Langsung ke konten utama

AFFOGATO


Hari ini masih ditempat yang sama, ditemani AFFOGATO yang selalu bikin nagih. Hmmm... alunan music yang mengalun disini menjadi propokator untuk mengingat hal-hal yang mengunduh hati menjadi gaduh. Tumben, biasanya akan diputar lagu-lagu remaja kekinian, namun kali ini instrument piano jadi backsound tulisan sekarang. Serius, tiba-tiba bikin meleleh.. :(


Selintas pikiran kian mengacak dari kejadian satu pada kejadian lainnya. Dari hal yang menyenangkan sampai hal yang jadi melodrama. Seperti AFFOGATO yang dibuat di cafe' ini. Ya! Paduan vanilla ice cream dan long black coffee yang mengisi gelas mungil jadi khas rasa AFFOGATO. Sederhananya adalah vanilla ice cream yang kian meleleh tidak saja mendinginkan rongga dimulut, namun menyejukkan tenggorokan. Lalu, long black coffee yang tanpa gula seolah menjadi penikmat rasa diatas rasa. Tampilan keduanya tidak seperti sajian yang lain, yang akan di design semenarik mungkin. AFFOGATO terlalu sederhana secara fisik, tapi diukur dari rasa.. Jujur saya menjadi fans setia. (bukan iklan)


Begitupun yang terlintas sekarang.. seperti vanilla ice cream, seperti long black coffee.  Dan sepertinya hidup akan terus berjalan seperti ini. Karena sudah mejadi lumrah ketika kita dihadapkan pada berbagai masalah. Sudah menjadi biasa ketika kita diberikan kondisi yang full dengan sensasi. Pada saatnya semua akan kita sajikan dengan cara kita sendiri. Tapi jangan pernah menutup ruang hati, seberat apapun beban yang ada, adalah cara Tuhan untuk mendekatkan kita pada-Nya. Dan bagaimanapun kita selalu butuh tempat menuangkan kekacauan yang ada.

Kini...
Sederet kursi jadi perhatian
susunan kopi di rak mencuri pandangan
ada simpul senyum tersirat
ada goresan tersurat
butuh limau sepertinya
atau aroma dari pemanggang kebab?
pilih saja sesukamu
dan jangan biarkan decak cicak menjadi candu

disudut sana berteriak...
oohhh... begituu..

abaikan!

......................

Kini tentang hal lain, sesuatu yang sudah mendarah daging. Tak perlu lah banyak dibahas. Tetap jadi rahasia hati. Anggap saja kaus kaki. ^^

Back to AFFOGATO...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

LENTERA

Entah sudah berapa senja menemani pertemuan kita, dengan siluetnya yang terkadang manis dan miris. Sudah berapa kali gerimis memayungi kebersamaan kita, bahkan dalam ruang itu kita kerap merapal kata-kata yang mengusir kejenuhan... Pertemuan memang sebuah rahasia, begitu pun perpisahan... 
Kita bertemu lalu dipisahkan, itu adalah hal yang sudah ditawarkan hidup. Namun bukan berarti kita harus membenci keadaan. Bagaimanapun kita akan selalu dihadapkan pada persoalan-persoalan yang berbeda. Hari ini begini,esok begitu, lusa dan yang akan datang pun tidak sama. Tidak menjadi haram ketika soal hati harus terhenti, namun tidak juga halal ketika kita tahu perbedaan itu tidak bisa disatukan, namun kita menuntut demikian.
Rumitnya isi kepala sekarang seperti tengah berada dalam belukar yang dipenuhi alang-alang yang tinggi. mengajak jemari untuk beberapakali menggaruk yang sudah terkeruk. Ini apa??? Reaksi dari jawaban yang di inginkan pun menjadi suram. 
Tiba-tiba pengap, sesak...
Dan tengg…

LENTERA #2

11.30 Wib Waktu yang kamu tentukan hari ini untuk kita bertemu, harus selesai sekarang! Pintamu lewat whatsapp, dan akupun memberikan emoticon tanda setuju.
Gaduh dan rusuh perasaanku kini, sengaja kusibukkan diri dengan beberapa kegiatan. Hanya untuk coba melenyapkan perasaan yang entah disebut apa. Mengingatmu adalah cahaya, mengingatmu adalah rindu, mengingatmu adalah candu. Hhhhh.. haruskah berakhir sekarang? Fiuhh.. 
Jarum jam diangka 11.18 Wib 12 menit lagi wajahmu akan menari bebas dihatiku, bahkan mungkin liar mencakar-cakar direlung yang terdalam. Hukuman apa ini Tuhan? Lirih ku mengeluh. Detak jarum jam saat ini tak ingin kudengar, semakin gila rasanya harus menemuimu dan akhirnya meninggalkanmu. Hhhh.. lagi-lagi menghela nafas.

Ternyata kamu terlambat, cukup lama aku menunggu di depan minimart. Kesabaranku semakin diuji rasanya. Cuaca panas menambah kegelisahan yang tak sedetikpun mau hilang. Tapi aku menunggu, akan terus menunggu sampai akhirnya kita sepakat meninggalkan …

Perkara Manusia...

Perkara Manusia...  Merasa BENAR adalah salah, tapi cobalah merasa SALAH agar tahu caranya untuk BENAR...
Nasehat itu tidak melulu dengan sebuah ayat atau hadist, tapi sikap dan sifat yang jadi kebiasaan juga dapat jadi NASEHAT bagi yang berpikir... Simplenya NGACA dulu sebelum kasih statement orang lain itu begini dan begitu, kurang ini kurang itu... 
Apalagi statement ditujukan kepada orang terdekat. Sadar diri itu penting, benahin diri sendiri lebih penting! Jangan khilaf, orang terdekat adalah yang tahu segalanya tentang kita. Nggak lucu tetiba kamu mau pasanganmu berubah, sedangkan kamunya masih SALAH! 
Baru separuh perjalanan lho.. Masih panjang dan rumit perjuangannya, jangan kufur nikmat yang efeknya bisa buat HATI nggak SEHAT! Hargai diri sendiri dulu, kalau belum bisa hargai orang lain. Nggak perlu umbar kita yang paling SABAR, karena tabir kehidupan tetap butuh keselarasan! .
Jauhkan kami dari kebiadaban, ketika dekat.. RAJAM!
#gituaja