Langsung ke konten utama

Beliau...


19 November kabar duka itu buat saya shock! Dan jujur sampe hari ini saya masih belum bisa percaya kalau Bapak yang baik itu sudah di panggil sama Yang Maha Kuasa.. Info yang di dapat, Beliau wafat pada tanggal 02 November 2013 karena sakit. 

Pak Dedet.. sapaan akrabnya. Mengenal beliau adalah salah satu anugerah Allah yang terindah buat saya. Berawal dari sebuah pekerjaan di Perusahaan Distributor yang sudah tiga tahun lalu saya tinggalkan. Yaa.. Pak Dedet adalah pemilik perusahaan ekspedisi yang terikat kontrak kerja dengan Perusahaan Distributor tempat saya bekerja dulu. 

Keramahan dan kesabarannya masih melekat sampai sekarang. Berawal dari tagihan beliau yang pernah pending beberapa bulan di tahun 2009 lalu. Dari sanalah saya dekat dengan beliau. Biasanya keterlambatan pembayaran akan selalu di follow up oleh staffnya. Namun, waktu itu beliau dengan suaranya yang bijaksana menyapa saya via telpon..


"Assallamu'alaikum Mba Bonitt yaa..??"
"Wa'alaikumsallam.. Iya Bapak.. dengan siapa maaf.."
"Saya Dedet dari ekspidisi. Mau tanya tagihan, kapan kira-kira diproses yah.. udah pending tiga bulan nih.."
"Oiyaaa.. InsyaAllah jumat ini di transfer Pak. Punten yaa.. baru penggantian management di sini jadi rada ribet."
"Oke Mba Bonitt.. jumat ya mbak.."
"Iya Pak.."
"Eh.. Mba atau Teteh ya manggilnya?"
"Apa aja boleh pak asal jangan mas/bapak?"
"Hahah.. Ya sudah ditunggu kabar baiknya, Teh Bonit.. Assallamu'alaikum.."
"Wa'alaikumsallam.."

Kurang lebih seperti itu percakapan awal saya dan beliau. Diluar kebiasaan, salamnya yang buat saya simpati. Jarang dan hampir tidak pernah saya dengar. "Assallamu'alaikum.." Biasanya yang lain Hallooo, selamat pagi, siang atau selamat sore.. malah ada yang rada sewot main tanya aja. Bu Bonit ya?? bla bla blaa... :p

Akhirnya, proses pembayaran untuk ekspedisi Pak Dedet pun bisa saya transfer jumat. Dan beliau kembali menelpon. Biasa, dengan salam yang ramah dan ucapan terima kasih yang tulus.

Next.. Tiba-tiba tepat di hari ultah saya! Seorang OB menghampiri.. dan mengabarkan saya dapet paket kue Ultah big size dari Pak Dedet. Kaget dan berasa aneh.. ko bisa? Akhirnya saya telpon beliau dan tanya ko beliau tau ya saya ulang tahun? Dengan ramah dan jiwa kebapak-annya beliau jawab. "Tau aja teh... Met Milad ya Teh.. mudah-mudahan barokah usianya.. kue juga di bagiin yaa.. sengaja saya kasih yang gede biar semua bisa kebagian." 

Speechless pemirsa.. 

Pernah suatu hari saya absen kerja karena sakit. Tiba-tiba beliau sms.. "Teh.. syafakillah yaa.. tadi saya kirim kue ke kantor. Jadi gak kebagian karena gak masuk." 

Hmm.. Beliau tau nope saya juga akhirnya. Dan lagi-lagi entah dari siapa. Kebaikan beliau itu tulus dan tanpa buat saya curiga.. Akhirnya via telepon juga Beliau bilang, nggak punya anak perempuan. Dan menganggap saya anaknya. Dua orang anaknya semua laki-laki. Yang satu pimpinan di sebuah Perusahaan Otomotif dan yang satu lagi dalam proses khitbah katanya. Beliau pun minta saya mendo'akan proses anaknya itu agar lancar dan dimudahkan. 

Singkatnya, setelah saya resign dari perusahaan tersebut. Kami jarang bertegur sapa, namun beliau kerap mengirimkan sms ketika Hari Raya atau di Ultah saya. sesekali Beliau masih tanya kabar dan selalu minta saling mendo'akan yang terbaik.

Satu hal yang masih saya inget hingga sekarang dari perkataan beliau...

"Jangan pernah berhenti berbuat baik ya Teh.. karena satu-satunya yang di bawa ketika kita Dipanggil Allah itu cuma Amal Kebaikan... bukan harta atau yang lain" T-T

Dan sampai tulisan ini saya posting, saya belum pernah melihat sosok Beliau... T-T

Ya Allah.. Jaga Beliau di Jannah-Mu.. Aamiinnn.. 






Komentar

  1. turut berduka cita smoga allah tempatkan di syurga-Nya aamin ya rabb

    BalasHapus
  2. turut beduka, serta turut mendoakan semoga yang terbaik buat beliau di sana....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih Om Ndut..
      Aamiinn untuk do'anya.. ^^

      Hapus
  3. Turut berduka cita, Mba. Kebaikan beliau tak akan pernah terlupakan oleh orang2 terdekatnya, ya. Semog aPak Dedet bahagia di Syurga. Aamiin.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih Mba Idah.. Saya nggak akan pernah lupa sm beliau.. :')
      Aammiinn do'anya.. :')

      Hapus
  4. Innalilahi turut berduka cita ya teh

    BalasHapus

Posting Komentar

Makasih buat jejaknya... ^_^

Postingan populer dari blog ini

LENTERA

Entah sudah berapa senja menemani pertemuan kita, dengan siluetnya yang terkadang manis dan miris. Sudah berapa kali gerimis memayungi kebersamaan kita, bahkan dalam ruang itu kita kerap merapal kata-kata yang mengusir kejenuhan... Pertemuan memang sebuah rahasia, begitu pun perpisahan... 
Kita bertemu lalu dipisahkan, itu adalah hal yang sudah ditawarkan hidup. Namun bukan berarti kita harus membenci keadaan. Bagaimanapun kita akan selalu dihadapkan pada persoalan-persoalan yang berbeda. Hari ini begini,esok begitu, lusa dan yang akan datang pun tidak sama. Tidak menjadi haram ketika soal hati harus terhenti, namun tidak juga halal ketika kita tahu perbedaan itu tidak bisa disatukan, namun kita menuntut demikian.
Rumitnya isi kepala sekarang seperti tengah berada dalam belukar yang dipenuhi alang-alang yang tinggi. mengajak jemari untuk beberapakali menggaruk yang sudah terkeruk. Ini apa??? Reaksi dari jawaban yang di inginkan pun menjadi suram. 
Tiba-tiba pengap, sesak...
Dan tengg…

Perkara Manusia...

Perkara Manusia...  Merasa BENAR adalah salah, tapi cobalah merasa SALAH agar tahu caranya untuk BENAR...
Nasehat itu tidak melulu dengan sebuah ayat atau hadist, tapi sikap dan sifat yang jadi kebiasaan juga dapat jadi NASEHAT bagi yang berpikir... Simplenya NGACA dulu sebelum kasih statement orang lain itu begini dan begitu, kurang ini kurang itu... 
Apalagi statement ditujukan kepada orang terdekat. Sadar diri itu penting, benahin diri sendiri lebih penting! Jangan khilaf, orang terdekat adalah yang tahu segalanya tentang kita. Nggak lucu tetiba kamu mau pasanganmu berubah, sedangkan kamunya masih SALAH! 
Baru separuh perjalanan lho.. Masih panjang dan rumit perjuangannya, jangan kufur nikmat yang efeknya bisa buat HATI nggak SEHAT! Hargai diri sendiri dulu, kalau belum bisa hargai orang lain. Nggak perlu umbar kita yang paling SABAR, karena tabir kehidupan tetap butuh keselarasan! .
Jauhkan kami dari kebiadaban, ketika dekat.. RAJAM!
#gituaja

LENTERA #2

11.30 Wib Waktu yang kamu tentukan hari ini untuk kita bertemu, harus selesai sekarang! Pintamu lewat whatsapp, dan akupun memberikan emoticon tanda setuju.
Gaduh dan rusuh perasaanku kini, sengaja kusibukkan diri dengan beberapa kegiatan. Hanya untuk coba melenyapkan perasaan yang entah disebut apa. Mengingatmu adalah cahaya, mengingatmu adalah rindu, mengingatmu adalah candu. Hhhhh.. haruskah berakhir sekarang? Fiuhh.. 
Jarum jam diangka 11.18 Wib 12 menit lagi wajahmu akan menari bebas dihatiku, bahkan mungkin liar mencakar-cakar direlung yang terdalam. Hukuman apa ini Tuhan? Lirih ku mengeluh. Detak jarum jam saat ini tak ingin kudengar, semakin gila rasanya harus menemuimu dan akhirnya meninggalkanmu. Hhhh.. lagi-lagi menghela nafas.

Ternyata kamu terlambat, cukup lama aku menunggu di depan minimart. Kesabaranku semakin diuji rasanya. Cuaca panas menambah kegelisahan yang tak sedetikpun mau hilang. Tapi aku menunggu, akan terus menunggu sampai akhirnya kita sepakat meninggalkan …