hargai diri sendiri dulu, kalau belum bisa hargai orang lain. Nggak perlu umbar kita yang paling SABAR, karena tabir kehidupan tetap butuh keselarasan! .
Jauhkan kami dari kebiadaban, ketika dekat.. RAJAM!
#gituaja

LENTERA #2

11.30 Wib Waktu yang kamu tentukan hari ini untuk kita bertemu, harus selesai sekarang! Pintamu lewat whatsapp, dan akupun memberikan emoticon tanda setuju.
Gaduh dan rusuh perasaanku kini, sengaja kusibukkan diri dengan beberapa kegiatan. Hanya untuk coba melenyapkan perasaan yang entah disebut apa. Mengingatmu adalah cahaya, mengingatmu adalah rindu, mengingatmu adalah candu. Hhhhh.. haruskah berakhir sekarang? Fiuhh.. 
Jarum jam diangka 11.18 Wib 12 menit lagi wajahmu akan menari bebas dihatiku, bahkan mungkin liar mencakar-cakar direlung yang terdalam. Hukuman apa ini Tuhan? Lirih ku mengeluh. Detak jarum jam saat ini tak ingin kudengar, semakin gila rasanya harus menemuimu dan akhirnya meninggalkanmu. Hhhh.. lagi-lagi menghela nafas.

Ternyata kamu terlambat, cukup lama aku menunggu di depan minimart. Kesabaranku semakin diuji rasanya. Cuaca panas menambah kegelisahan yang tak sedetikpun mau hilang. Tapi aku menunggu, akan terus menunggu sampai akhirnya kita sepakat meninggalkan …