Sendal Jepit



Lusuh dan kotor...
terinjak sepasang kaki yang letih
terseok seok..
mengikuti irama yang menguras keras
tipiss.. 
kian tipisss, tersengat aspal yang tersumpal
Aiiihh.. inginnya tersiram hujan..
tapi gerak dan gerik yang gemericik hanya sepintas saja untuk asyik

laju...
lajulah kedua penopang tubuhmu!
injak aku!
hujani aku dengan beban berat tubuhmu...
aaahh.. masih saja kau butuhkan aku.
mana kebagusan untukku?
mana keterangan yang nampak bagiku?

Lusuuhh...
Kotoorrr...
dan... menipiiisss
sungguh! Dunia yang bengis...
Akupun terputus, dan diutus pada jejalan kaktus!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nyaman Terbang dengan Maskapai Terbaik, Bye Bye Aerofobia!

“Hanya di Kota Tomohon, Manado, Anda Dapat Menyaksikan Hamparan Bunga dan Festival Bunga Seperti di Luar Negeri”

Pecahan Pagi...