Dear Pelangi...

Dear Pelangi....

Ada rasa yang sudah lama senyap dalam hitungan waktu. Tapi kini, rasa itu kembali mengeristal seperti sekumpulan gerimis yang berubah menjadi hujan. Bahkan ketika warnamu terlihat contrast, ada sesak yang menyulitkan bernafas..



Pelangi... 
Siluet senja tengah kehilangan arah, tengah mencari tentang sesuatu yang hilang yang pernah dikisahkan. Siluet senja kini semakin mengecil karena ketidaktahuan, semakin terjauh karena tak mampu mengimbangi keindahan warnamu. 

Siluet senja merasa sendirian, merasa kosong bahkan seperti tak punya lagi kepercayaan diri, karena terjepit pada gundukkan yang sudah lama menghimpit. Tak ada lagi jingga yang mengemas pesonanya. Semakin hari, semakin menikmati kegelisahan. Perjuangan dan ketegarannya hanya barisan siluet yang memanjakan penikmatnya sesaat.

Entahlah...
Mungkin hal yang wajar ketika sekarang siluet senja membosankan, menyebalkan bahkan mengecewakan. Ya! Terlalu sakit memang... tak perlu di maafkan, sudahi pun mungkin pilihan bijak yang akan memantapkan warnamu berpijak.

Siluet senja ini hanya siluet...
Tak punya warna lain, sepertimu...

AMTB

Komentar

Posting Komentar

Makasih buat jejaknya... ^_^

Postingan populer dari blog ini

Nyaman Terbang dengan Maskapai Terbaik, Bye Bye Aerofobia!

Pecahan Pagi...

“Hanya di Kota Tomohon, Manado, Anda Dapat Menyaksikan Hamparan Bunga dan Festival Bunga Seperti di Luar Negeri”