:: Mistery Number 4 ::

“ K' Naiii... T' Ine dan keluarga'a dah datang, ibu minta k' nai langsung temui diruang makan,.. “ kata2 lis' mengubah keadaanku yang lelap dalam naungan lembaran ayat ayat Al-qur'an,.. “ iaaa... k' nai segera kesana... “ jawabku, lis' berlalu tanpa banyak kata lagi,.. aku bergegas merapikan kondisiku, 1jm cukup buatku merasa tenang diatas hamparan sajadah itu, semua kegundahan hati telah kucurahkan kepada Illahi dan kiniiii... aku tak boleh mengingkari situasi, aku harus menghadapi'a karena dengan penuh kasih sayang, Allah telah berikan keyakinan untukku melewati malam ini...
dan aku harus yakin bahwa aku bisa menitikkan satu kebijakan dalam asaku sekarang...
bagaimanapun aku masih penganut setia firman Allah dlm Qs.Al-Baqarah:286 “ Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.. “ amiiin..., bisikku dalam hati.. sesaat getar nada sms terdengar dari handphoneku, mistery number menyapa ku dan aku tersenyum setelah'a.. hanya firman Allah yang dia berikan untukku skg, tanpa salam bahkan sapaan biasa'a.. “ Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya). Jika kamu orang-orang yang beriman “ (Al-Imran:139). Semangatku bangkit semoga Allah memberikan keteguhan dan cahaya pada hatiku sekarang, memilah dengan tidak memperburuk keadaan dan senyum adalah satu hal yang aku jaga walau ada seoles titik kegerahan yang terukir diujung hati yang terdalam. “ Bissmillahirrohmaniirrohiiim... “ akupun melangkah menuju ruangan yang penuh dengan menu makan malam...
***
Wajah ibu terlihat bahagia, belum pernah aku melihat'a secerah ini... T' Ine dan suami'a kang Rafli sudah duduk sambil sesekali bercerita yang tak jarang mengundang tawa, terlihat seorang pria dengan wajahnya yang teduh, Yaa Rabbiii... diakah??? tanyaku dalam hati, mengusir kegelisahan akupun mengucap salam... “ Assallamu'alaikum... “ sontak semua tertuju padaku, “ Wa'alaikumsallam.. Naiii... “ jawab semua dengan senyum yang penuh harap... “ maaf kelamaan nunggu'a... “ jawabku seraya bersalaman dan berpelukan dengan T' ine dan semua hanya menjawab dengan senyuman, “ ya sudah makan dulu yuuukkk.. nanti keburu dingin.. ngobrol serius'a setelah makan.. “ ibu berbicara mengusir kegelisahan yang ada... lis tak jarang melirikku dengan wajah'a yang menggoda... hmmm..... selanjut'a kami menikmati makan malam bersama tak lupa membaca do'a, next... tak ada suara kecuali melodi dari kolaborasi sendok, garpu dan piring... selebih'a semua bergumul dalam hati, entah apa yang ada dalam benak masing2... tak lebih ½ jm acara makan malam selesai, dan tanpa dikomando aku dan lis' merapikan meja makan ibu mengiring keluarga T'Ine keruang tamu ada aura bahagia yang kulihat disana... “ Ehm,.. gimana kak??? “ tanya lis' memecah kesunyian... “ apa'a??? “ aku balik bertanya... “ hmmm... kelihatan'a cocok banget sm k'nai, lis perhatiin ada kemiripan antara k' nai sama...??? “ Hhhhhh... aku menghela nafas dan berlalu menuju wastafel... “ buat kamu z deh... “ kataku tanpa beban... “ yeeee... lis' cuma berasumsi z' seperti'a insyAllah bisa jadi imam buat k' nai... insyAllah dia ikhwan yang soleh,  dan dia seorang yang mandiri kak', bukti'a dia bisa mendirikan perusahaan di bidang Travel dan bisnis percetakan yang bernuansa islami, lis' tau dari cerita2 sebelum K' Nai datang tadi dan semua itu atas keuletan'a berikhtiar sampe bisa sukses sekarang.. tapi apapun pilihan k'nai lis support qo'... “ hmmm.. aku hanya bergumam dan no comment... !!!
***
“ Naiiii... “ Ibu memanggilku, akupun segera menghampiri ruangan yang tercipta suasana grogi sekarang. aku duduk disebelah ibu, T' Ine disofa sebelah kanan dan kang Rafli juga pria itu berada dihadapanku hanya terhalang meja dengan hiasan pas bunga ditengah'a. Sunyi sejenak... “ kalian sudah saling mengenal kan??? “ tiba2 kang Rafli bicara memecah kesunyian, entah siapa yang menggerakkan pandanganku hingga mata ini beradu pandang dengan'a, pria yang seingatku teman di SLTP dulu... yaaa... dia Abi Dzuaib,... anak baru di sekolahku tapi hanya 4bln saja setelah itu dia pindah ke Jogja ikut dengan keluarga Kang Falah salah satu kerabat mereka. hmmm... ada desiran aneh saat tatap mata ini bertemu dan entah seperti ada kenyamanan melihat sosok tenang itu... " Asstaghfirullah... " seperti ada salju dihatiku sekarang,.. " Baiklah to the point z, mungkin sebelum'a  Bu' Sandra sudah tahu bahwa kedatangan kami kesini adalah untuk meminang Nai menjadi pendamping hidup Abi.. untuk keputusan'a kami serahkan kepada Ibu dan Nai... " Kang Rafli bicara lugas tanpa basa basi... nuansa merah jambu meronakan pipiku sekarang, " Ya Allah... kenapa ada rasa ini??? " dan tanpa menunggu lama ternyata ibu menyerahkan semua keputusan itu padaku.. aku seperti berada ditengah suatu pengadilan dan aku terdakwa'a semua mata tertuju padaku... suasana berubah hening, dan decak cicak didinding seolah sedang mengejekku... " Mungkin Nai butuh waktu, dan saya siap menunggu... " tiba2 Abi berkata, jujur ada kelegaan setidak'a cukup mewakili apa yang ingin aku utarakan dan dia sudah menjawab tanpa harus kuminta. " tapiii.. afwan sebelum'a... jujur saya merasakan kegelisahan dihati Nai, sebaik'a diutarakan saja... " Abi berkata lagi dan cukup mengagetkan... " Maksud'a??? " tanyaku... " Afwan kalau salah... " hanya itu jawaban dari'a... T' Ine dan Ibu memandangiku seolah melegalisasikan apa yang Abi rasakan, " baik'a dibicarakan sekarang saja Nai,.. insyAllah kami siap dengan kondisi ini " suara T' Ine terdengar netral, suasana berubah kembali menjadi sunyi aku tak bisa berkata kata  lagi sampai akhir'a semua terlewati dengan kesepakatan 3hr kemudian mereka akan datang dan meminta jawabanku.
***
" Assallamu'alaikum, pagi bidadari... " sms mistery number menyapa pagiku yang gundah... " Wa'alaikumsallam.wr.wb... " jawabku... " gimana??? sudah lihat calon suamimu??? adakah bimbang sekarang??? " tanya'a... " entah... " jawabku singkat... " kalau begitu aku tau jawabanmu... do'aku semoga bahagiamu bersama'a... " ada yang berat didadaku seperti ada yang menekan hingga bernafaspun sulit... " jangan terlalu cepat mengambil kesimpulan, aku butuh waktu... " , jawabku...  " sudahlah... aku tau keraguan itu muncul karena ada hal sempurna ttgnya dimatamu... " , lagi2 dia balaz dan buatku makin sesak, " so' tau... " jawabku kesal... " Naiii... jujurlah pada hatimu, dia lebih baik dariku kan??? ingat aku bukan siapa siapa... aku hanya seorang yang cacat dan miskin..." kembali kata kata yang menyebalkan itu keluar lagi... " aku mau kamu datang temui ibu secepat'a... !!! " tiba2 aku kembali meminta hal yang tak pernah kulakukan pada pria manapun apalagi kepada sosok yang masih mistery bagiku... " kenapa??? untuk dijadikan sebagai perbandingan??? sudah tentu dia lebih sempurna..." jawab'a seolah gusar... " Ya Allah,.. bukan itu maksudku, aku hanya mau kamu datang agar ibu tidak lagi paksa aku menikah dengan pria itu... waktuku hanya 3hr... " tak ada jawaban, hmmm.. kenapa dia yang marah pikirku... setengah jam berlalu sarapan pagi ini sungguh tak ada selera untukku, bahkan untuk ke kantorpun rasa'a tak berguna lalu kuputuskan untuk tidak masuk sekarang. biarlah hariku kali ini kulalui dikamar,..
***
waktu terasa sangat cepat senja mulai berarak tuk' istirahatkan kedigdayaan'a,.. sebentar lagi maghrib, aku masih asyik dengan semua imajiku... mengingat kejadian kemarin, lamaran itu dan sosok simpatik yang terpancar semakin apik diingatanku sekarang... Hhhhhh... kenapa wajah'a sulit aku lupakan??? apakah aku mulai membuka hatiku untuk'a... lalu... bagaimana dengan mistery number yang sudah buatku meletup letup dalam kisi kisi yang indah menghiasi waktuku??? kini aku terperangkap dalam jerat yang kedua'a indah bila dibayangkan... Asstaghfirullah... inikah dilema yang membawaku pada kegundahan tanpa kemilau yang jadikan biru dalam syahdu??? ampuni aku yaa Rabb... dosa ini rasa'a kian asyik kuurai dalam setiap waktuku, izinkan aku tetap menjadikan cinta-MU yang teratas lindungi aku dari rasa yang hanya membawaku dalam lautan api neraka, aku hanya manusia biasa yang kini tengah jatuh cinta namun entah aku belum menemukan kejelasan tentang rahasia yang KAU berikan sekarang, bantu aku yaa Rabbi... tuntun aku untuk memilih yang terbaik dari ke2'a... airmata kini telah jadi telaga sungguh ada sembilu yang kian mengajakku dalam suasana haru, terbayang wajah ibu yang kecewa karena  telah lama merindu akan kebahagiaanku duduk dipelaminan, mempunyai keluarga yang sakinah,mawadddah dan warrahmah... apa ia kesekian kali'a aku mengabaikan bahagia'a??? " K' Naiii... " suara lis' terdengar memanggilku, entah yang keberapakali'a ia mengetuk pintu kamarku... " iaaaaa... sebentarrr.. " jawabku sambil membuka pintu. " Asstaghfirullah... kk kenapa??? pucat amattt... ??? " lis bertanya dan jelas khawatir melihat penampakanku... " ga pp... baru bangun tidur z'... " jawabku sambil tersenyum simpul... lis bergumam " sudah adzan, shalat maghrib jama'ah yaa... ibu dah nunggu di mushola keluarga, cepet wudhu..  " kata'a sambil mendorongku menuju kamar mandi,.. aku bergegas dan tak lama shalat maghrib jama'ah terlaksana, kini keheningan terasa mendalam apalagi jama'ah kali ini ibu menjadi imam'a,  biasa'a aku atau lis'...entah terasa ada  rintih yang enggan pergi ... ibu sama sekali tak seperti biasa'a, banyak diam dan sungguh buat susunan tulangku berantakan... akhir'a tanpa kata aku kembali kekamar... dan lis' membuntutiku dari belakang, " jangan ngerem lagi, makan dulu yuuukkk...??? " ajak lis' setengah merajuk, ,, " kamu duluan z', nanti k'nai nyusul... " jawabku males'an... tiba2 lis' duduk disampingku sambil menyenggol punggungku ia berkata... " k' nai pasti lagi gundah yaa... ??? g ush lama" gundah'a inget sama Allah semua pasti indah... seperti firman'a dlm Al-qur'an “(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tentram.” (Ar-Ra’d: 28)... kali ini aku menyerah, akhir'a aku beranjak dan makan malam bersama ibu juga lis'... lagi2 suasana tidak nyaman kurasakan... hingga adzan isyapun berkumandang... " kriiiiiiiiiiiinggggggg... "  bunyi telp rumah mengejutkan seisi rumah... ibu segera beranjak mengangkat telp, aku dan lis' saling memandang... hanya beberapa saat ibu kembali... " tadi telp dari t' ine... kata'a besok mereka datang dan minta keputusan itu.. " aku terkejut... " bukan'a 3hr yang mereka minta??? " , lis terlihat beranjak tak mengikuti episode kali ini... " ada kepentingan dari keluarga mereka dan hanya besok waktu yang ada, karena lusa hingga 3hr kedepan mereka harus berangkat menghadiri sebuah acara keluarga... " penjelasan ibu cukup dimengerti... " yakinkan hatimu naiiii... ibu mengamini apapun keputusan itu... mereka kesini besok malam selepas isya... " kembali ibu berkata lalu pergi meninggalkan jejak yang kelabu dihatiku... 
***
" ternyata besok mereka datang... apa yang harus kulakukan...??? " merasa buntu aku sms mistery number tanpa salam,.. entah... hanya pertanyaan itu yang mengalir dibenakku... " ikuti kata hatimu... " jawab'a singkat... " apa ga ada solusi lain, selain kau serahkan semua keputusan padaku??? " aku balik bertanya... " aku seorang yang cacat dan miskin naiii... " kembali dia balas dengan barisan kata yang sudah kuhafal... " aku tak peduli,.. hatiku utuh untukmu,.. " jawabku disertai istighfar dalam hati... " kamu yakin??? " tanya'a cepat... " aku yakinnnnnnn... " jawabku tak kalah cepat... " aku bukan seorang fachri dalam kisah ayat ayat cinta... " jawab'a ... " kamu pikir aku aisya dlm kisah itu??? " aku membalikan fatwa'a... " aku bukan seorang azzam dalam kisah ketika cinta bertasbih... " kembali ia membalaz, dan sungguh buatku geregetannn... " dan aku adalah aku... bukan seorang anna dikisah itu... !!! " jawabku kesal... " baiklah... jangan lagi gundah bidadari,.. sebelum dia datang aku yang lebih dulu datang... !!! " jawab'a mantap dan aku percaya... " sungguh??? " tanyaku dalam deras air mata ini... " do'akan aku tak ada halangan... " jawab'a penuh keyakinan... " shalat isya lalu benamkan jiwamu dalam indah lembaran ayat-ayat Illahi... setelah'a istirahatkan pikiranmu, aku tak mau bidadari menyambutku dengan wajah layu... "
to be continued....

Komentar

  1. ahhhhhhhhhhhhhhh ga seru ah bersambung lagi >_< bikin penasaran...wkwkkwkwk ...bt kang Abi, T In, K Raf, Lis..ke pelem yaw?? aku mana? hahaha *hadeuh meni narsis gene aye*pis :D semnagat!! ayo dipilih2...tulisan selanjutna diantoz nya ;)

    BalasHapus
  2. teteeeeeeeeeeeeeehhhhhhhhhhhh,,,,,
    bikin geregetan ja,,,
    ihhhhh,,,,,,
    kapan ni lanjutannya?????????????
    @ teh chaha : kan dah da di mistery number 1.
    kalo ndak salah c,,,,
    ^_^

    BalasHapus
  3. memey>>>> aduh mbak bonit nihhhh...
    bikin penasaran mulu....
    ayo.. mey tunggu selanjutnya...

    apakah yg akan terjadi???? jrenggg... jrengg..
    ckckcckckck
    -buruan ya :)-

    BalasHapus
  4. @T'Chaca_ha'hahaaa... salahin yang request z' teh,.. semalam bonit dah tanya trus kata'a to be cobtinued z'... gkgkgkgkkkkk... t' chaca udah ada diepisode 2-3 tapi emang peran pembantu c,.. punten yaaaaaaaa... wuakakakkkkk... :P

    BalasHapus
  5. @Nai_heheuuuu... tokoh utama'a ikut"an protes,.. next pasti THE END qo'... ^_*

    BalasHapus
  6. @Memey_xixixiii... masih jadi pembaca setia ternyata, ckckckkk... thx 4 support... insyAllah secepat'a... ^_^

    BalasHapus

Posting Komentar

Makasih buat jejaknya... ^_^

Postingan populer dari blog ini

Manusia

Perkara Manusia...

“Hanya di Kota Tomohon, Manado, Anda Dapat Menyaksikan Hamparan Bunga dan Festival Bunga Seperti di Luar Negeri”