Ketika rasakan tentangnya...

Berlari... tak tau apa yang dikejar...
bukit itu seolah semakin tinggi, apa ia aku sanggup mencapai puncaknya?
rumput yang menangis dan menjerit karena tapak kakiku...
seolah tak luluhkan egoku tuk terus mengejar bayang itu..
terbentang dihadapanku sebuah cahaya yang sulit aku jabarkan...
sinarnya terus memancar tertawa ditengah kegundahanku

awan kelam kini tak lagi jadi penghalangku..
ku pijak kaki langit ini seolah aku adalah penguasa jagat..
teriak... lagi lagi berteriak memanggil namanya...
Yaa Rabb... apa ia dapat mendengar setiap jeritan dari bibir ini
apa ia dapat merasakan kerinduan yang ditembus oleh ribuan jarum tajam
angin bawa aku pada keelokkan wajahnya..
yang selalu mengganggu dalam mimpi ditidurku..

telaga itu jadi tempat ku untuk rehat sejenak...
sedikit jadi hiburan dari kelelahanku..
ingin ku mandikan sekujur raga ini yang letih dari jarak tempuh
amati setiap percikan air yang tertiup angin ...
riaknya timbulkan irama yang sejuk untuk damaikan hati ini walau sejenak
Hhhhhhh... kuceburkan kedua kakiku yang terkelupas...
kegelapan malam tak sedikitpun buatku takut akan kelamnya...
jeritan burung hantu yang berulang... tak buatku bangkit dari sandaranku...

pohon ini menjadi temanku sekarang..
dan iapun berkata,.. "jadilah seperti aku,.." setengah berbisik...
aku paham !!! gumamku nyaris tak terdengar...
rindangnya daun dari pohon itu beri aku kenyamanan...
kokohnya batang yang menancap mampu tunjukkan kekuatan..
akarnyapun mengajariku untuk tetap bertahan
walau hujan, badai menyerbu dengan beribu ribu terpaan...
rantingnya yang kecil,.. tampakkan keelokan..

Yaa Rabb... aku dimana???
semakin dekatkah aku dengannya???
tolooooooooong,.. itu yang kudengar sekarang...
mana pintu keajaiban menuju tempatnya...
aku merasakan getaran jiwanya yang terguncang...
sangat hebat !!!...
sangat mengerikan !!!...
kuingin merengkuhnya,.. membawanya...
dalam pelukan sang dewi yang sangat merindukannya..

Yaa Rabb... bawa hatinya untuk kembali..
jadikan setiap hal petunjuk dan pengikat bathin yang erat
jangan lagi sang dewi jatuhkan butiran air matanya sampai mengering
aku tak sanggup jika masih berlangsung tanpa akhir yang bahagia

Komentar

Posting Komentar

Makasih buat jejaknya... ^_^

Postingan populer dari blog ini

Nyaman Terbang dengan Maskapai Terbaik, Bye Bye Aerofobia!

Pecahan Pagi...

“Hanya di Kota Tomohon, Manado, Anda Dapat Menyaksikan Hamparan Bunga dan Festival Bunga Seperti di Luar Negeri”