Langsung ke konten utama

Nyaman Terbang dengan Maskapai Terbaik, Bye Bye Aerofobia!

Mungkin kejadian ini sempat kamu alami. Saat pertama kali ditawarkan naik pesawat untuk berkunjung ke suatu tempat, sudah terbayang akan nervous yang luar biasa. Maklum saja, kalau belum pernah naik pesawat sebelumnya pasti yang terpikir ketika ingin naik pesawat adalah takut terjadi kecelakaan. Entah itu mendarat darurat, cuaca buruk, atau bahkan sampai membayangkan yang ekstrim,  pesawat menabrak gunung! Semua itu selalu terbayang sehingga menjadi aerofobia.
 
Sumber : psicolagia.com
Perlu kamu ketahui, aerofobia merupakan sebuah ketakutan atau kekhawatiran ketika naik pesawat. Biasanya fobia ini muncul setelah melihat berita kecelakaan pesawat atau  mendengar pengalaman tidak mengenakkan  saat naik pesawat. Alhasil, ketika seseorang terjangkit aerofobia akan merasa takut dan enggan naik pesawat.

Lalu sebenarnya, bagaimana sih caranya agar bisa menghilangkan aerofobia? Salah satu cara yang simpel yaitu dengan naik pesawat. Mengapa? Aerofobia tidak akan hilang jika tidak mencoba naik pesawat. Terkadang yang muncul dalam pikiran adalah prasangka-prasangka dan ketakutan-ketakutan yang sering kali tidak terjadi pada kenyataannya saat naik pesawat.

Selain itu untuk, menghilangkan aerofobia juga bisa dengan cara naik pesawat dengan maskapai terbaik. Salah satu contohnya adalah Garuda Indonesia Airlines. Siapa sih yang enggak kenal dengan maskapai ini? Karena performance dan track record-nya yang bagus, maskapai ini menjadi standar beberapa perusahaan saat melakukan perjalanan bisnis atau dinas luar.

Selain menjadi maskapai penerbangan untuk beberapa perusahaan, Garuda Indonesia Airlines juga merupakan 10 maskapai terbaik di dunia versi Skytrax pada tahun 2015 lalu, amazing! Dengan prestasi dan reputasinya yang telah diakui, tak heran banyak yang merasa nyaman saat terbang bersama Garuda Indonesia Airlines meskipun untuk mereka yang pertama kali merasakan naik pesawat.

Beberapa kerabat yang pernah merasakan terbang dengan maskapai terbaik seperti Garuda Indonesia Airlines menceritakan, setidaknya ada 3 poin mengapa maskapai ini masuk 10 besar maskapai terbaik di dunia versi Skytrax tahun 2015 lalu, berikut poin-poinnya:

1.    On Time Performance (OTP)
Satu hal yang paling dicari dari maskpai Garuda Indonesia Airlines adalah karena ketetapan waktunya.  Maskapai ini terkenal sebagai maskapai yang jarang delay untuk jadwal penerbangannya. Selain Garuda Indonesia Airlines, maskapai lainnya yang juga memiliki On Time Performance (OTP) cukup baik adalah Batik Air.

Ketepatan waktu menjadi hal yang penting tentunya bagi setiap orang. Selain tepat waktu, kecepatan dan kemudahan saat booking tiket juga menjadi hal yang penting di era digital seperti sekarang. Kehadiran situs booking tiket online seperti Traveloka.com dan Online Travel Agent (OTA) lainnya tentu sangat membantu.

Bukan hanya mudah, kehadiran banyak tiket promo pesawat juga menjadi salah satu daya tarik tersendiri.   

2.    Cabin
Cabin pesawat yang lega dan nyaman untuk duduk juga menjadi salah satu concern pelayanan maskapai Garuda Indonesia Airlines. Jika cabin pesawat lega dan nyaman, tentu sangat penting bagi mereka yang baru pertama kali naik pesawat agar suasananya nyaman dan kekhawatirannya saat terbang dengan pasawat perlahan terlupakan.

Apalagi jika harus terbang dengan waktu yang lama, cabin yang nyaman dan lega tentu semakin membuat customer jatuh cinta dan nyaman terbang bersama maskapai terbaik seperti Garuda Indonesia Airlines.
Sumber: indoflyer.net
3.    Pramugari dan Staff
Satu hal lainnya yang menyenangkan ketika terbang bersama Garuda Indonesia Airlines adalah pramugari dan staff nya yang ramah-ramah. Pakaiannya yang sopan sangat menggambarkan budaya dan adat ketimuran khas Indonesia.  Staffnya  juga ramah kepada customer, sehingga membuat pengalaman terbang dengan maskapai terbaik semakin berkesan.
Sumber: pinterest.com

Tiga poin tersebut tentu menjadi solusi untuk yang menderita aerofobia. Terbang dengan maskapai terbaik tentu memberikan kesan yang menyenangkan. Memang benar, salah satu cara menghilangkan ketakutan akan sesuatu itu bukan menghindar dari sesuatu tersebut, tapi mencoba menikmatinya.

Menghilangkan aerofobia bukan dengan cara menghindari naik pesawat, tapi cobalah naik pesawat tapi dengan syarat memilih maskapai terbaik dengan reputasi yang baik pula. Selain itu, cobalah dengarkan cerita dari mereka yang telah terbebas dari aerofobia atau mereka yang sering naik pesawat. Kekhawatiran berlebihan yang terbayang dipikiran, nyatanya tidak demikian kok!

So, enjoy your flying!

Komentar

  1. Ehemmm... *senyum-senyum..

    BalasHapus
  2. garuda emang mantep bener euy :D salut ama maskapai yg satu ini... trus maju garuda indonesia!!!

    BalasHapus
    Balasan
    1. yoi bang,.. tapi entah kapan saya bisa jadi penumpang disono.. hahah...

      Hapus
  3. saya yang kelamaan nda mampir ato piye iki?
    aura blog ini agak berbeda. eaa...

    BalasHapus
    Balasan
    1. auranya makin aneh yak,.. wkwkwkwk..

      Hapus
  4. betul banget mbak, suka takut kalau naik pesawat tuh.
    terimaksih infonya mbak, sangat bermanfaat.

    BalasHapus

Posting Komentar

Makasih buat jejaknya... ^_^

Postingan populer dari blog ini

LENTERA

Entah sudah berapa senja menemani pertemuan kita, dengan siluetnya yang terkadang manis dan miris. Sudah berapa kali gerimis memayungi kebersamaan kita, bahkan dalam ruang itu kita kerap merapal kata-kata yang mengusir kejenuhan... Pertemuan memang sebuah rahasia, begitu pun perpisahan... 
Kita bertemu lalu dipisahkan, itu adalah hal yang sudah ditawarkan hidup. Namun bukan berarti kita harus membenci keadaan. Bagaimanapun kita akan selalu dihadapkan pada persoalan-persoalan yang berbeda. Hari ini begini,esok begitu, lusa dan yang akan datang pun tidak sama. Tidak menjadi haram ketika soal hati harus terhenti, namun tidak juga halal ketika kita tahu perbedaan itu tidak bisa disatukan, namun kita menuntut demikian.
Rumitnya isi kepala sekarang seperti tengah berada dalam belukar yang dipenuhi alang-alang yang tinggi. mengajak jemari untuk beberapakali menggaruk yang sudah terkeruk. Ini apa??? Reaksi dari jawaban yang di inginkan pun menjadi suram. 
Tiba-tiba pengap, sesak...
Dan tengg…

Perkara Manusia...

Perkara Manusia...  Merasa BENAR adalah salah, tapi cobalah merasa SALAH agar tahu caranya untuk BENAR...
Nasehat itu tidak melulu dengan sebuah ayat atau hadist, tapi sikap dan sifat yang jadi kebiasaan juga dapat jadi NASEHAT bagi yang berpikir... Simplenya NGACA dulu sebelum kasih statement orang lain itu begini dan begitu, kurang ini kurang itu... 
Apalagi statement ditujukan kepada orang terdekat. Sadar diri itu penting, benahin diri sendiri lebih penting! Jangan khilaf, orang terdekat adalah yang tahu segalanya tentang kita. Nggak lucu tetiba kamu mau pasanganmu berubah, sedangkan kamunya masih SALAH! 
Baru separuh perjalanan lho.. Masih panjang dan rumit perjuangannya, jangan kufur nikmat yang efeknya bisa buat HATI nggak SEHAT! Hargai diri sendiri dulu, kalau belum bisa hargai orang lain. Nggak perlu umbar kita yang paling SABAR, karena tabir kehidupan tetap butuh keselarasan! .
Jauhkan kami dari kebiadaban, ketika dekat.. RAJAM!
#gituaja

LENTERA #2

11.30 Wib Waktu yang kamu tentukan hari ini untuk kita bertemu, harus selesai sekarang! Pintamu lewat whatsapp, dan akupun memberikan emoticon tanda setuju.
Gaduh dan rusuh perasaanku kini, sengaja kusibukkan diri dengan beberapa kegiatan. Hanya untuk coba melenyapkan perasaan yang entah disebut apa. Mengingatmu adalah cahaya, mengingatmu adalah rindu, mengingatmu adalah candu. Hhhhh.. haruskah berakhir sekarang? Fiuhh.. 
Jarum jam diangka 11.18 Wib 12 menit lagi wajahmu akan menari bebas dihatiku, bahkan mungkin liar mencakar-cakar direlung yang terdalam. Hukuman apa ini Tuhan? Lirih ku mengeluh. Detak jarum jam saat ini tak ingin kudengar, semakin gila rasanya harus menemuimu dan akhirnya meninggalkanmu. Hhhh.. lagi-lagi menghela nafas.

Ternyata kamu terlambat, cukup lama aku menunggu di depan minimart. Kesabaranku semakin diuji rasanya. Cuaca panas menambah kegelisahan yang tak sedetikpun mau hilang. Tapi aku menunggu, akan terus menunggu sampai akhirnya kita sepakat meninggalkan …