Langsung ke konten utama

::Kematian... ::

Assallamu'alaikum.Wr.Wb...

Siang sahabat, semoga semua masih tetap bisa tersenyum dalam kondisi apapun... semoga Allah senantiasa menjaga dan menyertakan kita dalam jannah-Nya.

Sahabat... dari dulu hingga kemarin sebenarnya Bonit kurang suka dan sangat  menghindari perihal bahasan tentang kematian, tentang meninggalnya seseorang dari kehidupan kita, tentang berakhirnya sua dan jumpa, hmmm... entahlah terkesan seperti menolak takdir memang, tapi bukan itu... ada satu rasa yang sulit diungkapkan ketika seorang sahabat, kerabat atau siapapun berkata tentang kematian... buat Bonit hal itu adalah mutlak tak perlu dibahas, biar mengalir seperti apa adanya. paling enggan dan kesal ketika sahabat sakit dan berkata.. "Mungkin usiaku tidak bertahan lama... " hmmm... atau bahkan ketika seseorang berbicara "Kita hanya menunggu waktu saja..." seperti mendengar sebuah kata keputusasaan, padahal semua itu benar... kita tak pernah tahu sampai kapan usia ini bertahan karena semua rahasia Tuhan...

" Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.. " (Al-Imran : 185.)

Sahabat... jelas bahwa kematian itu tidak mengenal tempat, waktu dan kondisi, tidak harus menderita sakit seseorang mengalami kematian... karena dalam kondisi fit atau sehatpun  jika Allah berkehendak kita bisa menjadi penghuni rumah masa depan.. (red.kuburan)
firman Allah :

" Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh, dan jika mereka memperoleh kebaikan, mereka mengatakan: "Ini adalah dari sisi Allah", dan kalau mereka ditimpa sesuatu bencana mereka mengatakan: "Ini (datangnya) dari sisi kamu (Muhammad)". Katakanlah: "Semuanya (datang) dari sisi Allah". Maka mengapa orang-orang itu (orang munafik) hampir-hampir tidak memahami pembicaraan sedikitpun?.. "
(An-Nissa : 78)

Tepat tanggal 31 Agustus 2011, pertama di hari Aidil Fitri kurang lebih jam 11 siang seorang family terlihat segar bugar, belum lama dia memberikan uang lembaran baru kepada anak-anak disekitar rumahnya setelah itu rehat dengan menikmati sepiring ketupat, hmmm... terpeleset dan akhirnya itulah akhir hidupnya, tragis dan menyemai suasana bahagia menjadi duka. Jeritan ketidakpercayaan terburai, tangis menjadi semakin tak kuasa ditahan, hari raya yang harusnya berbahagia hanya sesaat saja...

" Selamat jalan saudaraku, semoga Allah melapangkan kuburmu dan menempatkan dalam syurga-Nya yang terindah... "

Hari kedua Aidil Fitri 01 September 2011, kembali menjadikan haru... siang itu kabar diterima via sms, lagi2 family dari kakek dikabarkan menghembuskan nafas terakhirnya di sebuah RS tempat ia dirawat, hmmm... namanya Ki' Nanung... kakek yang Bonit kenal judes tapi baik hati. terlintas memory tentangnya, dulu sewaktu SD, rumahnya adalah tempat Bonit belajar mengaji, kegalakkannya sempat membuat beberapa teman ngeri diajari olehnya,.. tapi sungguh tak pernah sekalipun Bonit merasakan bentakkannya... Ki' Nanung kakek yang tidak suka kebisingan dan keriuhan, suka menyepi dan berjalan-jalan disore hari, Hhhh... walau tak sedekat dihati tapi ingatan tentangnya masih bergelayut dalam sanubari...

" Semoga Allah melapangkan Syurga untuk-Mu disana... amiiinn... "

Sejak tgl 05 september 2011 Godrej Group tempat Bonit bernaung mengadakan beberapa kompetisi antar unit sebagai peringatan 17 Agustus 2011 dari mulai bulutangkis, volley, futsal dan tennis meja semua berlaku untuk putri dan putra.. otomatis semangat olah raga sedang bergerilya tak hanya milik pemain tapi suporter juga, bisa dibilang ini adalah moment bangkitnya dunia olah raga di Perusahaan ini setelah sekian lama tak ada gaungnya. dan tepat di hari sabtu tanggal 10 September 2011 adalah schedulle khusus untuk pemain tennis meja, tepat jam 13.30 wib lomba dimulai. semarak suporter memeriahkan perlombaan. Single putri diwakili manager HRD dari Perusahaan Bonit kalah telak dengan 3set permainan skor 2-1, namun terobati ketika ganda putra memenangkan dengan skor yang memukau.. waktunya single putra yang unjuk kebolehan, dari lawan dipasang Bp. Patrick seorang manager yang terkenal ramah dan sumingrah, sedangkan dari pihak Perusahaan Bonit ada Bp. Batara Manager Purchasing yang getol Olah Raga, hmmm... suasana makin meriah apalagi keduanya terkenal piawai di olah raga ini, kurang lebih hanya 3 menit pemanasan, selanjutnya terlihat P' Patrick yang semangat minum sejenak. tak lama wasit memberikan aba2.. dan selanjutnya semua dikejutkan oleh terjatuhnya P. Patrick diawal pertandingan dalam perjalanan menuju RS P. Patrick dikabarkan meninggal.. Innalillahi Wainnailaihi Rojiuunn... semarak yang berarak menjadi hening tak bergeming, tak percaya rasanya didepan mata beliau nampak sehat dan penuh semangat... tapi Allah berkehendak lain... sosok wibawa itu kini menjadi kenangan... Allhamdulillah beliau meninggal dalam keadaan sudah Islam.

"Semoga Syurga Allah menjadi tempat untuknya.. " amiiinnn....

Semoga cerita ini bisa menjadi bahan perenungan, kapanpun, dimanapun dan apapun kematian adalah takdir yang pasti datang, pertanyaanya adalah siapkah kita menjadi penghuni rumah masa depan???

" Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan (kematian) seseorang apabila datang waktu kematiannya. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.. "
(Al-Munaafiquun : 11)

Wassallamu'alaikum.Wr.Wb...


Komentar

  1. tulisan yang menarik :)

    sangat inspiring

    BalasHapus
  2. innalillaahh..
    turut mngaminkn, bon. smoga doa dan hrapanmu unt semua dijabah Sang Pemilik Jagat Raya.
    Aminnn,,

    BalasHapus
  3. innalillahi wa inna ilaihi roji'uun teteeh...
    nick turut berduka cita ya teh...
    hiks..postingan ini bikin nick sadar kembali...bahwa kehidupan selalu ada batasnya....^__^

    BalasHapus
  4. seperti biasa kenyeennnnnnnnnnnnn
    ^__^

    berita yang datang tiba tiba
    menebarkan sunyi kelabu
    mengungkit getar dalam bisu
    begitu diam diam
    begitu tergesa gesa
    siapa lagi yang akan segera menyusui...??
    bisa dia mungkin mereka atau aku yang duluan...

    ngganyambung.com laariiiii cari toples...

    BalasHapus
  5. itulah hidupan, ada yang datang ada yang pergi, ada yang lahir ada yang meninggal.. siap2 saja, selalu melakukan persiapan terbaik baik biar nanti ketika sang Malaikat pencabut nyawa sudah datang, kita bisa menyambutnya dengan senyum.. :)

    BalasHapus
  6. @Acci_amiiinnn... thx nek,.. ^_^

    BalasHapus
  7. @NIck_syukran Nick... betul kehidupan emang selalu ada batas... waspadalah... :D

    BalasHapus
  8. @Esti_mantabbbb... datang2 setor puisi,.. kemana z.. :P

    BalasHapus
  9. @Dhe_amiiinnn... semoga bisa tersenyum ketika saat itu tiba... :)

    BalasHapus

Posting Komentar

Makasih buat jejaknya... ^_^

Postingan populer dari blog ini

LENTERA

Entah sudah berapa senja menemani pertemuan kita, dengan siluetnya yang terkadang manis dan miris. Sudah berapa kali gerimis memayungi kebersamaan kita, bahkan dalam ruang itu kita kerap merapal kata-kata yang mengusir kejenuhan... Pertemuan memang sebuah rahasia, begitu pun perpisahan... 
Kita bertemu lalu dipisahkan, itu adalah hal yang sudah ditawarkan hidup. Namun bukan berarti kita harus membenci keadaan. Bagaimanapun kita akan selalu dihadapkan pada persoalan-persoalan yang berbeda. Hari ini begini,esok begitu, lusa dan yang akan datang pun tidak sama. Tidak menjadi haram ketika soal hati harus terhenti, namun tidak juga halal ketika kita tahu perbedaan itu tidak bisa disatukan, namun kita menuntut demikian.
Rumitnya isi kepala sekarang seperti tengah berada dalam belukar yang dipenuhi alang-alang yang tinggi. mengajak jemari untuk beberapakali menggaruk yang sudah terkeruk. Ini apa??? Reaksi dari jawaban yang di inginkan pun menjadi suram. 
Tiba-tiba pengap, sesak...
Dan tengg…

Perkara Manusia...

Perkara Manusia...  Merasa BENAR adalah salah, tapi cobalah merasa SALAH agar tahu caranya untuk BENAR...
Nasehat itu tidak melulu dengan sebuah ayat atau hadist, tapi sikap dan sifat yang jadi kebiasaan juga dapat jadi NASEHAT bagi yang berpikir... Simplenya NGACA dulu sebelum kasih statement orang lain itu begini dan begitu, kurang ini kurang itu... 
Apalagi statement ditujukan kepada orang terdekat. Sadar diri itu penting, benahin diri sendiri lebih penting! Jangan khilaf, orang terdekat adalah yang tahu segalanya tentang kita. Nggak lucu tetiba kamu mau pasanganmu berubah, sedangkan kamunya masih SALAH! 
Baru separuh perjalanan lho.. Masih panjang dan rumit perjuangannya, jangan kufur nikmat yang efeknya bisa buat HATI nggak SEHAT! Hargai diri sendiri dulu, kalau belum bisa hargai orang lain. Nggak perlu umbar kita yang paling SABAR, karena tabir kehidupan tetap butuh keselarasan! .
Jauhkan kami dari kebiadaban, ketika dekat.. RAJAM!
#gituaja

LENTERA #2

11.30 Wib Waktu yang kamu tentukan hari ini untuk kita bertemu, harus selesai sekarang! Pintamu lewat whatsapp, dan akupun memberikan emoticon tanda setuju.
Gaduh dan rusuh perasaanku kini, sengaja kusibukkan diri dengan beberapa kegiatan. Hanya untuk coba melenyapkan perasaan yang entah disebut apa. Mengingatmu adalah cahaya, mengingatmu adalah rindu, mengingatmu adalah candu. Hhhhh.. haruskah berakhir sekarang? Fiuhh.. 
Jarum jam diangka 11.18 Wib 12 menit lagi wajahmu akan menari bebas dihatiku, bahkan mungkin liar mencakar-cakar direlung yang terdalam. Hukuman apa ini Tuhan? Lirih ku mengeluh. Detak jarum jam saat ini tak ingin kudengar, semakin gila rasanya harus menemuimu dan akhirnya meninggalkanmu. Hhhh.. lagi-lagi menghela nafas.

Ternyata kamu terlambat, cukup lama aku menunggu di depan minimart. Kesabaranku semakin diuji rasanya. Cuaca panas menambah kegelisahan yang tak sedetikpun mau hilang. Tapi aku menunggu, akan terus menunggu sampai akhirnya kita sepakat meninggalkan …