Langsung ke konten utama

:: aku, kamu, dia & dirinya... ::

Ketika semua sudah kusiapkan...
ketika semua sudah kuperhitungkan....
hanya desah sinis yang kudapatkan...
tak taukah kau...
aku mencapai semua ini untuk merengkuhmu...
menjadikanmu halal dalam hidupku...


gilaaa.. kau tak melihatku
walau sekejap saja...
dimana nuranimu...
jangan salahkan aku...
semua tentangmu...
kini tak lagi aku peduli...
satu hal kau perlu tau...
kau hanya debu untukku...

Hmmm.... puisi picisan, mengobati sedikit kemarahan dalam dada seorang pemuda yang baru saja ditolak cintanya, lucu memang... dia seorang yang terlihat tenang dan pendiam siapa sangka karena cinta bisa berubah menjadi seonggok daging yang tergolek penuh darah kebencian... dia... pemuda yang penuh wibawa... tenyata larukan sejuta murka ketika cinta'a berbuah durja...
***
Senja menutup dibalut awan yang kelabu... gemuruh beruntun... dan menenggelamkan ketenangan menjadi sebuah kegelisahan... pemuda itu berjalan... menyusuri setapak jalan yang berujung pada sebuah danau.... hmmm... rinai hujan mulai menyirami perlahan... dan sebentar... berubah menjadi deras'a curahan yang menyejukan setiap amarah yang masih menumpuk didada'a.... dihempaskan tubuhnya dalam barisan rumput rumput yang segar... dibiarkan'a air hujan menghujam tubuh'a yang rapuh... dan kini terdengar teriakan kekecewaan yang telah mengakar....
***
malam merambat,... menawarkan sunyi yang menepikan pada pekat'a kegalauan... " Assallamu'alaikum.... " kata2 salam meluncur dari bibirnya yang gemetar... " Ikaaa... " teriak'a lemah... tak lama ada jawaban... " Wa'alaikumsallam... " dan pintu terbuka... " Asstaghfirullah... ka' Bima kenapa... darimana, kenapa basah semua, terus mobil ka' Bima mana??? " serentet pertanyaan meluncur penuh kekhawatiran... " badan kk sakit semua ka'... ", Bima berbicara pelan sambil melemparkan raga'a disofa... ika bergegas mengambil handuk dan dengan cekatan masak air panas... " emang'a k' Bima darimana??? " tanya'a lembut seraya menyerahkan handuk dan membuka sepatu kk' tercinta'a itu... tak ada jawaban kecuali desahan nafas panjang... " Ya sudah... k' Bima istirahat dulu, ika' buatin teh anget sebentar...", tak lama ika kembali dengan secangkir teh manis hangat ditatapnya Bima yang tergolek lemas dengan pandangan'a yang menerawang...
***
" Yaa... Rabbiii... ada apa sama k' Bima??? ga biasa'a kulihat dia selemah ini, apa yang mengusik hati'a hingga kurasakan kepahitan dalam jiwa'a??? baru kali ini kulihat dia seolah tak bernyawa.. pandangan'a nanar tak sedikitpun kudapati makna??? " ika bergumul dengan pertanyaan dihati'a... ada yang menelusup halus di nurani'a... tangan'a dengan lembut mengusap kening kk terkasih'a itu... dan cucuran air mata mulai membanjiri diatas keharuan yang menyeruak semakin dalam... Bima hanya terdiam... bahkan ketika selesai mandi tak secuilpun makanan yang disediakan'a disentuh.. " kamu tidur z ka' kk ga pp... " kata2 yang nyaris tak terdengar itu keluar dari bibir'a yang kelu... " k' Bima makan dulu yaa??? ika' suapin... " kembali ika merajuk penuh harap... " udah kk bilang kamu tidur z'.. !!! " kini ada nada amarah dalam jawaban'a... ika bergegas pergi menuju kamar dan mengadukan semua'a pada sang KHALIK...
***
aku memang bukan siapa siapa
aku juga hanya susunan syaraf yang tak bermakna...
tapi aku mampu.. dan akan selalu mampu
tentangku... kamu harus tahu...
ada sebilah pedang yang siap kuhujam!!!

sebait kata pujangga kembali tergores dalam kertas yang putih itu... disamping'a tergolek bingkai putih yang tersembul seraut wajah lembut, wajah teduh berkerudung yang dipuja'a... wajah syahdu yang menjadi impian'a... dan wajah itu yang mengubah'a menjadi seorang pelaut kedamaian sekaligus pengais dendam... dilempar'a bingkai itu menjadikan pecahan yang tak terhitung jumlah'a... tak henti ditatap'a kembali dan airmata mengucur tanpa basa basi... " aaaaaaaaaaaaaaaaaaarrrrrrrrrrrggggggggghhhhhhhh... " , teriakan terdengar dan meluluhkan tubuh yang tegap itu... ika mendengar'a jelas dan penuh ketakutan... tak ada keberanian tuk menghampiri akhir'a bergulat dengan bait2 do'a penuh dengan cinta... " biar besok pagi kubicarakan, semoga k' Bima menjadi lebih baik dan tenang..." bisik hati'a....
***
kicau burung menjadikan pagi lebih berseri, belum lagi mentari yang malu2 pergi menghiasi hati para sang pemimpi,... hmmm... ada yang kurang pagi ini sarapan sendiri tanpa celoteh yang biasa'a mengusik dan menggelorakan kemesraan penuh kasih sayang... entah sudah keberapakali'a ika coba membangunkan Bima hanya gumam yang mengisyaratkan kelelahan... dan subuhpun terlewati tanpa ada yang mengimami... " Yaa Rabb... semoga semua ini tidak berkepanjangan.. ", harapan itu menggunung... dielus'a pipi sang kk' dan berbisik... " ika kuliah dulu k'... sarapan'a udah ika siapin, wajib dimakan... semoga hari ini dijadikan indah utukmu... " selanjut'a ika berlalu...
***
matahari sudah mulai menampakkan kedigdayaan'a,... debu bertebaran dimana mana, ika berjalan diikuti sahabat'a... berteduh dibawah pohon yang cukup rindang... kebetulan ada kursi panjang yang memang disediakan ditaman itu... suara2 kendaraan dan tawa para  penghuni jalanan mulai mengusik siang yang cukup terik.... " Jadi sampe sekarang k' Bima ga angkat telp'a ka'??? " tanya elsa sahabat yang selalu menemani'a... " blom... aku khawatir cha'... " jawab ika sambil masih coba menghubungi Bima... " masih tidur mungkin.... kamu bilang kan dia pulang larut malam terus acak2an lagi.... mungkin masih kecapean n 'perlu pemulihan juga kan??? " jawab cha... " iaaaa.. tapi aku khawatir,.. ga pernah kulihat k' Bima seperti ini... pasti kalo masih tidur shalat'a ketinggalan.. gimana cara'a ya??? " masih dengan nada yang khawatir... " ya udah klo gitu kita makan dulu yuuukkk,.. habis itu shalat... mudah"an nanti ada kabar baik... " jawab cha... dan ika mengangguk setuju...
***
Bima terbangun seluruh badan'a terasa sakit... kepala'a berdenyut hebat... mata'a lelah dan lukiskan gundah... mencoba bangkit dan dilihat'a seisi kamar yang terlihat rapi... mata'a bergerak menuju jam dinding... " Ya Allah... jam 1/2 3... " diambil'a handphone dan jelas 22 kali misscall dari ika... " pasti dia khawatir tentang keadaanku... " pikirnya... dan langsung menelpon... " Assallamu'alaikum... k' bima... baik2 z kan???" jawaban dan pertanyaan cepat terdengar dari suara adik'a itu " wa'alaikumsallam.. ia kk baik2 z.. baru bangun... " jawab'a serak... " Allhamdulillah.. ya udah klo gitu jangan lupa makan, ika dah siapin semua'a... jangan kemana2 ya kak sebelum ika pulang... " sahut ika penuh kekhawatiran... " iaaa... ya udah kamu hati2.. " jawab bima... dan bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan diri...
***
waktu berlalu dan mengundang senja untuk menyapa... " kalo begini terus,.. aku bisa gila... " rutuk bima dalam hati... Hhhhhhhhh... helaan nafas'a coba menyamankan gumpalan yang terdalam... yang dilakukan'a kini hanya mondar mandir dikamar... makan sudah, nonton tv terasa menjenuhkan... apalagi??? pikir'a terasa buntu... " semua gara2 kamu... yaa... kamu yang buat hidupku kini hancur... " tiba2 bisikan tuduhan membangkitkan emosi'a... belum lagi bayangan wajah itu masih menari2 dalam penglihatan'a... bergegas diraih'a jaket dan diambil'a kunci motor... baru keluar dari kamar terdengar suara ika yang baru pulang... " Assallamu'alaikum.. " ... " Wa'alaikumsallam... " jawab Bima sambil mengenakan jaket'a... " k' Bima mo' kemana??? " tanya Ika terheran2... " mo' keluar ada urusan... " jawab Bima singkat... " tapi k'.... kondisi k' Bima blom stabil... lagian ada yang harus kk ceritakan sama aku... " larang Ika... " sudahlah jangan lebay.. ga semua ttg kk' kamu harus tau... " jawab Bima sekena'a... " pokok'a ga boleh... !!! " lagi2 ika bicara... namun Bima tetap keluar menuju garasi dan menghampiri sepeda motor'a... ika mencegat dan berdiri tepat dihadapan bima, " tolong jangan halangi kk... " pinta Bima... ika bergerak cepat dan mengambil kunci motor Bima... bergegas menuju kamar ... dan Bima duduk pasrah disofa..


to be continued...

Komentar

  1. akhirnya kelar juga cerpennya..^_^ makasih teh bonit cha diikutkan jadi pemerannya...he..he...
    ceritanya bagus, jadi penasaran kelanjutannya
    apalagi baca judulnya, he..he..

    BalasHapus
  2. hmm.. bagus deh jadi ga sabar liad sekuelnya
    hmm.. kalau bisa nanti fontnya aga digedein teh kasian yg baca rabun (seperti saya,,hehe,,)
    hmm.. maav teh ga bisa komen yg mbangun soalnya aq bukan penulis,, :D

    BalasHapus
  3. blognya teduh banget,,,,,

    bener2 bikin tenteram lewat kata dan tulisan berbalut theme segar ini...

    salam kenal...
    saya bingung nih, setelah dapet award dari accilong, apa yang harus saya lakuin yah? hihi... kan kita sama2 dapet award dari beliau, hihi,,, jadi aku contek dunk peernya ,,

    BalasHapus
  4. @Elsa_syukron buat motivasi'a cha'... hu'umm.. setelah sekian lama,.. af1 cerita'a masih bersambung... semoga suka ^_^

    BalasHapus
  5. @Ika (anonim)_Ha'haaa... ia teteh gede'in... lupa klo punya ade rabun.. wuakkakak... thx ya ka'.. comment'a teteh suka... ^_^

    BalasHapus
  6. @wied_heiii... p kabr?? slm bloofers yaa.. thx 4 visit,.. blog'a wied jg bonit suka... ^_^

    bonit jg bingung udeh di copas z' sist award'a... ha'haa.. :))

    BalasHapus

Posting Komentar

Makasih buat jejaknya... ^_^

Postingan populer dari blog ini

LENTERA

Entah sudah berapa senja menemani pertemuan kita, dengan siluetnya yang terkadang manis dan miris. Sudah berapa kali gerimis memayungi kebersamaan kita, bahkan dalam ruang itu kita kerap merapal kata-kata yang mengusir kejenuhan... Pertemuan memang sebuah rahasia, begitu pun perpisahan... 
Kita bertemu lalu dipisahkan, itu adalah hal yang sudah ditawarkan hidup. Namun bukan berarti kita harus membenci keadaan. Bagaimanapun kita akan selalu dihadapkan pada persoalan-persoalan yang berbeda. Hari ini begini,esok begitu, lusa dan yang akan datang pun tidak sama. Tidak menjadi haram ketika soal hati harus terhenti, namun tidak juga halal ketika kita tahu perbedaan itu tidak bisa disatukan, namun kita menuntut demikian.
Rumitnya isi kepala sekarang seperti tengah berada dalam belukar yang dipenuhi alang-alang yang tinggi. mengajak jemari untuk beberapakali menggaruk yang sudah terkeruk. Ini apa??? Reaksi dari jawaban yang di inginkan pun menjadi suram. 
Tiba-tiba pengap, sesak...
Dan tengg…

Perkara Manusia...

Perkara Manusia...  Merasa BENAR adalah salah, tapi cobalah merasa SALAH agar tahu caranya untuk BENAR...
Nasehat itu tidak melulu dengan sebuah ayat atau hadist, tapi sikap dan sifat yang jadi kebiasaan juga dapat jadi NASEHAT bagi yang berpikir... Simplenya NGACA dulu sebelum kasih statement orang lain itu begini dan begitu, kurang ini kurang itu... 
Apalagi statement ditujukan kepada orang terdekat. Sadar diri itu penting, benahin diri sendiri lebih penting! Jangan khilaf, orang terdekat adalah yang tahu segalanya tentang kita. Nggak lucu tetiba kamu mau pasanganmu berubah, sedangkan kamunya masih SALAH! 
Baru separuh perjalanan lho.. Masih panjang dan rumit perjuangannya, jangan kufur nikmat yang efeknya bisa buat HATI nggak SEHAT! Hargai diri sendiri dulu, kalau belum bisa hargai orang lain. Nggak perlu umbar kita yang paling SABAR, karena tabir kehidupan tetap butuh keselarasan! .
Jauhkan kami dari kebiadaban, ketika dekat.. RAJAM!
#gituaja

LENTERA #2

11.30 Wib Waktu yang kamu tentukan hari ini untuk kita bertemu, harus selesai sekarang! Pintamu lewat whatsapp, dan akupun memberikan emoticon tanda setuju.
Gaduh dan rusuh perasaanku kini, sengaja kusibukkan diri dengan beberapa kegiatan. Hanya untuk coba melenyapkan perasaan yang entah disebut apa. Mengingatmu adalah cahaya, mengingatmu adalah rindu, mengingatmu adalah candu. Hhhhh.. haruskah berakhir sekarang? Fiuhh.. 
Jarum jam diangka 11.18 Wib 12 menit lagi wajahmu akan menari bebas dihatiku, bahkan mungkin liar mencakar-cakar direlung yang terdalam. Hukuman apa ini Tuhan? Lirih ku mengeluh. Detak jarum jam saat ini tak ingin kudengar, semakin gila rasanya harus menemuimu dan akhirnya meninggalkanmu. Hhhh.. lagi-lagi menghela nafas.

Ternyata kamu terlambat, cukup lama aku menunggu di depan minimart. Kesabaranku semakin diuji rasanya. Cuaca panas menambah kegelisahan yang tak sedetikpun mau hilang. Tapi aku menunggu, akan terus menunggu sampai akhirnya kita sepakat meninggalkan …