Tanpa Judul

image by google
Diruang ini tidak sendiri, ada beberapa yang dalam dunianya sendiri. Sosok itu sibuk dengan teriakan dari lanang yang inginkan kepuasan. Bibirnya mengerucut, matanya mendelik, ada kerutan yang tidak biasanya di dahi yang isyaratkan kekesalan. Kini hidungnya mulai mengencang, jantungpun mulai tidak beraturan. Hmmm… pemandangan yang menyenangkan.. ^^

Tubuhnya kini bersandar disofa, keinginannya berselancar di dunia maya mengacuhkan kondisi yang ada. Dan seperti memperlakukan seorang bocah yang inginkan es krim, smartphone itupun kini dengan sukarela berpindah hati. Untung saja tertolong dengan mahluk gaib ciptaan manusia (read.laptop). Setidaknya otak ini kembali berjumpalitan dengan mengejar abjad-abjad yang bersahabat. Beberapa lagu menjadi suporter dalam menyelami setiap makna dari kalimat yang tertumpahkan disini. Mungkin, bukan kalimat yang menyemai keindahan. Bukan pula susunan kata yang menjadikan mutiara. Tapi dapat menghibur beberapa perasaan yang sempat terkubur.

Keadaanpun menjadi kurang menyenangkan. Ada yang menunggunya, dengan seporsi makan siang yang amat sangat terlambat. Setengah hati menemani, bisik-bisik ungkapan ketidaksukaan mulai berlarian ke otak kiri. Aneh tapi nyata, hanya sekedar obrolan-obrolan ringan padahal. Mengemas basi malahan. Tapi rasa itu tetap rasa. Yang tidak pernah diniatkan untuk berperan seperti apa. “Heiii… sabar dan biasa sajaaaa…”  teriak hatinya yang kini mulai merasa tidak nyaman!

Senyum tetap manis seperti gerimis. Dan ketenangan mulai belajar menaiki tangga untuk mencari kebaikan pikiran. Dengan sedikit pasti membukit. Perlahan pepatah itu sudah menjangkit. Well, inilah hasil dari keadaan sekarang. Bisa diam, bisa tidak diam. Bisa santai dan bisa rusuh. Semuanya akan baik-baik saja, semuanya akan seperti semula. Ini hanya permulaan dari rasa-rasa yang mulai tercemar samar. Ada waktu yang akan meneduhkan. Hanya menunggu dengan menyebar sabar. ^^

Sebelum terlewat, dijalanan gelap dengan paduan suara-suara alam yang mulai bertabrakan, muncul kalimat klarifikasi. Dan menghargai bukan dengan mengamini. That’s it! Kita sepaham bukan?? semoga saja…

Aamiinn… ^^

Komentar

Postingan populer dari blog ini

LENTERA

Perkara Manusia...

LENTERA #2