Langsung ke konten utama

Postingan

AFFOGATO

Hari ini masih ditempat yang sama, ditemani AFFOGATO yang selalu bikin nagih. Hmmm... alunan music yang mengalun disini menjadi propokator untuk mengingat hal-hal yang mengunduh hati menjadi gaduh. Tumben, biasanya akan diputar lagu-lagu remaja kekinian, namun kali ini instrument piano jadi backsound tulisan sekarang. Serius, tiba-tiba bikin meleleh.. :(


Selintas pikiran kian mengacak dari kejadian satu pada kejadian lainnya. Dari hal yang menyenangkan sampai hal yang jadi melodrama. Seperti AFFOGATO yang dibuat di cafe' ini. Ya! Paduan vanilla ice cream dan long black coffee yang mengisi gelas mungil jadi khas rasa AFFOGATO. Sederhananya adalah vanilla ice cream yang kian meleleh tidak saja mendinginkan rongga dimulut, namun menyejukkan tenggorokan. Lalu, long black coffee yang tanpa gula seolah menjadi penikmat rasa diatas rasa. Tampilan keduanya tidak seperti sajian yang lain, yang akan di design semenarik mungkin. AFFOGATO terlalu sederhana secara fisik, tapi diukur dari rasa…
Postingan terbaru

Fight

Seperti biasa, disini tempat menghilangkan kejenuhan. Dan hari ini kembali menyeruput secangkir long black coffee yang sudah menjadi minuman wajib disini. Sebenarnya agak random, entah mau nulis tentang apa. Tapi melihat dan memperhatikan tempat ini, cukup bahagia sebenarnya. Ada se gank anak SLTP (kaum hawa) yang sedang tertawa level 25. Obrolan mereka yang ringan dan menyudutkan pada hal tentang rutinitas mereka mengunggah senyum lebar buat saya. 21thn yang lalu saya dan mereka adalah sama, mengenakan seragam putih biru yang terkadang hanya ganti sekali seminggu.. Hahaha.. Yang berbeda adalah jenis musik yang mereka bahas, makanan kesukaan, tempat kongkow dan kegiatan ekskul yang berbeda 180 derajat tentunya. Bahagia itu sederhana memperhatikan dengan diam itu hal yang menyenangkan.
Adapula sekumpulan remaja yang duduk tepat dekat pintu masuk. Tidak terlalu ramai yang mereka bahas, malah terkesan basi dan pasif.. semuanya sibuk dengan smartphone masing-masing. Hmm.. 
Dan setelah as…

Ingkar

Tertegun pada katamu
tentang aroma limau yang menusuk hidung
berteman secangkir kopi yang tersenyum meniadakan kepenatan ada setumpuk bising, dan sebaris tatap menelisik harap-harap cemas aku menunggu... dan waktu seolah terantuk pada rasaku...
Tersenyum pada katamu tentang warna pelangi yang menyimpan rindu sedetikpun tak surut rasanya menahan sesak dalam benak pikirpun meluas, menyapa langit yang masih pamerkan awan harap-harap cemas aku menanti... dan seringkali tatap ini menjurus pada daun pintu
Dan... dalam waktu yang tidak sama...
Terjerumus pada ingkarmu.. abaikan hati.. pahamku, menanti seperti mati apa peduliku? seperti menggendong sekarung beras dan apa pedulimu? hanya hitungan yang sebentar sudah memutar 

Together We Are One

Ini hanya awal, menyatukan kebersamaan itu butuh waktu, butuh kesabaran dan ketelatenan. Akhirnya kita tidak pernah tahu sampai kapan kita masih ada dalam satu naungan ini. Harapannya tentu saja akan ada yang kedua, ketiga dan mungkin tak terhitung lagi jumlahnya. Terima kasih untuk kalian yang sudah berpartisipasi menjahit kebersamaan kemarin, tetap solid yaa.. Tetap berpikir positif, karena apapun.. Silaturahim itu rezeki, silaturahim itu nikmat, silaturahim itu sehat. 

01 Juli 2018 jadi tanggal special mulai sekarang, ada haru yang menumpuk.. tawa bahagia dari setiap canda adalah obat dan vitamin hati dari rasa lelah selama berjibaku selama perjalanan sebelum hari H. Perjuangan rekan-rekan yang bersedia meluangkan waktu, tenaga, biaya dan pikiran tentunya terbayar sudah. Setiap nyinyir yang mengalir terbukti mubazir. Setiap prasangka buruk akhirnya terkeruk. Percaya bahwa setiap niat baik akan menghasilkan hal baik, setiap niat tulus Allah berikan orang-orang tulus tanpa modus.
Allah…

Bye...

Hanya menunggu ada yang mengalir di no. rekening sebenarnya. Setelah itu.. Salam selamat tinggal teruntuk kalian. Hhhh.. Berat dan tidak mudah, hitungan bulan menjadi bagian dari kalian adalah berkah. Ada kepedulian yang teramat manis, obrolan yang selalu mengunduh ilmu tentang apapun.. Candaan khas yang menyudutkan kita pada suatu rasa yang ritmenya selalu membawa tawa lepas dan bebas. Pelajaran yang paling berharga bersama kalian adalah kisah-kisah indah yang menerawang yang sering kita ungkapkan dalam keadaan yang tidak benar disini. Loyalitas, kesabaran, ketekunan dan keikhlasan yang menjadi pegangan dari kalian adalah hal yang sungguh mahal. Aku cemburu... dan aku malu.. pada akhirnya  menyerah dan pergi dalam harapan besar kalian. 
Kita sering membicarakan tentang kekecewaan, tentang kemarahan dan tentang kejenuhan situsi saat ini. Berulangkali kita sama-sama saling menguatkan, menerima dan selalu mensyukuri apa yang sudah menjadi garis yang ditulis oleh-Nya. Dan maaf... dalam …

LENTERA #3

Satu hari nyaris penuh bersamamu, kita sama-sama membuka semua tentang perasaan yang tertahan. Kerap pandangan kerinduan itu menuntun kita untuk tidak saling menjauh. Perjalanan yang romatis dengan aura gerimis dan cuaca yang cerah seolah membujuk kita tetap dalam rasa yang semakin indah ini. Tawamu, bicaramu dan matamu yang tidak pernah diam itu. Mengusik aku untuk tetap memanjakanmu, menyayangimu dan mencintaimu lebih dari sebelumnya. Yaaa.. semakin hari aku akan mencintaimu lebih dari hari kemarin. Dan kamu tahu itu. Dalam gejolak emosi atau amarahmu sekalipun, rasaku tetap melambung dan mengakar diujung lembayung.
Tidak pernah cukup! Yang selalu kita rasakan saat merajut kebersamaan. Obrolan kita masih amat menyenangkan, walau terkadang cemburu di dadaku tertumpahkan. Kamu yang selalu membuat hati yang lain kasak kusuk, hingga mereka mencuri waktu dengan memaksakan untuk ada bersamamu. Hhhhh… rasanya ingin pergi menjauh dan menghilangkanmu dari pikiranku. Aku bukan sedang cemburu b…

Tanpa Judul

Diruang ini tidak sendiri, ada beberapa yang dalam dunianya sendiri. Sosok itu sibuk dengan teriakan dari lanang yang inginkan kepuasan. Bibirnya mengerucut, matanya mendelik, ada kerutan yang tidak biasanya di dahi yang isyaratkan kekesalan. Kini hidungnya mulai mengencang, jantungpun mulai tidak beraturan. Hmmm… pemandangan yang menyenangkan.. ^^
Tubuhnya kini bersandar disofa, keinginannya berselancar di dunia maya mengacuhkan kondisi yang ada. Dan seperti memperlakukan seorang bocah yang inginkan es krim, smartphone itupun kini dengan sukarela berpindah hati. Untung saja tertolong dengan mahluk gaib ciptaan manusia (read.laptop). Setidaknya otak ini kembali berjumpalitan dengan mengejar abjad-abjad yang bersahabat. Beberapa lagu menjadi suporter dalam menyelami setiap makna dari kalimat yang tertumpahkan disini. Mungkin, bukan kalimat yang menyemai keindahan. Bukan pula susunan kata yang menjadikan mutiara. Tapi dapat menghibur beberapa perasaan yang sempat terkubur.
Keadaanpun me…