:: Embun Pagi dlm Pelita Hati.. ::


Senja temani jemari ini... berceloteh tentang apa yang menjadi diksi dalam hati... rasa yang membumi ketika awal bersua dengan embun pagi... ^^  just a story... 


ketika dalam alif menyapa... bait bait hati   menjadi perantara ukhuwah yang terpapar bijak dalam sebuah jendela penuh makna, sebelum alif ada sebuah taman  yang membawa senyum indah yang meronakan wajah gundah... suatu anugerah... indah dan mengalir penuh petuah... tata bahasa dan bicara yang melonjak penuh asa merebut segumpal bagian yang terdalam, nuansa'a meretas tanpa batas... gaungkan kasih dan sayang yang terukir tanpa permisi... sampai sekarang dan nanti dia tetap embun pagi....

entah, ada lebih dalam makna ini... setiap kata adalah sejuk kurasa... bahkan teriakan'a membahana dipagi buta... just a' note... alasan dalam sapa'an ini terurai karena kata, sikap juga tabiat... adalah penyejuk kala penat... bukan hanya sekedar ungkapan tapi syarat makna yang tertuang dalam belanga yang kadang hampa...

ini bukan sekedar goresan,.. tapi refleksi rasa yang mengundang jemari berkutat padat dalam semburat jiwa yang kecil dan jauh terjamah manfaat... tawa'a menyiratkan kebahagiaan,.. kebebasan berekspresi... ketenangan yang berapi... tangisnya... menyiratkan penyesalan,... melegalisasikan kekerdilan... kekosongan yang lama terabaikan... kemarahan'a penuh petuah,.. laksana gemuruh diatas kerajaan langit, seperti ombak dalam lautan yang menyeruak... namun tetap dalam satu naungan Sang Maha Pemilik Jiwa... dan semua'a masih sejuk seperti embun yang menyapa dipagi buta...

disini dengan seluruh yag menjadi bagian dalam ragaku... apapun dan kapanpun, dimanapun dan walapun... hanya sebaris kata yang tertuang penuh harapan... semoga ukhuwah ini terjaga... karena senyum'a... tangis'a dan amarah'a adalah bagian yang menjadikan kerinduan menyapa'a.... 

teruntuk embun pagi yang menjadi adikku....
ada satu yang menjadikan rindu kala celotehmu berbalut melodi tanpa henti...

teruntuk embun pagi yang menjadi kakakku...
ada satu yang tergambar kala aura bicara yang kau umbar adalah jawaban dalam setiap kealfaan...

teruntuk embun pagi yang menjadi ibuku...
ada satu yang melenakan ketika raut itu kaku dan isyaratkan ketegasan...

teruntuk embun pagi yang menjadi sahabatku...
ada kebahagiaan saat sapamu melautkan kelelahan...

with love
Pelita Hati... ^^

Komentar

  1. love u my sister ,,,bagiku kalaupun aku tak sering bertanya kabarmu tak sering menyapamu tapi percayalah aku cukup bahagia ketika melihat pelita hati itu bisa menjadi penerang untuk setiap orang ... dan aku hanya menetes dari dedaunan sambil menikmati dan merasakn kedekatan denganNya dan mensyukuri diriNya menuliskan kisah dalam buku kehidupanku bahwa embun pagi ini pernah dan berharap sellu tertemani pelita hati .... jazakillah khairan katsira teteh ...:-)

    BalasHapus

Posting Komentar

Makasih buat jejaknya... ^_^

Postingan populer dari blog ini

Nyaman Terbang dengan Maskapai Terbaik, Bye Bye Aerofobia!

“Hanya di Kota Tomohon, Manado, Anda Dapat Menyaksikan Hamparan Bunga dan Festival Bunga Seperti di Luar Negeri”

Pecahan Pagi...