:: Berganti Hati 3 ::

yang belum baca dari awal bisa ngintip part 1 disini... juga part 2 disini...  ^_^

stay tuned.... :D

01 Januari 2011

Malam tahun baru sudah terlewati beberapa menit yang lalu, masih bingar kembang api dan petasan diketinggian langit itu.. kulihat bintang berpijar hangat menikmati dan meneriakkan kebahagiaannya. Mungkin dia berpesta juga di galaxi sana, betapa tidak malam yang penuh dengan kawan-kawan yang berpendar, memancar dan bersorak dengan kalimat-kalimat fantastis... Hhhhh... " Kenapa aku menangis??? " bisik hatiku, dan kini derai itu mulai asyik menari-nari dikedua pipi... aaaahhhh.. ingin rasanya kuteriakan satu nama,  ingin kuobati yang tercekat ditenggorokkan ini... dadaku tak lagi tedesak dengan rasa sesak.

" Berteriaklah Nick... " Robin Hood memprovokasiku dari suaranya diseberang sana.
" Aku gak bisa Mas... "
" Bisa kok'... setidaknya.. demi kelapangan hatimu.. aku yakin Pipi disana pasti mendengar... " kembali Robin Hood berkata, helaan nafasku lagi-lagi jadi jawabannya.
" Ayooo Niiickkk... jangan kamu simpan teriakan itu dihatimu... " lagi-lagi suara Robin Hood diseberang sana
" Bintaaaaaaannnnnnnggggggg,.. Piiiiiiiiiipiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii.......... aku kangeeeeeeennnnnnnnn......... " akhirnya, jeritku ditengah bingar yang semakin sangar.

Sejenak aku larut dalam isak tangisku, diseberang sana Robin Hood masih setia walau tanpa kata, tubuhku kini seolah tak bertulang, aku lunglai.. Potret kebersamaanku yang terbingkai ditahun-tahun lalu saat merayakan tahun baru dengan Pipi bermunculan, masih kuingat do'a-do'a indah kami panjatkan bersama, meminta kebahagiaan dan kebersamaan untuk setiap masa yang akan datang, tapi kini.. semua hanya sisa-sisa dipelataran kepalaku yang berdenyut kencang.

" Niiicckkk... " suara Robin Hood kembali hadir... aku masih terdiam...
" Sebaiknya kamu istirahat,.. semoga hatimu selalu terjaga, met tahun baru yaa... Assallamu'alaikum... "
" Wa'alaikumsallam... " jawabku pelan.

***

19 Mei 2011

Suara-suara itu membangunkan tidur siangku, hmmm... " Ada apa sih??? " gerutuku, bergegas bangun dan menuju ruang  tamu.. O'oww... senyum sumringah dari mereka membuyarkan kesalku..

" Niiiicccccckkkkkk... " teriak Acci dan Uty saudara sepupuku yang tiba-tiba muncul dirumah ini..
" Kyaaaaa... kapan datang???, kok gak ada yang kasih tahu aku??? " tanyaku sambil memeluk mereka.
"  15menit yang lalu,.. hhee.. tadi katanya kamu lagi tidur... gimana kabarmu??? " tanya Acci padaku
" Masih menawan, seperti biasa... Ha'haaa... " kamipun tertawa bersamaan..

Rumah ini sudah seperti panggung OVJ sejak kedatangan Acci dan Uty.. maklumlah keduanya sama-sama punya bakat persis sama kaya Sule dan Azis, obrolan kami mulai merambah dunia luar dan dalam Negeri, cerita-cerita seru dari mereka yang baru pulang dari Negeri Sakura membuatku lupa akan Bintang malam ini, bahkan sms dari Robin Hood aku abaikan..


" Eh.. jadi donk pernikahan kamu dimajuin??? " tanyaku pada Acci.. ada rona merah jambu dipipinya
" InsyAllah.. Nick.. aku sih gimana Mas Arya... " jawab Acci sambil senyum-senyum gak jelas.
" Yeeaaaahhhh... setahuku Mas Arya malah bilang, gimana Kak Acci deh.. " tiba-tiba Uty nyeletuk, kontan saja mataku melirik Acci yang melotot kearah Uty..
" Jadi mana yang bener nih??? " tanyaku kembali melirik Acci yang terserang keki.
" Pokoknya gak usah khawatir Nick, dalam waktu dekat kartu undangan itu akan datang dengan nama mereka terpampang manis disana, hmmm... Asriani Amir & Arya Poetra ... xixiixiii... " goda Uty tanpa hiraukan segitiga diwajah Acci, kontan akupun tertawa geli.

Acci dan Uty akan berada dirumahku selama dua minggu, tak peduli mereka akan kemana yang pasti jadwalku untuk temani mereka putar-putar Jogja sudah tersusun rapi. dua tempat yang tak mungkin terlewati adalah Malioboro dan Candi Borobudur, selebihnya berkumpul dengan sahabat-sahabat sejawat dimasa SMA, tepatnya reuni yang berlokasi dirumah Nee sipecinta senja yang bersahaja. hmmm... terbayang olehku ketika acara kumpul-kumpul itu, pasti penuh cerita yang sebarkan canda tawa.

***

4 Juni 2011

Beranda ini sungguh nyaman, dengan susunan tangkai-tangkai mawar dan ratusan tanaman hias lainnya, ada kolam ikan yang makin menambah kesejukan, gemericik airnya yang mengalir mengajak setiap hati untuk berpikir... hmmm... beranda yang selalu menjadi favorit kami 7 wanita pecinta isi Dunia, ada aku pecinta Hujan,  Nee pecinta Senja, Uty pecinta pelangi, Acci pecinta Langit, EL pecinta Mendung, Cahya pecinta Gunung dan Ratih pecinta Awan... masih ada satu Pipi pecinta Bintang, yang sampai detik ini masih belum kutemukan.

Sudah sejak jam 10.00 Wib, kami berkumpul dirumah Nee, banyak hal yang terungkap disini, cerita-cerita yang full colour bertebaran dari setiap celoteh-celoteh yang terus mengundang ekspresi diwajah-wajah manis kami, gelak tawa Acci yang selalu pamer gigi, kalemnya Nee, emosionalnya Cahya dan sok bijaknya Ratih menjadikan suasana bertambah indah belum lagi sifat alay Uty dan EL yang selalu bikin riuh suasana.

" Hmmm... Seru neh, kita berbalas puisi yuk, kaya waktu SMA dulu... " kata-kata EL menarik semua perhatian.
" Setujuuuuuuu........ :D " sahut Ratih dan Nee berbarengan.
terlihat Acci dan Uty menganggukan kepala, Cahya tersenyum penuh makna dan menoleh padaku
" Gimana Nick...??? " tanyanya...
" Gak ada Bintang.... aku gak ikut.... " jawabku dengan helaan nafas cukup dalam, kontan semua mata menatapku, suasanapun berubah menjadi sendu. Tiba-tiba bait-bait itu meloncati isi kepalaku...

Perahuku merindu,..
kala mendung menggubah indah diatas sana... (EL)
Mataku tetap terpaku,..
 ketika senja redup dalam mendung yang ada... (Nee)
Hmmm... sepertinya akan ada Pelangi melukis mimpi... (Uty)
Langit tersenyum, sebarkan arti untuk hati... (Acci)
Dan Awan...
terdiam, bukan tak peduli.. tapi sedang mencari... (Ratih)
pekatnya cuaca, tak runtuhkan angkuh gunung diatas sana... (Cahya)


Wahai langit.. 
atas izinmu aku disini .. (EL)
Wahai mendung... 
tak sabar aku lukiskan mimpi... (Uty)
Wahai Pelangi,..
 jejak senja.. 
jangan terjeda.. 
biarkan siluetnya temani warna mimpi... (Nee)
Wahai Senja,.. 
aku temani kau diujung sana,..
tatap aku... siluetmu sedang mendayu... (Cahya)
Wahai isi Dunia,.. 
beruntunglah aku sebagai naungmu.. (Acci)

pada bait-bait itu aku terdiam, air mataku ciptakan kolam... mereka menunggu, dan aku masih belum mampu, separuh nyawaku pergi belum kembali... dan sayat-sayat kian menyayat pada bait-bait pencinta isi dunia, larut aku dalam puisi mereka...

runtuhlah aku, karena hujan tak kunjung datang... (EL)
menangislah aku,.. tak mampu hadirkan pelangi dalam rintikmu.. (Uty)
 Egoku memancang karena tak tersiram... (Cahya)
Langitku kerontang, tanpa hadirnya crystal mahal itu... (Acci)
apa arti hadirku??? karena hujan masih terdiam.. (Nee)
dan apa aku bisa menawan??? 
tanpa basahnya yang sejukkan suasana..??? (ratih)

Masih sama, aku belum menoreh bait-bait disana. Nee mengusap lembut punggungku, Cahya dengan sabarnya meraih tanganku... Uty dan El menghapus airmataku, Acci bergumam dan Ratih kulihat hanyut dalam haruku... 

" Maaf... aku yang merusak suasana indah kalian... " kataku terbata-bata dalam isak tangisku.
" Kita semua kangen sama Pipi Nick... tapi bukan begini caranya... " Uty berkata.
" Iyaaa.. Nick... Bintang pasti datang, apalagi dia tahu hujan menunggunya... " ujar EL
" Hhhh.. mau sampai kapan Nick??? " tanya Cahya dengan nada yang meninggi, terlihat Ratih berusaha menghalau emosinya.
" Aku yakin, dan kita semua yakin.. Pipi akan kembali untuk hujan yang disayanginya... untuk kita semua... hanya menunggu waktu ... " Nee berkata masih mengusap lembut punggungku.
" Okay... waktunya shalat Ashar.. jama'ah yuk'... " Acci berkata dan langsung menuju kamar kecil, semuanya setuju, termasuk aku bangkit dari dudukku...


***

Oktober 2011
Bangunan-bangunan itu seperti pencakar langit yang rumit, ketinggiannya memukau  kedua mataku, inilah Jakarta yang jutaan manusia ingin meraup rezeki dibelahannya. Cuaca yang panas, berdebu asyik buatku dalam keluh yang berpeluh, kalau saja bukan Awa adikku, yang bernama lengkap Nurawaliyah Yusran ada disini, enggan buatku menginjakkan kaki diranah yang rawan persaingan dengan realita yang membuat jengah warganya. Rasanya ingin aku mengangkut tubuh kecil adikku untuk menyelesaikan studinya diJogja saja, tapi keinginan Awa untuk dapat kuliah di STAN membuat keluargaku menyerah, hmmm... anak manja itu berubah menjadi mandiri sejak setahun lalu belajar dikota ini. Hal yang patut aku syukuri sebenarnya.

" Sebaiknya kamu pulang keJogja saja ya Wa'... " pintaku disela menyuapinya, sudah 2hr Awa dalam perawatanku karena sakit typus, sebelumnya Awa dirawat di RS. selama 2hr dalam penjagaan Aisa sahabatnya.
" Malas ahh... ngapain juga sih Kak'.. besok juga aku sembuh, dan sudah bisa untuk kuliah lagi... " ujarnya.
" Sembuh darimana??? masih lemas begini, lihat tuh.. wajah kamu jadi tirus, badan kamu juga kurus, sebaiknya pulang dulu keJogja, kalau sudah sehat baru balik lagi ke Jakarta.. " kembali aku berkata.
" Capek Kak' kalau harus mondar-mandir... besok aku sembuh kok'... " keras kepalanya masih saja ada, dan aku menyerah...

***

" Lusa Kak Nick jadi pulang??? " tanya Awa setelah menyelesaikan tilawahnya seusai shalat isya.
" Hu'ummm.. jadiii... Kakak kan harus kerja, cuti Kakak cuma 1minggu... " jawabku sambil membolak-balik sebuah majalah.
" Besok kita jalan-jalan dulu yuk, .. " pintanya dan aku setuju...

***

Aku berada disebuah mall terkenal di Jakarta, bersama Awa dan Aisa... Huffftttt.. tatanan mall yang mewah dan megah, macth dengan harga-harga yang tertera disetiap stand yang ada. Terlintas sosok yang sangat kukenal, mereka menuju eskalator lantai 2.
 " Yaa Rabbb... itu Pipiiii... " bisik hatiku, dan tanpa sadar aku berteriak dan berlari... 
" Piiiiiiiiii... Pipiiiiiiiiii.... " 
Aku mengejar sosok itu, kuhafal benar cara berjalan Pipi, dan gaya berpakaiannya, bahkan kulihat senyumnya sedang mengembang bersama seseorang dan ituuuu.. tante Meutia. Tak peduli pandangan mata yang keheranan menatapku, aku terus berteriak memanggil Pipi dan tante Meutia, sosok mereka seolah raib namun aku tak menyerah mencari disetiap sudut mall ini, mataku terus berkeliaran, tak peduli butiran bening asyik menghiasi wajahku.. dan bruukk... aku menabrak sesuatu dan terjatuh.

" Ibu Nick... ??? " tanya seorang pria yang berdiri dihadapanku. Aku gugup, wajah pria itu tak asing bagiku, dia Manager Perusahaan Provider itu.
" Maaf ... Pak Qefy??? " Aku tergagap...
" Kenapa Buuu.. seperti terburu-buru??? " tanyanya keheranan.
"  Iyaaa.. Saya memang lagi buru-buru... " dan kurasakan seseorang menarik tanganku, 
" Hhhhhhh......... " ternyata Awa.
" Kak Nick.. Istighfar... " Awa terlihat khawatir melihat kekalutanku.
" Barusan itu Kak Pipi Waaaaaa.... " Aku masih mencari-cari sosok Pipi dengan kedua mataku.
" Kakak berhalusinasi, mana mungkin Kak Pipi ada disini... " Awa kembali berusaha menenangkanku.
" Kakak yakin.. itu Pipi dan tante Meutia...!!! " aku masih berkeras dengan apa yang kulihat.

Pak Qefy tak beranjak dari perdebatanku dengan Awa, Aisapun sama, menjadi penonton setia, dan aku tak peduli. Ingin kulanjutkan pencarianku namun dengan keras Awa melarangku. Dan lagi-lagi aku menyerah dalam situasi, ada setumpuk pertanyaan yang kulihat dari wajah Manager muda itu, entah kenapa aku merasakan pandangannya penuh rasa ingin tahu... tapiiii.. lebih dari itu... entahlah...


to be continued.......

Komentar

  1. Aseek ada akuu disanaa, makin seruuuu...bener2 deh idenya teteh, ketemu keyboard smwx pd berebutan keluar :D
    Terus berkarya teteh ^-^

    #sstt,undanganx arya sm aci kpn dibagi, hehehe....

    BalasHapus
  2. buakakak...asli ngakak, apalagi pas bagian undangan :D

    keren teh, lanjutkan! ^o^/

    BalasHapus
  3. betul2 Kereeeeen.... Emosi d permainkan...
    Sempat berkaca - kaca waktu baca "Bintaaaaaaannnnnnnggggggg,.. Piiiiiiiiiipiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii.......... aku kangeeeeeeennnnnnnnn......... "
    Tertawa ngakak waktu liat tulisan "Asriani Amir & Arya Poetra" dan SESUATU banget waktu namaku di sebut... baru tahu aku pencinta awan.. hehe ^_______^

    BalasHapus
  4. wakakkakkakakakkkk... nenek bonbon!! hobi bener lu men-dzalim-i ane. kemarin accilong dan sepeda ontel, lah sekarng. hahhahahhh.. parah, si ibu khayalan tingkat tingginya tak kunjung pensiun. ckckkck

    BalasHapus
  5. Balas pantunnya indah sekali...

    BalasHapus
  6. @NeeSenjaaa... ^_^

    Ha'haaa... lucunya ngebayangin Acci sm Arya disana, kwkwkwkwkk...

    thx support'a Nee... tggu part berikutnya.. ^_^

    BalasHapus
  7. @CLk7Hahaahaa... mereka pasangan serasi kan??? wkwkkwkwk...

    thx Cahya... ^_^
    Lanjutkan!!! hihiii.. :D

    BalasHapus
  8. @Latifah RatihHIhiiii... teliti nyimak banget neh ky'a.. :D

    makasih yaa...
    do'akan lancar bt Acci & Arya, wkwkwkkk... :))

    Awan dan Senja.. bagian terindah dari isi Dunia... ^_*

    BalasHapus
  9. @AccilongWkwkwkkk... bukan dzalim ituuu.. tp bentuk rasa sayang Acciiii... ha'haaa... :))

    #tertawa puas.. :))))

    BalasHapus
  10. @nikenhmmm.. pantun sama puisi beda2 tipis,.. hihihiiii...

    makasih kunjungan'a.. ^_^

    Slm kenal.. :D

    BalasHapus
  11. Maaf baru sempat komen di blognya kak Bonit. Wuahahahaha.. Capek ngakak guling2 dulu saolnya.. :D
    Tapi salut. Kalau merindu mereka, imajinasinya kemana-mana. Great! :D

    BalasHapus
  12. @Arya Poetradimaafkan... :D hhihiii... cerita diatas adalah fiktif, dilarang protes yaaa... ^_^

    yup.. klo merindu mereka jadi agak2 gila.. hahahaaa... :))

    BalasHapus
  13. wuhahahaha...keren teh, apalgi yang sesi undangan ka Aci dan Ka Arya, semoga itu nyata yak

    terus berkarya teh, aku setia menunggu karya2 emasmu

    BalasHapus
  14. @Rima AuliaHa'haaa... Amiiinnn do'anya bt mereka.. hihiii... :D

    syukran Rima.. mari kita berkarya.. ^_^/

    BalasHapus
  15. salam gan ...
    menghadiahkan Pujian kepada orang di sekitar adalah awal investasi Kebahagiaan Anda...
    di tunggu kunjungan balik.nya gan !

    BalasHapus
  16. bagus bgt mbak ceritanya... pengin deh bisa nulis seperti itu :)

    BalasHapus
  17. @Christanty Putri Artyhihiii.. just story... makasih yaa..

    insyAllah bisa ko.. :D

    BalasHapus
  18. akhirnya baca smpe episode 3..
    sedih banget critanya.. T.T
    penasaran sm lanjutannya..

    ayo teh, lanjutkaaaan #paketoa :))

    BalasHapus

Posting Komentar

Makasih buat jejaknya... ^_^

Postingan populer dari blog ini

Nyaman Terbang dengan Maskapai Terbaik, Bye Bye Aerofobia!

Pecahan Pagi...

“Hanya di Kota Tomohon, Manado, Anda Dapat Menyaksikan Hamparan Bunga dan Festival Bunga Seperti di Luar Negeri”